(Pokoknya) Tuhan itu Baik: Edisi HypnoParenting

Saya kaget, pas baca twit seseorang ternyata  hypnoparenting itu paling oke dilakukan ketika: anak sedang bermain, beribadah dan menjelang tidur. Kagetnya karena kami telah lama melakukan yg ketika beribadah itu. Kalau yg menjelang tidur sih sudah pada familiar ya?

Kami melakukan ini sejak usia Sofia 4th (kini 6th). Motif awal kami adalah  ingin membentuk konsep diri Sofia yg positif dng cara melaporkannya pada Tuhan bahwa Sofia telah melakukan hal2 yg baik dan telah menjadi anak yang baik. Apa saja itu (?) kami sebutkan dengan rinci! Contohnya:

  • Ya Allah… alhamdulillah Sofia sekarang sudah tidak ngompol lagi
  • Ya Allah… alhamdulillah tadi Sofia mencuci piringnya sendiri
  • Ya Allah… alhamdulillah tadi Sofia rajin sekali bantuin mama nyapu dengan bersih
  • Ya Allah… alhamdulillah tadi tanpa disuruh Sofia mematikan sendiri tvnya pas alarm sudah berbunyi
  • Ya Allah… terimakasih telah menjadikan Sofia anak yg rajin, baik terhadap ortu dan teman2nya
  • Ya Allah… terimakasih Sofia sayang sama ayamnya dan tadi sudah memberinya makan dan minum, bla bla bla…

Kami tidak ragu dan malu untuk mengatakannya serinci mungkin. Dan hal itu kami lakukan ketika kami selesai sholat. Baik berjamaah (saya, suami dan Sofi) maupun ketika Sofia nggak mau ikut sholat. Bahkan ketika saya sholat sendiri ketika suami tidak di rumah.

Alhamdulillah karena suami juga kerja di rumah, jd kami berdua selalu sholat berjamaah. Karena juga prinsip suami saya ketika kami bersama kami harus berjamaah.

Soal Sofia yg kadang nggak mau ikut sholat bareng, kami punya aturan sendiri: yaitu Sofia boleh nggak ikut sholat tp harus berada di kamar (kini Mushola) tempat kedua ortunya melaksanakan sholat.

Kami bukan tipe ortu yg suka memaksa anak melakukan hal2 wajib yg notabene baru berlaku bagi orang baligh. Contohnya ya sholat itu. Tapi kami tak pernah lalai untuk mengingatkan Sofia tentang wajibnya sholat bagi seorang muslim. Yg ini nanti saya tulis di postingan tersendiri.

Kembali ke topik awal. Sungguh luar biasa! Namanya bocah. Ketika dia gak ikut sholat, dia akan pecicilan bertingkah semaunya sendiri lah di dalam kamar/mushola tempat kami sholat. Namun ketika tiba saatnya kami berdoa dengan suara dikerasin dikit kami laporkan pada Tuhan hal2 positif apa saja yang telah Sofia lakukan dihari ini, seketika bocah itu berhenti. Terdiam. Menyimak. Kami pun pura2 tidak melihatnya. Tapi sungguh terlihat airmukanya yang bangga akan dirinya. Dan juga dia senang ortunya melaporkan pada Tuhan bahwa dia memang anak baik. Hal itu akan tertanam dalam alam bawah sadarnya untuk mengulangi hal-hal baik tersebut.
Tapi ingat! Jangan sesekali menyebutkan hal2 buruk yang telah anak lakukan. Karena kami percaya itu menyakiti hatinya. Dan dia akan berpikir bahwa Tuhan itu jahat!
Ya, sebagai ortu kita memang harus jeli melihat kelebihan, kebaikan, dan hal2 positif yg ada pada anak. Sekecil apapun itu. Jadi ortu memang harus kreatif 🙂

Salam Dari Jepara

Assalamualaikum…

Sudah dua bulan lebih nggak menulis di blog ini. Dikarenakan kesibukan keluarga kecil kami pindahan rumah & kelulusan TK B Sofia. Pindahan kali ini nggak tanggung-tanggung, yaitu pindah dari Jakarta ke Jepara, Jawa Tengah. Yes! Akhirnya cita2 kami tercapai: keluar dari JABODETABEK! Gembira luar biasa rasanya.

Alhamdulillah, proses pindahan kemaren lancar walau ada sedikit drama dari pemilik rumah yang kami kontrak di Ciputat. Ada semacam miskomunikasi antara pemilik lama dan pemilik baru. Jadinya, perjanjian kontrak kami sampai akhir Mei ee pemilik baru tahunya bulan Mei kami sudah tak lagi disitu. Panika gitu deh. Yg bikin ruwet, si pemilik baru hendak merenovasi rumah itu untuk persiapan pernikahan putrinya awal Juni. DOENG! Tp sudahlah, walau kami yg menjadi korbannya tp sudah kami ikhlasin semuanya.

Berkahnya, proses pindahnya lancar. Dapet angkutan murah cuma 1.5 juta rupiah untuk boyong isi rumah dari Ciputat ke Jepara. Ditambah waktunya fleksibel bisa kapan saja. Kami juga bersyukur dapat pemilik rumah kontrakan yang baik sekali. Pas pindahan kami tak perlu ada yg di Jepara untuk terima barang, jd mereka yg nanggung jawab memastikan barang-barang kami masuk rumah semua. Bayangin kalo kami harus stand by disana, berapa ongkos yg musti kami keluarkan? Trus gitu, kami jg dapet bonus seperangkat meja kursi makan, seperangkat meja kursi tamu, 2 buah bangku panjang dan 1 buah bangku taman sedang yg semuanya jati. *senyum* Kebeneran banget kami belum punya semua itu. *senyum lagi*  Soalnya pemilik rumah ini adalah bos mebel hehehe… Tp kan belum tentu semua bos mebel meminjamkan furniture dng cuma-cuma kan? Trus gitu, seminggu setelah kami pindah, garasi rumah dipasangin pintu akordion, biar lebih aman katanya. Duh….bersyukur banget deh pokoknya.

Sekarang sudah satu bulan lebih kami menempati rumah ini. Tinggal di Jepara, kota yg baru kami lihat setelah kami termangu di depan peta sambil bertanya-tanya: kira-kira kita mo pindah kemana ya yg cocok n sreg? Lalu kami memutuskan mengunjungi Jepara kemudian langsung jatuh cinta dengan kota kecil pesisir pantura yg menjorok ke utara ini. Here we are now, starting a brand new day in this new place. Bismillah…

Mengapa Anak Tantrum/Marah-Marah dan Cara Penanganannya

Berikut ini adalah kultwit tentang tantrum/marah2 pada anak oleh @tentanganak 🙂

———–

Temper tantrum adalah ledakan kemarahan yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa terencana.

Ketika mengalami tantrum, anak-anak cenderung melampiaskan segala bentuk kemarahannya.

Bentuk kemarahannya bisa menangis keras-keras, berteriak, menjerit-jerit, memukul, menggigit, mencubit, dsb.

Umumnya, tantrum /marah2 pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30 detik sampai 2 menit saja.

Tantrum biasanya terjadi pd anak usia 1-4 thn. Namun anak2 yg lebih tua, bahkan orang dewasa pun bisa mengalami ledakan kemarahan ini.

Dan pd dasarnya, marah2 pada anak2 usia 1-4 tahun adalah hal yg wajar terjadi bagi usia mereka. Kebanyakan anak2 mengalami hal ini.

Temper tantrum biasa terjadi karena beberapa hal pemicu. Diantaranya adalah:

1. Frustrasi. Jangan dikira hanya orang dewasa saja yang bisa frustrasi. Anak-anak pun mengalami hal ini.

Misalnya, anak-anak akan menjadi cepat marah manakala mereka tidak bisa mencapai sesuatu yang sangat mereka inginkan.

Dalam artian, mereka gagal. Kegagalan memicu rasa frustrasi, dan akhirnya kemarahan itupun meledak.

2. Lelah. Anak2 yg kelelahan, akan menjadi mudah marah. Aktivitasnya yg padat & sedikit waktu bermain akan membuat anak cepat marah & emosi.

3. Orangtua terlalu mengekang. Sikap orangtua yg terlalu banyak mendikte & mengekang anak, jg dapat berpengaruh bagi emosinya.

Anak yg merasa jenuh dgn kekangan orangtuanya, suatu saat akan mencapai titik puncak kejenuhan, & marah2 adl salah satu bentuk ledakan tsb.

4. Sifat dasar anak yang emosional. Beberapa anak mewarisi sifat dasar emosional dari orangtuanya.

Mereka ini cenderung tidak sabaran, gampang marah meski karena hal-hal kecil. #tantrum
tentanganak 22 hours ago

5. Keinginan tak dipenuhi. Salah satu kesalahan yg sering kali dilakukan orangtua adalah mereka begitu mudahnya membujuk anak2 dgn iming2.

Menangis sedikit, anak dibujuk dgn es krim atau mainan. Nah, akhirnya ini akan menjadi kebiasaan, & anak2 mengenali pola ini.

Suatu ketika, ia memiliki keinginan akan sesuatu, ia akan menangis & mengamuk jika keinginan tsb tdk segera dipenuhi oleh orangtuanya.

Nahh… itu tadi penyebab anak tantrum.. trus bagaimana cara mengatasinya? cekidot.. 🙂

Oh iya, ini bagian terpenting ya.. jadi tolong bantu RT buat Parents yg lain biar makin bermanfaat..

Mengatasi anak2 yg sedang mengamuk itu gampang2 susah. Penuh dilemma. Ada beberapa kiat yg bisa kita gunakan utk mengatasi masalah ini.

1. Cari tahu penyebabnya. Dgn mengetahui penyebab anak2 mengamuk, kita akan mudah menentukan langkah yg harus diambil dlm menghadapi mereka.

2. Jangan ikut emosi. Biasanya, orangtua akan ikut-ikutan menjadi emosi manakala anak mereka mengamuk.

Ortu bisa memukul, mencubit. Apakah itu solusi? NO. Anak bukannya akan belajar mengatasi kemarahan mereka, tp akan menganggap ortunya jahat.

3. Abaikan dan ajari anak mengatasi kemarahannya. Jangan turuti semua hal yang diinginkan pada saat itu juga.

Bersikap cuek & tdk memperdulikan kemarahannya, adl cara yg sangat jitu utk membuatnya tahu, bahwa kemarahan tdk bisa membeli keinginannya.

Katakan padanya, bahwa hanya anak2 yg menyampaikan keinginan dengan cara yang baiklah yg akan mendapatkan keinginannya itu dari Anda.

Bukan dgn amukan, tangisan, bahkan berguling-guling. Sikap tegas & konsistensi Anda dgn sikap ini akan membuatnya berlatih lebih disiplin.

4. Sudut diam. Tidak perlu mengurung anak di gudang/kamar, main kunci pintu atau rantai. Cukup sediakan kursi yg Anda sebut sbg kursi diam.

Saat mengamuk, dudukkan anak disana, dan ia tidak boleh kemana-mana sampai ia bisa menenangkan diri.

Bisa juga meminta anak utk masuk ke kamarnya sendiri & menenangkan diri. Ia boleh keluar & kembali menyapa Anda setelah ia tenang.

Normalnya, memasuki usia 5 thn, saat anak mulai bersekolah & bergaul dgn teman sebayanya, mereka mulai dpt mengatasi gejolak emosi mereka.

Sesekali mungkin anak akan marah, tapi, mereka lebih bisa menahan diri.

Jika dlm waktu bertahun2 di masa sekolah anak blm juga bisa mengatasi permasalahan ini, kemungkinan besar anak bermasalah dgn emosinya.

Bisa jadi, masalah dengan emosi ini karena anak mengalami kesulitan belajar atau kesulitan bergaul dgn lingkungannya.

Bila hal tsb terjadi orangtua wajib untuk berkonsultasi pada ahlinya untuk mengatasi masalah.

Sekian dulu bahasan ttg tantrum pd anak & cara mengatasinya. Yg bantu RT mimin doain dapet pahala & banyak rezeki. Amiin.. 🙂

——–

Dr Ardi,SpA bagi Hometreatment Demam pd Anak

Eh ini dr MN Ardi Santosa,SpA yg berdomisili di Solo bagi2 tentang hometreatment untuk deman pd anak di twitternya dng akun @dr_ardi. Disimak yuk!
———
Sy mau bahas dikit tt hometreatment utk “Demam”pada anak..

Setiap anak didunia ini,didesa mau pun di kota pasti pernah mengalami yg namanya “Demam”..sering aybun jd panik karena hal ini..

Suhu normal tubuh anak berkisar 36.5-37.5 dg pengukuran via ketiak yaa..lbh nyaman dr pd via rektal..dan sdh dtinggalkan krn tlalu invasif

Kalau mau ngukur suhu anak jgn pakek “tanganMeter” yaa.tp pakek “thermometer”.ada yg digital cukup 1 dtk,ada yg manul air raksa yg bth 5 mnt

Kepala emang tkadang cendrung lbh “panas” dbanding anggota badan yg lain,maklum “pusat generator” tubuh,alias otak,dia bekerja terus.

Kalau anak demam jgn panik..ukur suhnya,jk datas 38 kasik paracetamol.kalau py anak drmh,gak salah kok kalau slalu sedia paracetamol..

Jgn kasik baju yg tebal,kasik baju yg tipis,nyerap keringat,gak perlu dikrukup krukup deh.kasik minum sbanyak yg dia bisa..

Saat anak demam,kompres dg air hangat ,knp dg air hangat?biar central pengatur panas,menurunkan suhu nya scr sentral krn tubuh sdh “hangat”

Kompres jgn di kepala doang yaa..sy kadang heran ada yg dtempel didahi dikit doang..hakikat mengkompres bkn spt itu

Kompres dgn air hangat,dketiak,perut dada,leher..segera ganti bila handuk da gak hangat..jd jgn ditaruh doang, lebih seperti dibasuh..

Kalau da 3 hari panas naik turun,atau panas diatas 39,anak gak mau minum,muntah,lemas,atau kejang..segera bawa ke dsa atau RS yaa

Sekian tt demam,bsk hometreatment dg topik berbeda. Say No to galau krn demam yaa..be a smart parents.sy mau siap2 bales ptanyaan dr pagi td
——
Maap yaa.. ejaannya nggak saya edit. Pegel posting lewat iPhone 😀

Hasil Seminar PD Bicara Sex dengan Anak

Aaah.. mumpung twit mbak Mona Ratuliu (@mratuliu), salah satu penyelenggara seminar PD Bicara Sex dengan Anak, masih belom ilang dari TL jadi saya sempatkan untuk mengumpulkannya disini. Berhubung kami sendiri tidak bisa ikut karena nemenin Sofia yang ikut lomba menggambar di Burger King Giant Bintaro, maka kumpulan twit ini penting bagi kami sebagai pengingat.

Untungnya kami sudah punya buku enSEXclopedia-nya bu Elly Risman, dkk jadi lumayan paham dengan garis besar dari seminar ini. Ohya, Pembicara utama dalam seminar ini adalah IBU ELLY RISMAN. Beliau adalah penyelamat kami dari jurang kebegoan sebagai orang tua. Mbak Mona ngetwitnya bertagar #EllyRisman & #PDbicaraSEXdngANAK. Ok, mari disimak!

——-

“Jadi ortu JELAS butuh ilmu. Sama aja kayak beli piano, emangnya langsung bisa maen? Ya belajar dulu laaaaah…. ” #EllyRisman#PDbicaraSEXdgnANAK

Faktanya hampir tiap hari di tv kita menyiarkan program/rekonstruksi perkosaan anak & balita. Media elektronik&cetak yg diakses anak byk yg mngandung unsur pornografi. Games, internet, hp, tv, vcd, komik, majalah, dsb

Hmmm.. Byk fakta yg diungkap bu #EllyRisman yg bs dibilang mengerikan… Smp gak enak mau ditweet. Rugi ah yg gak dtg :p

“86% anak usia SD kelas 4,5,6 yg diriset bu Elly sudah pernah lihat film porno… Engkaukah itu anakku?”

“Kami menemukan anak kelas 4,5,6 ngesex dan dishare di bb grupnya… ” #Keselek!

Digelar jg nih riset ibu #EllyRisman ttg pelecehan yg dialami anak SD sampai bgmn perasaan mereka.. SHOCKING!
Orang lain yg melakukan pelecehan kpd anak2.. saudara sendiri, teman, tetangga, supir antar jemput, guru les, dsb #puyeng

Beresin kitanya dulu. Sadari kelalaian kita sebagai ortu. Anak tdk salah, karena otaknya blm sempurna..

Ortu kurang punya waktu untuk anak, tidak punya tujuan pengasuhan, hanyut dgn TREND, pasrah pendidikan agama n penerapan ke sekolah.
Tidak membedakan pengaasuhan anak laki & perempuan, padahal mereka beda. Anak laki2 lebih butuh ayahnya, terutama diatas usia 7thn.
“Jgn kau cabut dunia bermain anak2mu terlalu cepat, nanti kau temukan anakmu dewasa dgn mental yg kekanak2an” Neil Postman
Ortu memberi perangkat teknologi kpd anak tanpa tahu: akibat negatif, penelasan, persyaratan & peraturan agama
Cara komunikasi ortu masih pake cara jadul, tidak paham perasaan anak & remaja. tidak paham cara kerja otaknya.
Nggak ada satu pun bapak2 di ruangan seminar#PDbicaraSEXdgnANAK yg diajak ngobrol/dikasih tau bapaknya dulu tentang persiapan akan mimpi basah..
Hanya 3 orang ibu2 diruangan yg sebelum menstruasi dijelaskan dulu sama ibunya tentang apa itu menstruasi dan mempersiapkannya.
“Jgn mengulang sejarah! Rubah perilaku parenting kpd anak! Siapkan anak laki n perempuan kita menuju dewasa”
Mengasuh seksualitas anak bertujuan: mempersiapkan anak menjadi calon istri/suami, calon ibu/ayah, calon penanggung jawab keluarga.
“Tak terasa nanti tiba saatnya PANEN kesalahan pengasuhan anak, akibat ketidak tahuan kita”

Bedakan SEKS dengan SEKSUALITAS…
– Seks: segala sesuatu yg berkaitan dengan alat kelamin, mejadi laki2 atau perempuan
– Seksualitas: totalitas kepribadian. Bagaimana berbudaya, bersosialisasi, berseksual, menunjukan siapa diri kita..

Balita suka imajinasi. Pura2 main dokter2an/kawin2an.. Ajarkan explorasi emosi, jelaskan juga tentang sentuhan…

Jenis sentuhan yg BOLEH: bahu keatas ( karena kasih sayang, mengusap, membelai kepala, memberi bedak, dsb)

Sekarang bu #EllyRisman praktek tentang bagaimana mengajarkan sentuhan kepada anak umur 5thn.

Sentuhan yg membingungkan: dari bahu smp atas dengkul. Jelaskan detil kpd anak siapa aja yg boleh sentuh, siapa yg tidak.
Sentuhan yg jelek: seseorang meraba2 bagian yg tertutup baju renang. Jelaskan detil apa saja, bentuk sentuhannya, dsb
Peserta belajar menjelaskan kpd anak ttg jenis2 sentuhan sebelum praktek dirumah nanti.
“Mayoritas konsep diri anak cenderung sangat buruk. Karena ortu mengajarkannya dgn terburu2”
Usia SD, ajari anak konsep diri, befikir kritis, mandiri & bertanggung jawab, berhati2 dengan teknologi, jadilah (ortu) model teladan, proaktif.
“Enak sekali bapak-ibu sekalian sekarang mudah mendapatkan info tentang mengasuh anak. Dulu saya…” Ibu #EllyRisman nangis cerita pngalamannya, nangis.
Jangan tunda ajari anak seks & seksualitas sedini mungkin, jangan borongan! Jangan export tanggung jawab! Hadirkan Allah dlm hidupnya…
Mengasuh seksualitas pada anak: ortu harus cepat menyikapinya dan mempersiapkan, melatih omongannya, jangan jaim, gunakan istilah kitab suci.
Ortu bagi tugas, jelaskan (misal dampak positif & negatif  TV, internet, PS, HP). Siapa yg menjelaskan? Ayah/ibu? Kapan target menjelaskannyanya?
Rasa ingin tau anak tentang seks adalah wajar, konsekuensi dari pekembangannya. Ortu harus siap jawab sesuai usia & kecerdasan anak.
Kiat menghadapi pertanyaan yg mengejutkan dr anak: tenang & kontrol diri, tarik nafas panjang “take it easy”,
Kiat menghadapi pertanyaan yg mengejutkan dr anak: cek pemahaman anak ” yg kamu tau apa?”. Ungkapkan apa yg anda rasakan ” mama kaget, dsb”
Jawabnya: KISS( keep information short n simple) / PS (pendek & sederhana). Gunakan kesempatan emas ini untuk menjelaskan.

Kalau belum bisa jawab pertanyaan dr anak.. TUNDA. Jgn terlalu lama dan jangan lupa tepati janji utk menjawab.

Nah, skrg peserta praktek belajar menjawab pertanyaan2 anak… Yg gak ikut seminar rugi ah! Hehehe…

Ayah-bunda peserta seminar #PDbicaraSEXdgnANAK praktek menjawab pertanyaan2 anak.. Susah bgt ih! Asli!http://lockerz.com/s/204720408

—-

Dan berikut ini adalah rangkuman hasil seminar PD Bicara Sex dengan Anak yang ditulis oleh Kelompok Peduli Anak di laman Facebooknya:

Alhamdulillah, banyak banget ilmu yg didapat dari bu Elly Risman,Psi di seminar “Pede bicara Sex dgn Anak” kmrn. Intinya, komunikasikan hal ini sejak anak msh kecil (balita). Bicarakan sesuai dgn tahapan usianya dgn bhs yg simpel, jelas dan kunci dgn nilai2 agama; Hadapi pertanyaannya dgn tenang. Rasa ingin tahu anak akan seks adl wajar, konsekuensi dari perkembangannya.Dual parenting dimana peran ayah tdk tergantikan oleh ibu dalam penegasan seksualitas pada anak. Hati2 dgn bahaya pornografi yg mengintai anak2 kita… Be a smart parents… 🙂

Gimana Pak, Bu? Bingung? Kaget? Nggak jelas? Kalau pingin jelas silahkan ikuti seminarnya. Kumpulan twit di atas hanyalah garis besarnya saja. Kelompok Peduli Anak sebagai penyelenggara seminar ini sering kok membuat seminar bersama ibu Elly tentang pengasuhan anak, dll. Silahkan saja gabung di FB/twitter-nya biar tahu apa tema dan kapan ada seminar selanjutnya. Nggak rugi kok, saya selalu sakau untuk ikut lagi dan lagi walaupun setelah ngikutin beberapa seminar bu Elly saya selalu merasa ditampar-tampar sampe melek mata dan pikiran saya. So, dont be hesitate to joint them!

Mengapa Banyak Pakar Menyusui Tidak Menyarankan Penggunaan Dot?

Berikut ini saya rangkumkan sharing dari mbak Nia Uamar di Twitter (@housniati) tentang alasan mengapa banyak pakar menyusui tidak menyarankan penggunaan dot. BEliau adalah Public Health Student & Deputy Chairwoman of Indonesian Breastfeeding Mothers Assosiation @AIMI_ASI.

——-

Mo sharing dikit ttg kenapa banyak pakar #menyusui tdk menyarankan penggunaan dot;

(1) Alasan terlazim: karena bikin bingung puting.

(2) a.Mungkin bayi kita bisa bolak balik ganti2an pake dot & balik nyusu ke payudara, tapi perlahan2 biasanya produksi asi ikut drop. Kenapa?
b. Krn mekanisme bayi menghisap botol dgn menyusu di payudara itu beda. Bayi mencari ‘aliran’ yg deras & botol fasilitasi itu…
c. Jika payudara tidak bisa imbangi derasnya ‘aliran’ dari botol itu,maka produksi ASI perlahan2 akan turun. Badan kita ‘kalah’ dengan botol.

(3) Dot lebih sulit dibersihkan dibandingkan penggunaan gelas kecil.

(4) Dari perspektif isu lingkungan; penggunaan dot tdk ramah lingkungan krn terbuat dari plastik & perhatikan jg jenis2 plastik

(5) Penggunaan dot yg jg ada pengaruhnya ke perkembangan otot & rahang mulut bayi. Krn mekanismenya yg beda tadi dgn menyusu .

(6) Ada busui yg beruntung produksi ASI ngga drop biar pun anaknya pake dot.Tp penting utk diingat,tdk semua pasang ibu-bayi sama ya 😉

(7) Penggunaan gelas kecil memang rasanya tdk mudah. Tp bs dilakukan, dgn komitmen, kemauan & berpikir positif. Cek vid:http://bit.ly/r5fQcD

(8) Ada yg bilang jika proses menyusui udah mantap antara ibu-bayi; bisa pake dot? Bisa ya & bisa tidak. Krn bisa jd bayi ngga papa tapi produksi ASI drop.

(9) Saran saya, drpd resikokan hal yg tdk pasti, lebih baik hindari dot. Spy proses menyusui lancar sampe tujuan yg diharapkan 🙂

(10) Ohya satu lagi: pemasaran dot (&empeng) itu masuk dlm aturan#kodeWHO. Jadi ini termasuk yg bisa banget ‘ganggu’ proses menyusui.
(11) Jadi terus terang saya #GagalPaham kalo ada nakes (tenaga kesehatan) yg bilang “bingung puting itu mitos” krn udah banyak faktanya & penelitiannya
(12) Mungkin nakes2 itu blum pernah liat langsung gimana bayi menolak menyusu & merasakan bagaimana perasaan ibu yg ditolak menyusu 🙁

(13) para #busui yg mungkin ‘terjebak’ dgn kondisi bayi menolak menyusu/tiba2 produksi #ASI drop, segera hub #KonselorMenyusui yaa

(14) Semoga dgn komitmen kuat, kerjasama dgn keluarga di rumah & berpikir positif,bayi bisa berhasil nyusu kembali & singkirkan dot selamanya 😉
————
Demikian semoga bermanfaat bagi ibu-ibu yang sedang menyusui. HIDUP MENYUSUI! PAYUDARA KITA HAK ANAK KITA 😀

Otak Kreatif Setiap Anak (Manusia) Tak Datang Tiba-Tiba

Obsesi nih ngumpulin kultwit dari akun @anakjugamanusia. Soalnya saya pribadi sebagai orang tua sangat merasakan manfaatnya sejak memfollow akun itu di Twitter. Alasan lainnya sih simple: Saya nggak mau ilmu yg saya yakin pengaruhnya luar biasa ini sebatas dinikmati para ortu dan ortu wanna be di dunia Twitter. So kalo saya copas di blog sini & FB, semoga yang nggak punya akun Twitter setidaknya bisa membaca kultwitnya.

Kali ini @anakjugamanusia kultwitnya bertagar #otakkreatif, cekidot!

Dear Parent’s, malam ini kami akan Kultwit tentang Kemampuan dasar otak Manusia di #otakkreatif, Semoga Manfaat.

1. Ada beberapa hal yg seringkali ditanyakan oleh, rekan2 dari Dunia Usaha, Pendidik, Guru & Ortu.
2. seperti “Kenapa ya kok Karyawanku ini sulit diajak Kreatif ya?”, “kenapa ya, sulit sekali mencari karyawan yg kreatif?”
3. “kenapa ya, memberikan Bonus, Tunjangan / tambahan Penghasilan seringkali tdk membuat orang mjd Kreatif?”
4. “Kenapa ya, kok banyak anak2 Muda kalo diajak berpikir, memilih menghindar?”, “knp ya byk lulusan PT yg nggak kreatif?”
5. “Kenapa ya, kok banyak Orang cenderung Emosional dalam menyelesaikan suatu Permasalahan?”
6. Biasanya kami jawab “Nggak tau tuh”, “loh gimana sih?” pada protes, ya Karena kami benar2 Tidak Tau, hehe
7. Kemudian, pertanyaan2 tersebut mulai terjawab. bahwa Semua ini dimulai dari Pendidikan saat masih anak-anak!
8. kami pernah membaca bukunya “Ayah Edi”, yg mengatakan bahwa Otak Manusia memiliki 3 Kemampuan Dasar
9. yaitu; Kemampuan Berpikir/Nalar, Kemampuan Kreatif, lalu Kemampuan Menghafal
10. Nah ini menarik, Sayangnya saat Sekolah seringkali yg di asah pada anak2 adalah Kemampuan Menghafalnya
11. dari SD sampai kuliah, hampir semua Ujian / Test isinya adalah Hafalan yg semuanya ada di buku & Internet
12. pdhl dlm Dunia Kerja & Selepas Sekolah, Kemampuan yg sering digunakan adalah Kemampuan Berpikir & Kemampuan Kreatif
13. Bayangkan pertanyaan2; “Sebutkan nama2 Menteri?”, kenapa nggak sekalian “sebutkan nama2 istri menteri”, hehe
14. lalu pertanyaan hafalan, “Apa yg terjadi antara 1825 – 1830?”, ya jelas2 jawabnya ada di buku “Perang Diponegoro
15. Mengapa tidak Pertanyaan; “menurutmu Semangat Pangeran Diponegoro, bila diterapkan dalam se-hari2, akan seperti apa?”
16. wah, itu Pertanyaan yg akan memacu Kemampuan Berpikir, juga anak belajar mengambil hikmah dari sebuah peristiwa
17. pernah diberitahu oleh Rekan yg di luar Negeri, bahwa PR anak2 setara SD disana hanya sedikit Sekali
18. kadang hanya 1 Pertanyaan seperti ini “Apakah Idemu untuk Merubah Dunia?” & jawabnya Lesan Pula di depan Kelas, wooww
19. ini memacu Kemampuan Berpikir, Kreatif & Melatih Kemampuan mempresentasikan Pikiran & Imajinasi anak
20. yak, sistem pendidikan kita memaksa Anak2 seringkali hanya diasah & dilatih Kemampuan Menghafalnya
21. lalu tiba2 saat Kerja & Selepas Sekolah/Kuliah, anak2 hrs Memiliki Kemampuan Berpikir & Kemampuan Kreatif?
22. ini Menjadi PR besar Kita semua. Sulit sekali mengubah sistem yg sudah seperti ini, Namun kita selalu punya kesempatan
23. kita bisa memulainya dalam keluarga kita, beri ruang bagi anak untuk berpikir & kreatif
24. hargai setiap pendapat anak, hargai idenya, beri juga apresiasi pada karya2 anak, apapun itu
25. jangan justru kemampuan2 berpikir & kreatif anak yg sangat mereka butuhkan nantinya, kita mandulkan dgn sikap2 kita
26. Sikap sering meremehkan ide anak, pendapat & karya anak, akan membuat kemampuan2 tersebut malah tumpul
27. kemampuan berpikir & kreatif anak mestinya harus kita tumbuhkan keatas, bukan kita tekan2 kebawah
28. Semakin tajam kemampuan berpikir&kreatif anak, semakin anak bisa menyelesaikan persoalan2 yang kelak ia hadapi

Demikian Parent’s, Kultwit malam ini di #otakkreatif, semoga bermanfaat, kami doakan anda Sehat selalu.

Alhamdulillah, akhirnya sudah ketulis juga. Semoga habis ini bisa tidur nyenyak karena nggak merasa punya hutang hehehe. Good nite!

 

 

Meniup Balon dengan Ragi dan Gula

Siang pulang sekolah Sofia punya ide untuk praktek membuat balon karetnya mengembang dengan cara sains seperti yang pernah dia praktekkan di sekolah. Kebetulan kemarin siang pas take away di Bakmi GM Sofia minta balon. Jadilah balon warna merah itu yang kita buat praktek.

Awalnya Sofia ngotot bahwa bahan & alat yang dibutuhkan selain botol, balon karet, air hangat dan gula adalah garam. Saya enggak yakin tapi   saya diam saja. Baru ketika kami mau memulainya saya minta Sofia melihat ulang apa yang dibutuhkan di portofolio TK A-nya. Setelah bongkar-bongkar portofolio jaman TK A, ketahuan deh kalo bahannya enggak pakai garam melainkan RAGI 😀

Berlatih Membeli

Kami tak punya ragi, saya pun mengajaknya membeli ragi ke warung. Mengingat kemarin pas open school di sekolah Sofia sangat bangga pada dirinya karena ternyata dia berani membeli sendiri sebuah craft di bazar kakak SD, maka kali ini saya suruh dia sendiri yang beli raginya.

Saya tunggu dia di atas motor di depan warung, saya beri uang rp5,000,- saya ajarin untuk bilang: beli (ragi) Fermipant, bu. Awalnya dia menolak karena malu. Seperti biasa klugat klugetnya. Tapi saya ingatkan betapa bangganya dia pas beli sendiri di bazar kemarin. Dengan senyum dia bertanya: nanti kembaliannya berapa? Saya bilang enggak tahu, nanti kita lihat saja. Atau nggak tanyain berapa harganya. Eh dia malah pingin mundur lagi gara-gara terdengar ribet. Jadinya saya suruh saja memberikan uangnya nggak pake nanya berapa harganya. Dia pun semangat masuk warung yang sedang sepi.

Karena nggak ada orang di warung, dia mendekat ke rumah si pemilik warung sambil berteriak: BELIII!!! Hihihi senang deh melihat anakku makin berani. Lalu dia keluar dengan senyum lebar menyerahkan si ragi dan uang kembalian pada saya. Ini berapa, Ma? Saya pun mengajari dia pengurangan 5,000 – 1,500 (uang kembalian). Dia mengangguk-ngangguk tapi sedikit bingung hahaha. Tapi dia tahu kalau itu uang logam seribu dan lima ratus rupiah.

Let’s Practice!

Ragi sudah ada. Lalu dengan menggunakan botol bekas cairan Dettol kami mulai bereksperimen: setelah saya siapin air hangat, Sofia yang memasukkan 2 sendok gula pasir dan dua sendok ragi ke dalam botol. Lalu dia tuangkan air hangatnya. Lalu dia kocok-kocok. Karena mulut botol lebar, dia kesulitan memasang lubang balon ke mulut botol. Maka saya yang melakukannya. benar-benar sulit dan butuh tenaga ekstra euy! Seru deh, Sofia sampai ketawa ngakak karena emaknya mleset terus hehehe. Setelah terpasang, kita taruh itu di teras belakang deket meja makan.

Tak lama kemudian saya menyiapkan makan malam, eh saya lihat balonnya sudah mengembang! Kami pun kegirangan. Ayah langsung mengajak tos Sofia karena keberhasilannya. Tak ketinggalan tos juga sama mamanya 🙂 Sofia sangat takjub karena katanya di Sekolah dulu butuh waktu lama nunggu balonnya mengembang, sedangkan sekarang tak sampai satu jam balon itu sudah mengembang hehehe..

Kata Ayah kalau gulanya lebih banyak bisa lebih besar mengembangnya 🙂

Pengetahuan yang di dapat Sofia

Kami pun menjelaskan kenapa si balon dengan begitu bisa mengembang sendiri? Karena si Ragi memakan si gula yang pada prosesnya menghasilkan gas karbondioksida / CO2 yang lalu membuat si balon mengembang. CO2 itu sama dengan nafas yang kita keluarkan. Jadi kalau kita meniup balon itu kita meniupkan CO2. Eh iya, kalo kita bernafas itu yang kita hirup oksigen / O2.
Mendengar penjelasan kami Sofia menyeletuk:
Jadi kalo kita niup balon, nafas kita ada di dalam balon dong, Ma!
Hehehehe…iya nak…

Mengapa Anak TK Tak Boleh Diajari Calistung?

Bahkan Mice pun sadar dng masalah sekolah di negeri ini! @ Kompas 4/3/2012

Pertanyaan bpk ANH:

Apa dengan tidak mengajarkan ke anak (Calistung) di usia emas nya itu berarti memanjakankan anak yang memiliki kemampuan akademisnya…..

Kita khan bisa menyelipkan huruf2 ato angka2 dalam proses bermain anak. Kalau mereka mampu kenapa tidak diteruskan (kemampuan otak anak juga berbeda-beda ada yang mudah nangkap dan ingatannya tajam dan ada juga yang tidak khan Bu…..)

Jawaban:

Jd begini Pak, kami menyadari bahwa mayoritas orang Indonesia itu tdk memahami perkembangan otak anak, hal itu mengakibatkan para ortu salah mengasuh dan para guru salah mendidik. Dan apa akibatnya dr salah2 itu?

Kita bisa lihat orang tua yg seharusnya sdh dewasa bertingkah spt anak2. Banyak. Contoh gampangnya anggota DPR kita yth. Tingkahnya persis anak TK. Kerja nggak bener tp minta imbalan lebih, nggak dikasih ma rakyat tp malah ngelunjak.

Contoh ke-2, kita lebih banyak mencetak insan2 bermental pegawai bukan visioner, bukan pakar/ahli dibidang masing2, bukan orang2 yg bermental pengusaha pembuka lowongan kerja. Rakyat Indonesia tdk suka mengambil resiko kegagalan, pilih jd pegawai krn tenang mendapat gaji bulanan tp ketika di PHK kelabakan nggak punya keterampilan.

Contoh ke-3, kita terbiasa mengapresiasi rangking teratas (5/10 besar), nilai sempurna (80-100) kita jarang mengapresiasi kerja keras mereka dalam belajar. Padahal ada anak yg sudah belajar mati2an tapi mereka tetep gak dpt nilai bagus gak dapet rangking krn kemampuan mereka tdk sama dan bakat mereka pun beda2. Akibatnya? ketika UN sekolah melakukan kecurangan diamini oleh ortu (sdh terjadi bukan?) Kalau anak2 kita terbiasa dihargai kerja kerasnya bukan angka atau nilainya semata, mereka pasti menolak disuruh curang, karena mereka PD dengan hasil usaha belajarnya sendiri, tapi nyatanya…buanyakkk anak2 itu yg melaksanakan perintah memalukan itu. Dan kita sekarang pun memiliki pahlawan cilik kejujuran segala.

Para ahli otak di dunia termasuk di Indonesia semacam Indonesian Neuroscience Society sdh lama melakukan penelitian bahwa: otak anak2 itu belum berkembang sempurna(matang) hingga dia berusia 20-25th! stlh sempurna baru mereka dianggap yg namanya “Dewasa”. Bayangkan!

Otak kita dibagi 3: batang otak (diatas leher), limbik (kepala bg belakang), dan pre frontal cortex/PFC (kepala bag depan/di jidat). Perkembangan ketiganya itu pun sesuai dng urutan diatas. Jd PFC itulah yg terakhir berkembang dng sempurna dan yg menandakan seseorang mjd dewasa.

Kita pasti sdh familiar dengan kisah Rosulallah yg ketika mengimami sholat beliau sujudnya lamaaaa sekali. Lalu para sahabat bertanya: “kenapa lama? apakah Rosulallah sedang menerima wahyu dr Allah SWT?” Rosul menjawab:”tidak, cucuku tadi menaiki punggungku”. Jd beliau menunggu sampai cucunya turun dr punggungnya. Beliau tdk memberi isyarat pd cucunya unt turun. Tak spt kita, kalau kita paling dicubit itu anak hahaha.. benar bukan?

Apa yg kita petik dr kisah diatas? Rosul lebih mementingkan/mendahulukan cucunya yg sedang bermain2 ketimbang ibadahnya! Subhanallah…!

Dan apa hubungan kisah diatas dengan perkembangan otak?

Sambungan otak anak2 itu belum sempurna, otak mereka baru siap menerima hal2 kognitif pada usia 7-8 th. Sebelum usia itu, dunia mereka yg pantas adalah hanya bermain, bermain dan bermain. Dan mereka PUN tidak boleh DIMARAHI. Allahuakbar! Sebelum ada ahli otak yg meneliti, Rosulallah sudah menerapkan hal itu pada cucunya!

Lalu apa akibatnya kalau masa2 usia bermain mereka direnggut untuk belajar hal2 yg kognitif? –> Dewasanya kelak mereka bertingkah spt anak kecil: suka mengurung burung demi kesenangannya sendiri, sakit2an karena ingin diperhatikan orang2 sekitarnya, spt anggota DPR yg saya tuliskan di atas, korupsi demi kepentingan diri sendiri/keluarga/golongan dan tdk merasa bersalah malah ngeles terus di pengadilan, dannn sikap kekanak2an lainnya

Kalau kita ingin membuktikannya, ada ciri2 yang mudah kita lihat bahwa perkembangan otak anak2 belum siap untuk menerima hal2 kognitif :

(1) ketika kita membacakannya sebuah cerita/dongeng mereka akan meminta kita mengulanginya lagi, lagi dan lagi. Kita yg tua sampai bosen tp dia tak pernah bosen mendengar cerita kesukaannya itu diulang2 berkali-kali berhari-hari.
(2) mereka yg antusias belajar membaca lalu bisa, tapi mereka tidak paham dengan apa yg mereka baca.

Silahkan dipraktikkan.

Kalau mereka hari ini minta dibacakan cerita A besok minta cerita B besoknya lagi C esok lagi D dan kalau mereka sdh paham dengan apa yg dibacakan, artinya otak mereka sdh siap menerima hal2 yg kognitif.

Lalu apa yg seharusnya kita ajarkan pada mereka (0-7/8th)?

1. JANGAN DIMARAHI

2. TIDAK DIAJARKAN MEMBACA, MENULIS, MENGHITUNG.

3. Bermain role play; memahami bahasa tubuh, suara dan wajah; berbagi hal yg memberikan pengalaman emosional, field trip, mendengarkan musik, mendengarkan dongeng,

4. Bahkan, anak usia 0-12th pengasuhan dan pendidikannya ditujukan untuk membangun emosi yg tepat, empati, (mood & feeling)

 

Jadi, aturan pemerintah tentang usia masuk SD harus minimal 7th itu bukan tanpa alasan.

Tentu boleh2 saja menyelipkan angka dan huruf, tapi tidak belajar membaca dan menulis dan menghitung.

Mudah nangkep & ingatannya tajam atau tidak bukanlah ukurannya.

Bagaimana dengan tidak mengajarkan anak calistung diusia emas diartikan kita memanjakan anak? wong dia belum bisa mikir itu sudah waktunya dipelajari atau belum 🙂 Usia emas itu jualannya susu Formula Pak.. 🙂 Usia emas semestinya kita artikan sebagai masa2 tumbuh kembang anak yg paling pas untuk kita tanamkan budi pekerti dan akhlak yg mulia.

Slogan TK: bermain sambil belajar, belajar seraya bemain JANGAN diartikan dng BELAJAR calistung.

Para peneliti otak diseluruh dunia sepakat bahwa PFC seorang anak belum siap untuk dijejalkan hal2 yg kognitif. Apa akibat dr pemaksaan terhadap hal2 kognitif?

– membuat anak tidak mampu menunjukkan emosi yg tepat.

– kendali emosi (intra personalnya terganggu)

– sulit menunjukkan empati.

Sudah banyak ortu yg mengeluhkan: anak2nya ketika masih usia dini sangat antuasias belajar CALISTUNG lalu ortunya merespon dengan memberikan porsi lebih banyak entah mengajari sendiri secara intensif atau memasukkannya ke les2 calistung daaannnn ujung2nya datang pada satu masa anak2 itu bosan lalu akhirnya mogok belajar mogok sekolah. mereka menjadi malas. Itu terjadi karena otaknya yg terforsir sudah kelelahan. Bahkan ada yg saat mau ujian malahan blank, nggak bisa mikir sama sekali.

Tenang, Pak… kita hanya perlu waktu 3 bulan untuk melatih seorang anak bisa metematika, namun diperlukan waktu lebih dari 15 tahun untuk bisa membuat seorang anak mampu berempati, peduli teman dan lingkungan serta memiliki karakter yang mulia untuk bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik. Ini sudah terbukti.

Jadi sudah sangat jelas alasan saya tidak setuju dengan diadakannya lomba calistung untuk anak TK dan sederajat di Madrasah kita. ahh belum lagi efek kejiwaan yg dihasilkan pd anak2 itu karena mengikuti lomba2 terlalu dini apalagi calistung. Sudah terlalu panjang, kapan2 Insyallah saya tulis jg disini.

Wassalam.

 

*Pengetahuan yg saya tulis diatas saya dapatkan (sarikan) dari hasil mengikuti seminar2 parenting ibu Elly Risman, Psi dan talkshow2 serta tulisan2 Ayah Edy.

*Ini saya lampirkan Surat Edaran Dirjen Mandikdasmen tentang larangan Calistung pada PAUD dan larangan ujian/tes untuk masuk SD. Silahkan di download. Bisa ditunjukkan pada sekolah yg memberlakukan syarat tes calistung untuk masuk SD dan sederajat.

 

 

Meluruskan Vaksin/Imunisasi oleh Dokter Oei

Pagi ini, 15 Desember 2011, dapat ulasan yg sangat komprehensif tentang VAKSIN/IMUNISASI dari dokter Oei lewat akun twitternya @drOei. Saya sudah ijin untuk copy paste ke blog dan FB biar teman-teman yg lain bisa ikut membaca sebagai tambahan pengetahuan 🙂 Ini sdh saya urutkan sesuai tweetnya dr. Oei tanpa saya tambah atau kurangi. Kalau ingin berdebat lebih lanjut, silahkan lewat twitter dengan dr. Oei (@drOei) langsung ya… 🙂 Fyi: beliau muslim 🙂

———————-

Makin bingung dg vaksin? Atasi ‘ketakutan’ terhadap vaksin dengan cari tahu manfaat & kandungan vaksin, buka wawasan – percuma berdebat tanpa dasar.

Ketakutan no.1: tidak yakin manfaat vaksin? Vaksin dirancang untuk menggugah respon imun tubuh terhadap penyakit yg potensial berbahaya

Karena sifatnya spesifik, tiap vaksin bekerja mencegah penyakit tertentu – untunglah beberapa jenis vaksin bisa dicombo sehingga lebih efisien

Sifat yg spesifik ini berbeda dengan suplai zat2 imunitas pasif dari ASI yg bersifat umum – bayi ASI terbukti lbh sigap merespon vaksin apapun

Perlindungan vaksin memang tidak 100%, tp sangat berguna mencegah terjadi komplikasi fatal jika tertular (naudzubillah) » ini hrs dipahami 🙂

Ketakutan no.2: tidak yakin dg kandungan vaksin? Dlm vaksin terdapat komponen aktif, pelarut, pengaman, dan zat tambahan yg masing2 ada fungsinya.

1) Komponen aktif dlm vaksin terdiri dari bakteri/virus yg dilemahkan/dimatikan, atau sebagian/produk dr bakteri/virus yg dpt merangsang respon imun.

Komponen aktif vaksin yg beredar sdh melalui uji preklinis & uji klinis bertahun2, sehingga hanya buat tubuh bereaksi tanpa menjadi sakit

Karena itu hrs dipastikan, kondisi sebelum imunisasi hrs fit – agar tubuh bisa membuat perlawanan & jadi kebal saat tertular (kelak)

2) Pelarut vaksin – umumnya cairan fisiologis steril, ditambahkan utk membuat vaksin berwujud cair, sehingga dapat disuntikkan/diteteskan

3) Pengaman berfungsi mencegah vaksin terkontaminasi jamur/kuman – juga utk menjaga stabilitas & kinerja vaksin

Pengaman dlm vaksin sering dijadikan alasan menolak vaksin » vaksin mengandung merkuri? bisa bikin autis?

Faktanya, thimerosal (etil-merkuri) terbuang dari tubuh 7x lbh cepat dibanding metil-merkuri & kadar kumulatif slm 6 bln < ambang aman paparan

Sejak th 2001 thimerosal tdk digunakan lg dlm vaksin DTP, HepB & Hib – sedangkan MMR, yg ramai diperbincangkan, tidak mengandung thimerosal !

Anggapan MMR memicu autis sudah diklarifikasi dengan berbagai penelitian, bahwa tdk ada hubungan sebab-akibat » autis terjadi bkn krn vaksin !

4) Zat tambahan bisa berupa pengikat agar vaksin lebih mudah dikenali sel imun, atau sisa2 bahan yg dipakai selama proses pembuatan vaksin

Zat tambahan yg dikhawatirkan » paparan aluminium? gelatin dari bahan haram? albumin telur bikin alergi? Bahas 1-1 yuk biar puas 🙂

Selain dari vaksin, sejak lahir bayi terpapar garam aluminium dari lingkungan sekitar – udara, air, obat2an, makanan, bahkan ASI & sufor !

Kandungan gram aluminium ASI ±40mcg/L, pd sufor ±225mcg/L, dlm vaksin DTaP ±625mcg/L » tp ingat, dosis vaksin hanya 0,5mL saja kan?

Apa itu gelatin? Gelatin = bahan kolagen (dr sel/jaringan sapi/babi) » berfungsi sebagai stabilizer supaya vaksin tdk mudah rusak saat disimpan

Tidak semua vaksin mengandung gelatin, beberapa yg bersinggungan dengan produk porcine (enzim babi) adalah vaksin meningitis, MMR, IPV, rotavirus

Tentang alergi vaksin krn mengandung telur, yg terdapat pd vaksin MMR & influenza hanya residu (sisa) protein telur yg dipakai sbg media pembiakan

Ketakutan no.3: tidak yakin krn beda ideologi? Kita memang masih harus impor vaksin – tp apa iya barang impor sengaja ditujukan mencelakai anak2 kita?

Bagaimana dg vaksin produksi dlm negeri yg sudah diakui & digunakan di >100 negara – klo ini senjata bioteroris, artinya ‘ke-2 kubu’ sdh impas kan? :p

Ada lg argumen vaksin haram krn memakai janin – yg dimaksud adalah embrio, yg selnya bersifat ‘imortal’/hidup abadi » contohnya sel punca

FYI, krn virus rubella hanya bisa hidup pd sel manusia – sehingga membiakkan vaksin tersebut hrs dg kultur jaringan manusia, tp tetap pakai etika 🙂

Induk vaksin rubella diambil dr janin yg terinfeksi rubella (sdh abortus) di th 1965, sampai saat ini induk vaksin tersebut masih digunakan kok 🙂

‘Barang haram’ dlm vaksin » babi, masih diperdebatkan & terus disebut2, tanpa penjelasan bahwa tidak semua vaksin diproses dengan gelatin dari porcine

Pd kemasan vaksin yg beredar sdh ada peringatan ‘pd proses pembuatan bersinggungan dengan bhn bersumber babi’ – pls cek dulu, jgn asal curiga 🙂

Kembali pd iman masing2, apakah transformasi sel hewan menjadi substansi tidak murni (gelatin), sudah melalui pencucian berkali2 & tidak untuk dimakan = haram?

Rumor konspirasi, ‘pembantaian’ janin, vaksin mengandung babi, dll perlu direnungkan lagi – tidak lantas ikut arus tanpa tau asal muasalnya

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap otonomi ortu, imunisasi = hak anak. Tdk ada paksaan, cukup gunakan ilmu & keyakinan untuk pilih yg terbaik 🙂

—————

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: