Mengapa Anak Tantrum/Marah-Marah dan Cara Penanganannya

Berikut ini adalah kultwit tentang tantrum/marah2 pada anak oleh @tentanganak 🙂

———–

Temper tantrum adalah ledakan kemarahan yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa terencana.

Ketika mengalami tantrum, anak-anak cenderung melampiaskan segala bentuk kemarahannya.

Bentuk kemarahannya bisa menangis keras-keras, berteriak, menjerit-jerit, memukul, menggigit, mencubit, dsb.

Umumnya, tantrum /marah2 pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30 detik sampai 2 menit saja.

Tantrum biasanya terjadi pd anak usia 1-4 thn. Namun anak2 yg lebih tua, bahkan orang dewasa pun bisa mengalami ledakan kemarahan ini.

Dan pd dasarnya, marah2 pada anak2 usia 1-4 tahun adalah hal yg wajar terjadi bagi usia mereka. Kebanyakan anak2 mengalami hal ini.

Temper tantrum biasa terjadi karena beberapa hal pemicu. Diantaranya adalah:

1. Frustrasi. Jangan dikira hanya orang dewasa saja yang bisa frustrasi. Anak-anak pun mengalami hal ini.

Misalnya, anak-anak akan menjadi cepat marah manakala mereka tidak bisa mencapai sesuatu yang sangat mereka inginkan.

Dalam artian, mereka gagal. Kegagalan memicu rasa frustrasi, dan akhirnya kemarahan itupun meledak.

2. Lelah. Anak2 yg kelelahan, akan menjadi mudah marah. Aktivitasnya yg padat & sedikit waktu bermain akan membuat anak cepat marah & emosi.

3. Orangtua terlalu mengekang. Sikap orangtua yg terlalu banyak mendikte & mengekang anak, jg dapat berpengaruh bagi emosinya.

Anak yg merasa jenuh dgn kekangan orangtuanya, suatu saat akan mencapai titik puncak kejenuhan, & marah2 adl salah satu bentuk ledakan tsb.

4. Sifat dasar anak yang emosional. Beberapa anak mewarisi sifat dasar emosional dari orangtuanya.

Mereka ini cenderung tidak sabaran, gampang marah meski karena hal-hal kecil. #tantrum
tentanganak 22 hours ago

5. Keinginan tak dipenuhi. Salah satu kesalahan yg sering kali dilakukan orangtua adalah mereka begitu mudahnya membujuk anak2 dgn iming2.

Menangis sedikit, anak dibujuk dgn es krim atau mainan. Nah, akhirnya ini akan menjadi kebiasaan, & anak2 mengenali pola ini.

Suatu ketika, ia memiliki keinginan akan sesuatu, ia akan menangis & mengamuk jika keinginan tsb tdk segera dipenuhi oleh orangtuanya.

Nahh… itu tadi penyebab anak tantrum.. trus bagaimana cara mengatasinya? cekidot.. 🙂

Oh iya, ini bagian terpenting ya.. jadi tolong bantu RT buat Parents yg lain biar makin bermanfaat..

Mengatasi anak2 yg sedang mengamuk itu gampang2 susah. Penuh dilemma. Ada beberapa kiat yg bisa kita gunakan utk mengatasi masalah ini.

1. Cari tahu penyebabnya. Dgn mengetahui penyebab anak2 mengamuk, kita akan mudah menentukan langkah yg harus diambil dlm menghadapi mereka.

2. Jangan ikut emosi. Biasanya, orangtua akan ikut-ikutan menjadi emosi manakala anak mereka mengamuk.

Ortu bisa memukul, mencubit. Apakah itu solusi? NO. Anak bukannya akan belajar mengatasi kemarahan mereka, tp akan menganggap ortunya jahat.

3. Abaikan dan ajari anak mengatasi kemarahannya. Jangan turuti semua hal yang diinginkan pada saat itu juga.

Bersikap cuek & tdk memperdulikan kemarahannya, adl cara yg sangat jitu utk membuatnya tahu, bahwa kemarahan tdk bisa membeli keinginannya.

Katakan padanya, bahwa hanya anak2 yg menyampaikan keinginan dengan cara yang baiklah yg akan mendapatkan keinginannya itu dari Anda.

Bukan dgn amukan, tangisan, bahkan berguling-guling. Sikap tegas & konsistensi Anda dgn sikap ini akan membuatnya berlatih lebih disiplin.

4. Sudut diam. Tidak perlu mengurung anak di gudang/kamar, main kunci pintu atau rantai. Cukup sediakan kursi yg Anda sebut sbg kursi diam.

Saat mengamuk, dudukkan anak disana, dan ia tidak boleh kemana-mana sampai ia bisa menenangkan diri.

Bisa juga meminta anak utk masuk ke kamarnya sendiri & menenangkan diri. Ia boleh keluar & kembali menyapa Anda setelah ia tenang.

Normalnya, memasuki usia 5 thn, saat anak mulai bersekolah & bergaul dgn teman sebayanya, mereka mulai dpt mengatasi gejolak emosi mereka.

Sesekali mungkin anak akan marah, tapi, mereka lebih bisa menahan diri.

Jika dlm waktu bertahun2 di masa sekolah anak blm juga bisa mengatasi permasalahan ini, kemungkinan besar anak bermasalah dgn emosinya.

Bisa jadi, masalah dengan emosi ini karena anak mengalami kesulitan belajar atau kesulitan bergaul dgn lingkungannya.

Bila hal tsb terjadi orangtua wajib untuk berkonsultasi pada ahlinya untuk mengatasi masalah.

Sekian dulu bahasan ttg tantrum pd anak & cara mengatasinya. Yg bantu RT mimin doain dapet pahala & banyak rezeki. Amiin.. 🙂

——–

One response to “Mengapa Anak Tantrum/Marah-Marah dan Cara Penanganannya

  1. My kids are pretty good now but only after a lot of hard work. Bot my kids went tgruohh a phase where they would only eat 5 things. It made going out so difficult and it was becoming so wasteful whenever I would buy and make something new and they wouldn’t even try it. We implemented a rule that you have to try at least 5 bites of something new before you declare you don’t like it. Also, if there is any crying or complaining about dinner they go in timeout. If they’re not going to eat, they can sit there politely while the rest of us do. This usually works really well because they do get hungry enough sitting there that they actually eat. Thanks for sharing the article too – I liked it!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: