Archive for the ‘Current Affairs’ category

Kuliah Lagi! (Ada Masalah Lagi)

February 23rd, 2010

Mulai besok, Rabo tgl 24 Feb, saya aktif kembali ke kampus. Jangan tanya saya masuk semester berapa? Karena saya sendiri lupa dan malas menghitungnya hehehe. Yang pasti kalo nggak semester genap ya ganjil.

Masalahnya sih bukan masih masuk hitungan kesepuluh jari tangan nggak jumlah semester saya? Melainkan saya ngulang matkul ini ambil jam pertama yaitu pukul 8 pagi!

Karena matkul yg sama ada pd malam hari lagipula dosennya yang dulu ngasih saya D, jd saya putuskan sangat bulat-bulat nggak ngambil dia lagi.

Nah, ini baru masalah sebenarnya. Rumah kini jauh dari kampus. Naek sepeda motor ga berani. Ngangkot oper 4 kali. Macetnya bikin pusing kepala. Satu-satunya cara yang paling sip adalah nebeng Papi. Jadi perjalanan lebih singkat karena lewat tol.

Jadi doa saya semester ini adalah: semoga setiap hari Rabo Papi masuk kantor seperti biasa berangkat jam 7 pagi. Amiiiiiiinnnnn

RUPPA RUPPANYA Allah gak langsung mengabulkan doa saya. Melainkan menguji saya terlebih dahulu. Nyatanya, hari pertama kuliah besok Papi mo tugas ke Palembang! Iiiihik ihik…

Artinya saya harus ngangkot. Berarti saya harus berangkat sangat pagi sekali. Artinya saya harus masak lebih puagi. Berarti saya harus bangun super pagi. Tapi jam segini (11:42 PM) saya malah belum ngantuk! Perasaan gak enak nih besok mata mau melek jam brapa :(

Doa lagi ah: Ya Allah, semoga cuma besok saja ya tebenganku gagal. Semoga hari rabo-rabo berikutnya aku bisa nebeng terus. Amiiiinnnnnn….

Bubur Thailand – Khao Tom

January 11th, 2010

Khao Tom Goong

Sejak nemu daun ketumbar di Carefour, saya makin tertarik nyobain resep masakan Thailand. Terutama Thom Yam dan Khao Tom. Soalnya dua makanan itu yang paling melekat di hati pas backpacking ke Thailand tahun kemarin. Trus gitu, mencium aroma daun ketumbar seakan-akan membawa saya kembali ke Krabi dengan bau pantainya yang khas :D

Thom Yam yang saya lahap pas di Phi Phi island Krabi lah yang selalu terbayang-bayang kenikmatannya. Walau di Bangkok juga bolak balik makan, tapi gak ada yang menandingi kenikmatan yang di Krabi hehe. Kalo Khao Tom, kami hanya mendapatkannya di Krabi. Setiap sarapan kami selalu menuju ke gerobak ibu-ibu berjilbab–yang artinya makanan halal–di emperan pertokoan dekat pasar Krabi.

Tapi Kali ini saya akan bagi resep Khao Tom saja dulu. Thom Yam-nya lain kali ya? :)

Nama melayu dari Khao Tom adalah bubur nasi Thailand (Thai Rice Soup). Yaitu nasi yang dimasak dengan campuran daging atau ikan. Ada Khao Tom Goong yang artinya bubur nasi dengan udang, Khao Tom Moo maksudnya bubur nasi dengan daging babi, dan ada juga Khao Tom Pla yaitu bubur nasi dengan ikan. Tapi kemarin yang di Krabi saya lihat buburnya dengan udang dan cumi. So saya meniru yang di Krabi. Sedang namanya anggap saja Rice Soup with Seafood :)

Saya mencari resep Rice Soup sampai ke negeri China. Tapi cuma hiperbola hee. Soalnya saya searching, browsing, googling dan ing ing lainnya ke berbagai situs. Anehnya, masing masing situs penyedia resep Khao Tom memberikan bumbu yang berbeda-beda. Yaa soalnya selera orang kan juga beda beda ya?

Akhirnya saya menyarikannya dengan resep yang mudah bagi orang Indonesia seperti saya. Halah. Beginilah resep a la saya:

Siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, yaitu:

  • 2 piring – nasi yang sudah matang (ini untuk 4 orang), beberapa situs menyarankan nasi kemarin atau yang sudah menginap semalam. Mungkin karena untuk orang sakit biar kadar gulanya sedikit kali ya? kali aja sih.
  • 2 sendok makan – kecap ikan atau sauce fish.
  • 1 sendok makan – kecap kedelai.
  • 1/2 sendok teh – lada bubuk
  • Seledri atau daun bawang
  • seruas jahe di iris iris seperti korek api, ini nanti untuk pelengkap.
  • 5 siung – bawang putih diiris iris lalu di cacah-cacah, goreng sampai berwarna coklat ke emasan. Di bagi dua bagian untuk masak dan untuk pelengkap.
  • daun ketumbar secukupnya
  • udang/cumi/ikan kakap/daging ayam/daging sapi.
  • air kaldu. Dikira-kira sendiri ya.

Cara masaknya:

  1. Kemarin saya pakai udang dan cumi jadi untuk kaldunya saya kupas udang terlebih dahulu. Kemudian kulit udangnya yang saya rebus dengan air sebagai kaldu. Sisihkan.
  2. Goreng irisan bawang putih sampai coklat keemasan. Bagi dua bagian.
  3. Didihkan kaldu tadi lagi. Setelah mendidih masukkan sebagian bawang goreng. Aduk.
  4. Lalu masukkan seledri, kecap, kecap ikan, dan lada. Aduk-aduk.
  5. Setelah mendidih masukkan nasinya. Aduk-aduk dan biarkan sampai mendidih.
  6. Kemudian masukkan daging atau seafoodnya. Aduk-aduk sampai matang.
  7. Setelah matang semuanya angkat.
  8. Sajikan dengan di taburi irisan daun ketumbar, irisan jahe, dan bawang goreng.
  9. Bisa juga ditambahin lada atau bubuk cabai kering kalo pengen pedas dan juga cuka.

Bubur ini cocok untuk orang yang sedang sakit atau dalam masa penyembuhan. Karena rempah-rempahnya mempunyai efek menghangatkan tubuh. Sehingga cocok juga di makan ketika hawa sedang dingin seperti musim bediding atau musim penghujan. Kalau di Thailand, bubur ini biasanya dihidangkan untuk sarapan. Disamping bisa membuat orang bersemangat untuk beraktivitas juga karena cara penyajiannya yang cepat.

Okey, selamat mencoba ya! Kalo enak kabar-kabar. Kalo gak enak, coba lagi hehehe.

Cara Kami Menutup Tahun 2009

January 2nd, 2010

.:SELAMAT TAHUN BARU 2010:.

Apa yang telah kalian lakukan pada pergantian tahun kemarin? Jalan keluar kota? Atau pesta bakar-bakaran di rumah saja? Saya kira dimana dan kemanapun anda merayakannya pasti sangat menggembirakan, ya kan?

Kebetulan saya dan keluarga menghabiskannya di rumah saja. Seperti biasa. Karena untuk keluar kota sayang biaya, mo jalan-jalan di dalam kota saja sayang keluarga alias kami nggak kuat dengan bau knalpot.

Walau di rumah saja, kami membuat pesta kecil-kecilan. Sengaja saya memasak hidangan makan malam istimewa untuk keluarga kecil saya yaitu Ribs Barbeque with Mushroom Sauce.

Terus terang resep tersebut saya dapat dari majalah Nova edisi minggu terakhir bulan Desember 2009. Saya pun senang sekali nemu resep istimewa dan mudah ini. Mudah dalam artian bahan-bahannya relatif ramah dapur atau mudah didapat dan cara masaknyapun hanya butuh wajan untuk memanggang dan bukan yang butuh oven atau microwave. Karena kami belum punya kedua barang tersebut :) .

Eh adzan subuh. Saya ke masjid dulu deh. Tunggu sebentar ya! Setelah ini saya kasih resepnya.

Resep Ribs BBQ with Mushroom Sauce

Siapkan bahan di bawah ini:

  • 500 g iga sapi. diiris tipis (kalo beli di pasar minta dipotongin sesuai selera)
  • 3 sdm saus barbeque Demonte (cari di super market ya!)
  • 1 sdm saus tiram (saya beli yang sachet aja. Kan jarang make :) )
  • 3 sdm bawang bombai parut. (Awas! matanya pedes banget klo marut bawang bombai, hu hu hu)
  • 3 siung bawang putih parut
  • 1 sdt merica hitam tumbuk kasar
  • 1 sdm minyak goreng

Untuk bahan sausnya sebagai berikut:

  • 2 sdm tepung terigu
  • 200 ml susu cair
  • 50 g jamur kancing segar, iris tipis. (Kemarin saya salah beli jamur merang. Tapi tetep enak kok. Lain kali pengen pake jamur kancing beneran. Adanya di super market juga)
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk

Begini cara masaknya:

  1. Rendam iga sapi bersama saus barbeque Delmonte dan bahan lain selama 1 jam.
  2. Panaskan wajan, panggang iga hingga matang. Angkat.
  3. Saus jamur: Panaskan wajan bekas memanggang ikan. Masukkan tepung terigu, aduk rata. Tambahkan sisa bahan. Aduk hingga saus kental, angkat.
  4. Sajikan iga BBQ dengan saus jamur.

Tips:

  • Agar dagingnya cepet empuk, pakai daging baru ya. Jangan daging kemaren. Tapi sebelumnya setelah di cuci bersih masukkan kedalam lemari es dulu biar layu.
  • Kemarin wajan habis manggang saya bersihkan dulu karena bumbunya jadi gosong lalu saya panaskan dan masukkan bumbu sisa merendam iga lalu dicampur dengan bahan saus.
  • Sebaiknya segera dihidangkan, karena paling enak klo iganya masih anget. Juga sausnya cepet mengras kalo terlalu lama didiamkan. Entah kalo penyajiannya di atas hot plate.

Pelengkap

Di dalam resep cara menghidangkannya dilengkapi dengan French fries, selada dan tomat. Karena tidak pake nasi, saya pun  menambahkan rebusan potongan-potongan kecil wortel dan jagung manis yang sudah saya sisir. Soalnya saya takut nanti nggak kenyang hehe. Untuk seladanya saya manfaatkan selada kepala sisa buat burger kemarin.

French fries buatan sendiri

Untuk French friesnya saya bikin sendiri lho. Bukan pakai yang sudah instan yang biasa dijual di super market yang tinggal digoreng itu, Rasanya nggak kalah enak kok. Malah asinnya pas soalnya tanpa MSG trus garingnya juga lebih tahan lama. Begini caranya:

Pilih kentang yang bentuknya panjang-panjang. Kupas dan cuci sampai bersih. Setelah itu potong-potong memanjang seukuran finger food, seukuran french fries lah pokoknya. Kemudian rendam dalam air garam selama 1 jam.

Kentangnya jadi lemes eh. Trus tiriskan sampai setiris tirisnya. Kemudian taburi tepung beras sedikit, aduk aduk pake tangan sampai rata.

Untuk menggorengnya, panaskan wajan dan minyak goreng yang banyak. Bener-bener panas loh ya minyaknya. Kentang yang digoreng harus terendam sepenuhnya. Goreng sampai kecokelatan. Angkat dan tiriskan deh. Kentangpun tinggal dinikmati.

Makan malam tahun baru yang indah

Selepas Isya, Ayah dan Sofia yang pulang dari masjid langsung duduk dimeja makan yang sudah saya siapkan. Dan kamipun menikmati makan malam tahun baru ini dengan penuh kebahagian dan kejutan rasa.

Yang bikin bahagia, Sofia suka sekali dengan kentang goreng dan sayurnya. Kalo dagingnya, awalnya dia mau saya kasih kecil-kecil beberapa kali suap. Tapi setelah kami bujuk untuk ngincipin sausnya juga dia jadinya malah menolak. Katanya rasanya aneh :D . Lucunya pas kita udah selesai makan dan mau keluar ke rumah Mami, ee dia minta diambilin lagi dagingnya. Untung masih sisa satu. Diapun makan berkali-kali. Dan bilang “Sofia sukak”. Dasar bocah hehehe.

Lebih bahagia lagi karena ayah surprise Mama bisa masak kayak gini trus enak. Sampai-sampai ayah nambah terus sausnya hehe. Mama pun dapet berkali kali “sun” dari Ayah trus Sofi juga berkali-kali bilang. “Sofia sukak”, “Makanannya enak”, “Mama pinter masak ya Yah?”, juga “Makasih ya Maa… udah masakin Sofia makanan enak”. Duhhhh anakku… indahnya dunia ibumu :)

Dengan perut kekenyangan, kami keluar ke rumah Mami yang lagi bakar-bakar ayam dan jagung serta pesta duren dengan tetangga-tetangganya. Tapi cuma sebentar karena Sofia pengen kembang api. Dia nggak sabar pengen liat kembang api yang sesekali menyala dikejauhan. Padahal masih jam 10 malam.

Akhirnya jam 11 malam kami pun pulang ke rumah setelah nggak dapet kembang api permintaan Sofia. Gimana mau dapet? Ngelihat jalan ramainya minta ampun kami nggak jadi ke jalan raya.

Kamipun siap-siap tidur. Waktu detik-detik pergantian tahun datang, suara petasan dan kembang api bersahut-sahutan memekakkan telinga. Begitupun tetangga-tetangga kami semuanya ramai keluar rumah. Tapi Sofia tidak bergeming sementara saya sedikit kesal, terbangun dan sangat ngantuk tapi kuping kebrebegan jadi nggak bisa nyenyak hehe.

Begitulah kami menghabiskan akhir tahun 2009. Semoga di tahun 2010 ini kesehatan dan keselamatan selalu menyertai kami sekeluarga dan Allah senantiasa merahmati keluarga kecil kami ini. Amien ya Allah.

Sofi dan Tempat Tidur Susun Barunya

January 12th, 2009

Setelah hunting lewat dunia maya dan dunia nyata, akhirnya saya mendapatkan juga tempat tidur susun yang kami inginkan. Malah dapet harga murah lagi. Pertama-tama saya datangi ACE Home Centre di Pasaraya Grande. Soalnya dulu waktu kesana saya pernah ngeliat tempat tidur susun sebiji disana. Waktu saya datangi lagi pas taon baru kemaren, ternyata sudah habis stoknya. Kata masnya harganya 2 juta kurang serebu (tanpa kasur). Menurut masnya lagi, yang ada di Index furniture Pondok Indah. Kamipun pulang.

Di rumah saya lihat di website index ada gambar tempat tidur susun. Saya telp yang di Depok, katanya ada tapi harganya 2 jutaan juga (tanpa kasur). Saya keep dulu info itu lalu saya browsing lagi “tempat tidur susun”. Atas saran seseorang di milis, diminta cek select.co.id disitu memang ada tapi pembeliannya harus online. Rasanya kurang puas kalo beli tanpa lihat dulu barang nyatanya. Akhirnya saya email admin select dan dalam waktu dua hari (karena libur tahun baru) saya mendapatkan jawaban di hari seninnya.

Select merekomendasikan saya untuk menengok gudangnya di Pulo Gadung dan Kalideres dengan menyertakan nomor telp masing-masing, jauhnya duhh! Setelah Pulo Gadung, saya telp yang Kalideres. Senangnya, karena mbaknya yang terima telpon memberikan alamat dan no telpon showroom mereka yang di Pasar Minggu. Langsung saya telpon untuk menanyakan lokasi mereka.

Ternyata e ternyata, tuh showrom cuma selemparan batu dari rumah kami. Mereka bilang di depan Robinson Ps Minggu. Selasa, pulang dari kampus jam enem kurang, saya mampir ke pasar minggu mencari toko mebel tersebut.

Setau saya hanya dua toko mebel di situ. Mereka sodaraan lagi, maksudnya pemiliknya sama. bedanya yang kiri khusus olimpic yang kanan macem-macem. Saya datangi yang olimpic, kata mbaknya untuk merek Hakari disebelah. Tancap!

Disana saya dilayani dengan baik. Secara dulu saya beli Sofa disini jadi saya sudah familiar. Benar juga. Ada tiga contoh yang sudah di display. Singkatnya kami langsng tawar menawar harga pas. Tapi saya gak mau okein dulu soalnya saya mau konsultasi dulu ke suami. Seperti biasa, mereka minta di DP in dulu walau sepuluh rebu rupiah buat ngiket harga diskonnya.

Sampai di rumah, suami langsung oke hehehe. Nggak nunggu besok-besok, menjelang isya saya balik kesana bersama suami dan anak untuk hitung jadi. Hargapun ditutup pada level 1.175.000,- jauhhhh dari harga di ACE maupun Index yang saya lihat barangnya hampir sama. Bahkan dari website select yang mengantar saya kesini juga jauh berbeda. Mereka membandrol harga satu juta setengah kurang serebu rupiah (1.499.000,-).

Persis sama ma punya Sofia.

Persis ma punya Sofia

Esoknya, seperti janji mbaknya yang ngelayani, jam satu siang mereka benar-benar datang mengantarkan barangnya dan langsung dipasang. Benar-benar pelayanan yang memuaskan. Setelah di kasih kasur dan dibungkus sprei, Sofia langsung bermain dan tidur di situ. Polah anak dapet sesuatu yang baru, membuat saya dan suami geli.

Alhamdulillah, akhirnya keinginan kami agar sofi tidur di tempatnya sendiri kesampaian. Bukan ngusir loh nak hehehe,,, Habisnya tempat tidur 180×200 sudah tak muat untuk menampung dua raksasa + satu anak yang tidurnya suka menguasai tempat hihihi.

Tempat tidur kami berdua jadi serasa lapangan bola :) legaa..

New Year, New Yearnings!

January 4th, 2009

Long time no see guys!

Setahun sudah saya tak menulis di sini. Alasannya karena nggak sempet, kehabisan ide, dan yang terakhir mengambing hitamkan tugas-tugas kuliah yang seambreg bregh! Sampai-sampai saya datangkan bala bantuan dari kampung, Ibu saya, untuk mengasuh Sofi sementara saya mengerjakan tugas yang datang silih berganti dan bertubi-tubi. Pun Suami, sedang menghadapi deadline banyak sekali. Tapi Ibu hanya disini dua minggu. Karena suatu hal, beliau harus pulang dulu.Tepatnya habis Natalan kemaren lalu.

Sebelum berlanjut, saya ucapkan…

SELAMAT TAHUN BARU 2009 & 1430 H

Untuk semuanya. Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dibanding tahun-tahun kemarin untuk kita semua dan untuk semua hal, amin….

Tentunya banyak pengharapan yang kita inginkan terwujud ditahun kerbau ini. Begitupun dengan saya. Diantaranya:

1.Pengen pindah kontrakan yang berkamar tiga karena Sofi sudah waktunya punya kamar sendiri. Semoga dapat tempat yang lebih nyaman, tetap berakses mudah dan dekat kemana-mana (tetep dalam kota) dan harga tetap terjangkau. Kontrakan kami berakhir pada bulan Mei ini

2.Semoga rencana backpacking saya bersama suami ke Singapura-Malaysia-Thailand-Vietnam bulan Juli nanti yang tinggal menunggu waktu itu berjalan dengan lancar.

3.Semoga kuliah saya bisa kelar tahun ini karena saya sudah tak sabar ingin hengkang dari Jakarta. Bali?? Wait on me as yr new resident! :D

4.Semoga hikmah dari segala halangan,rintangan, cobaan, dan tempaan ditahun 2008 lalu menjadikan saya dan suami lebih solid sebagai partner dalam menghadapi masa depan kami yang cerah!! >:D

5.Terakhir, semoga ditahun 2009 dan tahun-tahun setelahnya, Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kesejahteraan, rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sekeluarga amin-amin-aminn..ya Rob!

Akhirnya, kakipun mulai menapaki jalan setapak 2009 dan waktupun telah mulai menghitung mundur mengukur kehidupan kita. Do the best guys!!

Kemana Sambal Pohon Cabe?

August 29th, 2008

Sambal_favorit

Namanya sudah jatuh cinta ya begini ini. Only you deh. Cuma kamu yang
aku mau pokoknya. Dan ini terjadi juga pada kami, saya dan suami.
Masalahnya bukan cinta sama orang, tapi kami jatuh cinta sama sambel.

Ya.
Sejak kami baca artikel tentang sebuah merk sambal di Kompas yang konon
tanpa bahan pengawet dan pewarna, kamipun kalau ke supermarket pasti
hunting sambal satu ini. Mereknya Sambal Istimewa Pohon Cabe. Kabar
dari koran menyebutkan sambal ini masih beredar terbatas. Hanya
terdapat di supermarket dan telah menjadi langganan restoran-restoran
dan hotel-hotel. Dengan kata lain ini sambal kelas menengah.

Bukan karena sambal kelas menengahnya yang menjadi alasan kami,
tetapi satu-satunya sambal tanpa tambahan bahan pengawet dan pewarna
itulah yang menjadi alasan utama. Karena kami sedang berusaha hidup
sehat dengan makanan-makanan yang sedapat mungkin sehat pula.

Setiap mampir ke supermarket maupun hypermarket kami selalu
menyempatkan diri mencari sambal satu ini. Pernah ke Carefour tidak
nemu akhirnya kami dapatkan di Giant Kalibata yang malahan supermarket
terdekat dari rumah kami. Sejak itulah kami menjadi konsumen setia
Giant untuk membeli sambal Pohon Cabe.

Kenikmatan dari rasa pedas manis dan asin yang sangat mantap di
lidah menjadikan makanan kami serasa uenak semua. Ditambah secara
psikologis kami merasa menyantap sambal yang sehat menjadikan kami
pecandu sambal ini. Bahkan kami senang mempromosikannya ke handai
taulan dan sahabat lewat mulut ke mulut. Kamipun menjadikan sambal
seharga 8.000an pr botol 330 ml ini sebagai buah tangan di kampung
karena yang menerima juga merasa senang dan puas. Apalagi sambal ini
menurut sumber di internet baru terdapat di Jakarta dan Bandung padahal
sudah mengekspor ke Korea juga Amerika.

Masalah muncul minggu-minggu ini. Kami terbiasa menstock sambal
kami. Walau belum sampai habis, kami pasti sudah mencarinya lagi.
Karena sering kali kami lihat stock sambal ini sedikit sekali
dibandingkan sambal atau saos-saos yang lain. Nah, waktu sambal kami
hampir habis kami mulai mencari lagi di Giant Kalibata namun tidak
menemukannya. Kesetiap supermarket yang kami datangi juga, nihil.
Sampai akhirnya sambal yang telah kami koret-koretinpun habis samsek
(sama sekali). Karena sudah nyandu saya pun mengirim SMS untuk layanan
konsumen yang tertera di botol sambal.

Keesokan harinya kami mendapat balasan yang bunyinya:

Kemungkinan brg kosong dan blm d order. coba d carrefour,hero,giant,yogya lainnya.

Pesan
tersebut sangat singkat namun kami puas dengan tanggapan atau pelayanan
yang diberikan. Kamipun kini sedang dalam pencarian sambal tercinta
kami. Dan sebagai gantinya untuk sementara saya buatkan suami sambal
terasi :D . Mbok Siyah Matreng. Lombok terasi uyah tomat digoreng :D
(cabe rawit, terasi, garam, tomat digoreng) diuleg di atas cobek yang
terbuat dari tanah. Sedappp! :)

Promo Mandala Mengecewakan

August 18th, 2008

Saya dan suami sama-sama pengguna layanan GSM Indosat. Bedanya suami
pakai matrix strong sedangkan saya pakai mentari biasa. Tanggal 7
Agustus kemaren waktu masih di kampung, kami berdua mendapat sms dari
indosat yang isinya:

Dapatkan Tiket Gratis Mandala via wap.mandalaair.com dr HP Anda. Berlaku 7-13 Agus08, terbang Jan-Mar09. Ketentuan berlaku. Info: 021-56997000/www.mandalaair.com.

Karena selebaran kalender akademik 2008/2009 kampus saya ada
dirumah sedangkan kami baru akan sampai rumah tanggal 11 maka kami
berpesan untuk saling mengingatkan sesampainya di Jakarta.

Sampai
tanggal 13 sore saya baru ingat, lalu saya melihat jadwal libur saya
semester berikutnya yaitu antara Januari-Februari 2009. Suami yang juga
baru ingat segera mencoba memesan setelah kami tentukan hari dan
tanggalnya.

Kamipun memesan dua seat untuk suami dan saya dengan tujuan
Batam. Seat masih tersedia. Dengan fare 0 Rupiah, kami hanya kena
charge Rp. 1.100.000 sekian untuk PP dua orang. Namun sebelum
mengeksekusi kedua seat tersebut kami menawarkan kepada maminya Sofi
(kakak saya) yang kebetulan sedang menginap dirumah karena suaminya
sedang tugas ke Samarinda. Mamipun langsung menelpon suaminya dan OK.
Kamipun mengulang pemesanan dan memesan untuk empat seat. Tetapi
ternyata sudah sold out.

Ketika kami kembali mencoba memesan untuk dua
tiket, seat masih tersedia. Akhirnya kami memesan dua tiket tersebut
terlebih dahulu.

Kami baru tahu ternyata sistem pemesanan online Mandala tak seperti
punya Airasia dalam pembayarannya. Mandala memberikan kode tertentu
untuk pembayaran via ATM sedangkan Airasia pemesanan sekaligus
pembayaran dengan menggunakan credit card.

Setelah mendapat kode untuk pembayaran dua seat pertama yang mana
batas waktu pembayaran adalah sampai jam 10 malam ini yaitu kurang
lebih 2 jam setelah jam pemesanan, kamipun menyoba memesan lagi satu
seat dan berhasil mendapat kode pembayaran. Saat kami mencoba lagi satu
seat, ternyata sudah sold out. Berarti seat yang tersedia memang hanya
tinggal tiga. Mamipun setuju untuk yang satu seat menggunakan pemesanan
biasa yang berarti dia harus membayar Rp. 900.000 an untuk sekali jalan
atau hampir dua jutaan untuk PP.

Pemesanan kami lakukan pukul 8 malam.  Jam 9  malam suami ke  ATM
mandiri terdekat yaitu di  Pejaten  Timur  belakang stasiun Pasar
Minggu Baru untuk melakukan pembayaran. Saya yang menunggu dirumah di
telpon suami. Dia bilang pembayaran tidak dapat dilakukan pada waktu
masuk menu Mandala. Suami sudah mengontak informasi yang mengatakan
bahwa ada dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama adalah sistem Mandala sedang error dan atau
kemungkinan ke dua booth ATM tersebut tidak menyediakan layanan
langsung ke Mandala. Petugas tersebut bilang untuk lebih amannya datang
langsung saja ke kantor Mandala yang ada di Tomang. Tomang?? pliss deh!
jam 9 malam lebih gini jauh-jauh ke Tomang dari Pasar Minggu??

Awalnya saya sudah bilang sama suami dan mami kalau memang rejeki
kita ya dapet tapi kalo enggak dapet ya enggak apa-apa. Tapi bayangan
backpacker-an dari Batam ke Singapore by Fery, Singapore ke Malaysia dan
Malaysia ke Thailand by land udah didepan mata jadi suami yang baik hati
dan rajin menabung inipun saya minta pindah ke ATM lain yaitu di booth
mandiri Pasar Minggu. Tapi hasilnya tetap sama dan saya dan mami yang
dirumahpun kecewa. Capek dehh.. Maksudnya apa sih Mandala pake  promo
gratis-gratisan segala tapi malah mempersulit?!

Keesokan harinya waktu mami udah pergi ke  kantor, suami bilang ke
saya,"Ma, untung kemarin enggak dapet. Kalo mau backpacker-an kan
enaknya pas musim panas. Dan bukankah Jan/Feb di Asia Tenggara itu
musim penghujan". O iya-ya, ternyata ada hikmahnya juga hehehe. Berarti
liburan next semesternya lagi dong? (Juli/Agustus – Insya Allah :D ).

Sorenya waktu mami pulang kantor saya kasih tau kedia eee dia malah
bilang ya sudah November besok aja. Yee akukan liburnya Jan/Feb?? dan
diapun cuma nyengir dan ketawa hehehe. Waktu saya tawarin berangkat sendiri aja berdua sama suminya, katanya maunya bareng aja biar seru (gak berani). Yo wes.

HAPPY BELATED B’DAY SUAMIKU!

August 11th, 2008

Sebenarnya cuma nulisnya disini aja yang ‘belated’ bukan ngucapinnya.

Suamiku

Tepat di hari ulangtahunnya, pagi-pagi selepas subuh saya bawakan suami sebentuk kecil kue tart dengan tiga lilin kecil menyala. Tiga lilin itu sebagai simbol suami beistri dan berputri satu. Kejutan kecil ini membuat suami terkejut bukan buatan.

Sebenarnya saya akan memberikannya tepat jam 12 malam hari ulang tahunnya, tapi karena semalam nonton "Devil Wears Prada" sampai jam 11 malam trus jam 23.30 Sofi sudah minta bobok dan suamipun udah nyerah pada kantuk, ya sudah batal.

Setelah memanjatkan doa syukur dan harapan, lilinpun ditiupnya. Tiba-tiba suami ingin Sofia melihat ayahnya meniup lilin-lilin itu. Jadi kamipun berusaha membangunkan putri kami si jago tidur malam dan bangun siang. Tapi apa boleh buat, Walau digendong di oprak-oprak tetep saja merem dan pulas. Ya sudahlah, lilin yang sudah dinyalakan lagi ditiup kami berdua. Setelah itu saya berikan kejutan yang kedua. Sebuah kado mungil saya serahkan padanya. Isinya rahasia. Dan setelah itu terserah kami berdua. Hahaha.

Tak terasa sudah tiga tahun menikah, anak sudah dua tahun dan semua pencapaian-pencapaian selama ini yang cukup membanggakan, kesehatan keluarga, rizki yang cukup adalah dosa paling besar bila tak disyukuri. Hingga harapan-harapan, doa-doa, cita-cita,dan keinginan-keinginan menjadi lagu pasti setiap hari kepada Illahi Rabbi.

Harapan mama adalah tetap sabar menghadapi mama :D dan Sofi dan anak-anakmu nanti. Tetap sabar menghadapi segala cobaan dari kanan dan kiri karena mama selalu mendampingi. Tetap dan semakin beriman dan rajin mendirikan sholat lima waktu sehari. Menjadi iman bagi keluarga yang mengayomi, menjadi ayah yang patut diteladani, menjadi sahabat yang memiliki dan menjadi suami yang pantang berpoligami hehehehhhh….(yang ini pasti).
Aminn aminn aminn tiga puluh tiga kali semoga Allah mengabulkan doa dan menghapuskan dosa kita sekeluarga.

I love U Hubby!

Akhirnya Datang Juga

August 11th, 2008

Akhirnya, senin tanggal 11 Agustus saya sekeluarga tiba kembali di Jakarta dengan selamat sentausa. Kami pulang dari Jombang dengan menumpang kereta api eksekutif Bangunkarta. Setelah menghabiskan dua minggu liburan di kampung halaman saya di Sukoharjo Solo Jateng dan kamhal suami di Jombang Jatim rasanya tak sabar kembali ke depan si Mac (minjem ayahnya Sofi deng :D ) untuk bersafari menjelajahi dunia tanpa batas ini.

Namun walaupun berlibur saya tetep nabung tulisan di Laptop. Jadi siap-siap saja membaca liputan khusus plus photo-photo exclusive dari saya selama saya liburan dalam episode Road to Java. Ini bagi anda yang merindukan membaca tulisan saya. Tapi bagi yang membencinya setelah baca pasti jadi rindu hiehehh heh.

TMP Kalibata

May 26th, 2008

Tmp_kalibata_1
Hampir tiap sabtu minggu atau tanggal merah saya, Sofi dan ayahnya menghabiskan waktu di pagi hari dengan olahraga atau sekedar mencari matahari pagi sambil cari sarapan di sekitar Taman Makam Pahlawan Kalibata. Apalagi setelah direnovasi beberapa bulan lalu, tempat ini kini di lengkapi dengan dua kolam ikan yang lumayan besar dikanan kiri pintu masuk pemakaman. Hal itu makin membuat Sofi betah bermain sambil melihat ikan-ikan koi yang jika dilempar makanan selalu berebutan bahkan berlompatan menimbulkan kecipak air yang mengagetkannya.

Secara keseluruhan komplek pemakaman pahlawan-pahlawan kita ini memang sangat bagus. Sehingga sering kali dikunjungi banyak warga Kalibata maupun sekitarnya sekedar untuk berolahraga maupun bermain-main. Arsirektur yang mengambil desain gunungan dalam dunia pewayangan dengan warna kekuning-kuningan alami batu padas memberikan kesan traditional dan natural pada kiri kanan pintu masuk pemakaman ini. Hamparan hijau rumput gajah dan jepang membuat kesan lapang. Merupakan suatu ruang publik yang sangat diperlukan warga jakarta. Namun ada beberapa hal yang disayangkan dari semua itu.

Pertama, tempat seluas ini tidak ada satupun tempat sampah yang mudah terjangkau oleh pengunjung. Walhasil, sampah seringkali mengotori tempat ini terutama disekitaran kolam ikan yang banyak dikunjungi anak-anak. Banyak bekas bungkus makanan ataupun minuman disekitar kolam ikan bahkan didalamnya yang merusak pemandangan. Bahkan seringkali saya harus membawa pulang bungkus bekas makanan atau minuman yang kami bawa.

Kedua, didepan pintu masuk areal pemakaman memang ada petugas satpam yang menjaga tapi terkadang pergi entah kemana saya kurang tahu. Sehingga ada saja pengunjung yang akan masuk ke areal pemakaman tapi tiba-tiba disemprit kadang ditepokin dari kejauhan (satpam ada di bangunan sebelah kanan makam. Tapi setelah beberapa kali saya amati, keluarga yang hendak ziarah ke makam tersebut melewati pintu kusus didekat bangunan sebelah kanan itu. Kalau begitu mengapa tidak diberi saja sedikit pengumuman di pintu gerbang yang menyatakan "yang tidak berkepentingan dilarang masuk", sehingga tidak mengecewakan pengunjung (bukan keluarga sang penghuni makan) yang penasaran dengan isi pemakaman ini. Dan juga  agar pengunjung tidak malu bila tidak tahu kalau dilarang masuk lalu di tepoki  seperti nepokin  burung dara  yang pasti mengundang perhatian banyak orang.

Sedihnya Menyapih Sofia

May 13th, 2008

2524298710_e2104906b4_m
Alhamdulillah, 9 Juni tahun ini Sofia akan genap berumur 2 tahun. Itu berarti waktunya untuk saya menyapih dia. Sebagai informasi, saya memang menyusui sofi dari lahir sampai sekarang. Selain karena saya merasa hak seorang bayi mendapat ASI juga karena dalam Alquran mengisyaratkan kepada kita untuk menyusui bayinya sampai usia 2 tahun. Disamping itu, rasanya luar biasa bisa menyusui anakku sendiri sampai sejauh ini.
Kamis minggu kemarin mbah utinya Sofi datang. Beliau akan membantu menghandle Sofi selama saya kuliah karena ayahnya akan lomba lagi di Vegas minggu ini (bukan judi di kasino lho ya). Saat inilah saya dan suami rasa tepat untuk menyapih Sofi, karena ada ibuku yang siap membantu.

Sedihnya saat embahnya datang Sofia sedang sakit. Sebenarnya dia enggak panas atau batuk atau pilek. Cuma dia sedang mencret tapi bukan diare karena intensitas BABnya normal sekali sehari. Memang beberapa hari ini dia susah makan. Hanya makan camilan saja. Makan pake sayur hanya sayuran tertentunya saja yang dimakan, begitu pula dengan telor dan ikan, dia hanya makan telornya saja atau ikannya saja. Sebagai pengganti nasi (karbohidrat) untung dia mau saya rebusin ketela pohon atau ubi jalar sebagai variasi, sereal dan roti tawar dia juga suka.

Kamis pagi embahnya datang. Lalu seharian Sofi sudah kami bilangin kalo nenen mama sudah habis. Kami ganti dengan minum teh tapi susu ultranya tetap saya berikan juga air putih. Waktu tidur siang dia tertidur dengan sendirinya mungkin karena capek bermain dengan embahnya. Padahal biasanya dia takkan tidur kalau tidak sambil nenen.

Malamnya sepulang saya kuliah pukul 8.30 malam, dia merengek minta nenen tapi segera dialihkan perhatiannya oleh ibu saya. Menjelang dia tidur malam, dia mulai lagi merengek minta nenen tapi selalu diambil alih ibu saya. Digendongnya dia namun tetap saja tak mau tidur. Hanya lupa lalu mengajak bermain dan bermain lagi. Sudah larut malam dan saya capek. Ibu suruh saya tidur duluan biar dia yang nemenin Sofi. Sofi terus merengek menangis minta nenen, digendong dan dilipurlah oleh ibuku dan akhirnya karena capek nangis dan ngantuk akhirnya dia tidur. Dia tidur bersama embahnya.

Tengah malam saya terbangun lalu mengangkat Sofi untuk tidur dengan saya dan ayahnya. Tapi tidak begitu lama dia terbangun dan merengek dan menangis sejadinya minta nenen. Saya beri minum air putih tidak mau lalu diambil alih ibu saya sampai dia tertidur lagi kecapekan.

Sampai pagi Sofia terbangun seperti itu hingga empat kali. Waktu terbangun yang kedua saya minta ijin embahnya biarlah saya nenenin dia dulu. Toh saya baru berniat belajar menyapih dia bukannya langsung melarang dia menyusu saya. Tapi saya  malah dimarahin sama mbah uti juga mbah kakung. Mereka bilang kalau disapih ya disapih jangan setengah setengah. Akhirnya saya diam saja dan kembali tidur karena nguantuk sekali. Dan lagi-lagi Sofia juga tertidur lagi karena capek menangis dan sangat ngantuk.

Tapi tidak begitu lama lagi-lagi dia terbangun minta nenen. Tapi kali ini dia menangis meraung-raung minta nenen. Tangisnya seperti orang yang sudah ketagihan nenen tapi nggak dapet nenen. Tangisannya sangat menyakitkan hati saya. Kedengarannya begitu sedih sekali dia tak boleh menyusu pada mamanya. Dalam hati saya mungkin seperti ini orang sakau itu kalau ketagihan. Saya tak mampu menahan perasaan saya. Saya sedih melihat anak saya menangis seperti itu. Saya sedih mengapa sesuatu yang saya miliki yang ingin diminta oleh anakku tidak boleh saya berikan padanya. Saya membayangkan bagaimana perasaan seorang ibu yang dipisahkan dengan anaknya. Saya tak tahan dan akhirnya saya pun menangis sesunggukan. Saya bilang kalau anak saya masih mencret dan yang saya ketahui kalo menyapih anak si anak harus dalam keadaan sehat. Tapi ibu dan bapak saya bilang,"udah, nggak papa. Lillahita’ala aja biar disapih nanti malah sehat. Liat saja nanti pasti makannya jadi banyak." Malah saya disuruh nangis nggak papa. Memang biasanya ibunya nggak tega katanya. Sofi yang tertidur lagi karena ngantuk beratpun terbangun lagi karena saya ciumi dan peluki dan juga mendengar saya menangis. Saya bilang ke Sofi,"Sofi, walau Sofi sudah nggak nenen mama lagi, tapi mama tetap sayang lho ya sama Sofi. yaa, mama tetap sayang sama Sofi nak". Suami saya hanya bisa menghibur saya dengan memeluk dan menguatkan hati saya menghadapi Sofia dan orangtua saya sendiri.

Setelah puas menangis mengeluarkan isi hati saya, saya sholat subuh lalu tidur lagi bersama Sofi sampai siang. Dan sampai sekarang sesekali Sofi minta nenen lalu kami bilang nenen mama sudah habis, nenennya sakit nak, karena Sofia sudah besar dan sudah pinter. Nanti nenennya buat adiknya Sofi gantian yaa.., ledek ayahnya. Lucunya lagi kalau dia inget nenen dia akan ngomong sendiri,"Nenen mama habis, sakit ya ma? iyaaa Apia sudah besarrr", katanya dengan kepala geleng kekanan dan kekiri.  Alhamdulillah, so far saya telah berhasil menyapih Sofia. Sakitnya juga sudah sembuh (setelah saya bawa ke puskesmas karena mencret sudah 3 hari) dan nafsu makannya pun mulai meningkat lagi.