Promo Mandala Mengecewakan

Saya dan suami sama-sama pengguna layanan GSM Indosat. Bedanya suami
pakai matrix strong sedangkan saya pakai mentari biasa. Tanggal 7
Agustus kemaren waktu masih di kampung, kami berdua mendapat sms dari
indosat yang isinya:

Dapatkan Tiket Gratis Mandala via wap.mandalaair.com dr HP Anda. Berlaku 7-13 Agus08, terbang Jan-Mar09. Ketentuan berlaku. Info: 021-56997000/www.mandalaair.com.

Karena selebaran kalender akademik 2008/2009 kampus saya ada
dirumah sedangkan kami baru akan sampai rumah tanggal 11 maka kami
berpesan untuk saling mengingatkan sesampainya di Jakarta.

Sampai
tanggal 13 sore saya baru ingat, lalu saya melihat jadwal libur saya
semester berikutnya yaitu antara Januari-Februari 2009. Suami yang juga
baru ingat segera mencoba memesan setelah kami tentukan hari dan
tanggalnya.

Kamipun memesan dua seat untuk suami dan saya dengan tujuan
Batam. Seat masih tersedia. Dengan fare 0 Rupiah, kami hanya kena
charge Rp. 1.100.000 sekian untuk PP dua orang. Namun sebelum
mengeksekusi kedua seat tersebut kami menawarkan kepada maminya Sofi
(kakak saya) yang kebetulan sedang menginap dirumah karena suaminya
sedang tugas ke Samarinda. Mamipun langsung menelpon suaminya dan OK.
Kamipun mengulang pemesanan dan memesan untuk empat seat. Tetapi
ternyata sudah sold out.

Ketika kami kembali mencoba memesan untuk dua
tiket, seat masih tersedia. Akhirnya kami memesan dua tiket tersebut
terlebih dahulu.

Kami baru tahu ternyata sistem pemesanan online Mandala tak seperti
punya Airasia dalam pembayarannya. Mandala memberikan kode tertentu
untuk pembayaran via ATM sedangkan Airasia pemesanan sekaligus
pembayaran dengan menggunakan credit card.

Setelah mendapat kode untuk pembayaran dua seat pertama yang mana
batas waktu pembayaran adalah sampai jam 10 malam ini yaitu kurang
lebih 2 jam setelah jam pemesanan, kamipun menyoba memesan lagi satu
seat dan berhasil mendapat kode pembayaran. Saat kami mencoba lagi satu
seat, ternyata sudah sold out. Berarti seat yang tersedia memang hanya
tinggal tiga. Mamipun setuju untuk yang satu seat menggunakan pemesanan
biasa yang berarti dia harus membayar Rp. 900.000 an untuk sekali jalan
atau hampir dua jutaan untuk PP.

Pemesanan kami lakukan pukul 8 malam.  Jam 9  malam suami ke  ATM
mandiri terdekat yaitu di  Pejaten  Timur  belakang stasiun Pasar
Minggu Baru untuk melakukan pembayaran. Saya yang menunggu dirumah di
telpon suami. Dia bilang pembayaran tidak dapat dilakukan pada waktu
masuk menu Mandala. Suami sudah mengontak informasi yang mengatakan
bahwa ada dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama adalah sistem Mandala sedang error dan atau
kemungkinan ke dua booth ATM tersebut tidak menyediakan layanan
langsung ke Mandala. Petugas tersebut bilang untuk lebih amannya datang
langsung saja ke kantor Mandala yang ada di Tomang. Tomang?? pliss deh!
jam 9 malam lebih gini jauh-jauh ke Tomang dari Pasar Minggu??

Awalnya saya sudah bilang sama suami dan mami kalau memang rejeki
kita ya dapet tapi kalo enggak dapet ya enggak apa-apa. Tapi bayangan
backpacker-an dari Batam ke Singapore by Fery, Singapore ke Malaysia dan
Malaysia ke Thailand by land udah didepan mata jadi suami yang baik hati
dan rajin menabung inipun saya minta pindah ke ATM lain yaitu di booth
mandiri Pasar Minggu. Tapi hasilnya tetap sama dan saya dan mami yang
dirumahpun kecewa. Capek dehh.. Maksudnya apa sih Mandala pake  promo
gratis-gratisan segala tapi malah mempersulit?!

Keesokan harinya waktu mami udah pergi ke  kantor, suami bilang ke
saya,"Ma, untung kemarin enggak dapet. Kalo mau backpacker-an kan
enaknya pas musim panas. Dan bukankah Jan/Feb di Asia Tenggara itu
musim penghujan". O iya-ya, ternyata ada hikmahnya juga hehehe. Berarti
liburan next semesternya lagi dong? (Juli/Agustus – Insya Allah 😀 ).

Sorenya waktu mami pulang kantor saya kasih tau kedia eee dia malah
bilang ya sudah November besok aja. Yee akukan liburnya Jan/Feb?? dan
diapun cuma nyengir dan ketawa hehehe. Waktu saya tawarin berangkat sendiri aja berdua sama suminya, katanya maunya bareng aja biar seru (gak berani). Yo wes.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: