(Pokoknya) Tuhan itu Baik: Edisi Tuhan pun Sayang Pembohong

Kaget dengan judulnya? hehehe…

Suatu ketika seperti biasa saya mengantarkan dia tidur ke kamarnya sendiri. Gak selalu saya sih…kalau sayanya sudah ngantuk berat biasanya Suami langsung ambil alih. Dari pada saya nidurin dia tapi dengan hati kesal hahaha. Suami dan Sofia sudah hapal, kalau saya ngantuk pasti mecucu xixixi.

Ok, lanjut. Setelah bacain buku saya suka bertanya padanya: “Apa ada yg ingin Sofia tanyakan pada mama?” Lalu dia diam sejenak. Kemudian dia bertanya: “Jadi Allah itu sayang semua orang ya, Mah?”

Saya tersenyum lebar. Saya paling suka kalau dia bertanya. Tapi sungguh, seketika itu pula otak saya berputar-putar kesana kemari sebelum kemudian saya menjawabnya: “Iya, nak. Allah itu sayaaang banget sama semua orang. Mau orang kulitnya putih, kulit item, kulit coklat kayak kita, semua Allah sayang. Mau agamanya Islam, Kristen, Budha, Konghucu, Katolik, dan agama2 lainnya semua Allah sayang. Kan semua ciptaan Allah.”

Sofia manggut-manggut dengan mata menerawang dan saya terdiam lagi.

Lalu tiba-tiba saya kepikiran untuk bilang: “Bahkan Allah sayang juga lho Nak sama seorang pembohong..”

Duarrr! Saya sendiri kaget kok saya bilang begitu hahaha apalagi Sofia: “HAH?! Masak sih, Mah?” Wah..bisa lama ni ngobrolnya nggak tidur-tidur..

“Iya, nak. Saking sayangnya Allah sama ciptaanNya, bahkan Allah pun sayang dengan orang yg pembohong.”

Sofia menyimak sambil mlongo. Dan saya pun menjelaskan dengan tempo yang sepelan-pelannya.

“Buktinya…emmm..anu..kalau Sofia lagi berbohong…pasti perasaan Sofi nggak enak kan? Trus…Sofia pasti takut kalo ketahuan bohongnya, iya kan? Pokoknya nggak enak banget deh. Nah…Allah membuktikan bahwa Dia sayang juga sama pembohong itu dengan cara menciptakan PERASAAN TIDAK ENAK DAN TAKUT itu. Tujuannya apa? Biar si pembohong itu segera minta maaf, segera berkata jujur biar hatinya nyaman lagi, lega. Iya kan?”

Sofia klugat kluget manggut-manggut: “Oooh..gitu ya, Mah?”

“Iya, sayaang…”

Lalu kami terdiam. Kemudian kembali saya bertanya: Sudah belum?

“Sudah, Mah..”

Ritual menjelang tidur pun berlanjut: berpelukan erat, saling cipika cipiki, berdoa, salam dan…sambil tutup pintu “Good nite, Mama!” “Nite-nite, Sofia!” 😀

ohya, saya baru inget. Motif saya ngomong begitu sama Sofia gara2 dia ketahuan bohong kecil soal apa gitu, lupa. Dan saya bilang begitu agar dia menjadi anak yang beranggapan bahwa BOHONG ITU TIDAK NYAMAN MAKANYA HARUS DIHINDARI. Dan dia akan lebih memilih menjadi anak yang jujur karena itu perasaan yang paling nyaman dan benar. Sekian.

 

(Pokoknya) Tuhan itu Baik: Edisi Sholat dan Puasa

Kami orang tua yang berprinsip tidak suka membohongi anak. Sekecil apapun. Kami lebih senang Sofia mengetahui apa yg sebenarnya dengan konsekuensi2 yg timbul darinya. Mungkin dia kecewa, marah, sebel, tapi itulah kenyataan hidup. Yg paling penting lagi kami (dituntut) jadi ortu yg konsisten. Dari situ kami melatih Sofia untuk menggunakan logikanya, nalarnya, akalnya yg nota bene itulah yg membedakan antara manusia dan makhluk hidup lainnya.

Lalu apa hubungannya dengan sholat dan puasa?
Baiklah, dalam hal sholat seperti yg sudah saya tulis di postingan sebelumnya, kami tidak pernah memaksanya harus ikut sholat ketika kami sholat. Melainkan, kami mencontohkannya dengan mengajaknya melihat kami sholat.

Tapi saya ajak ngobrol Sofia: bahwa Allah itu baiiiik sekali. Anak yang belum baligh yaitu bagi perempuan belum menstruasi tidak diwajibkan sholat. Jadi enak, anak2 seperti Sofia tidak harus bangun subuh2 untuk sholat shubuh.
Bayangkan! Kalau se Sofi gini tiap hari harus bangun subuh, nanti di sekolahan ngantuk dong?  (Waktu itu dia masih TK).
Bayangkan kalo Sofia dhuhur harus sholat padahal pulang sekolah sudah capek kadang makan siang aja sambil merem. Ya kan?
Mengapa belum wajib sholat? Karena saking baiknya Allah, Allah kasih waktu yang lumayan lama untuk anak2 belajar sholat yaitu sekitar 8 sampai 12 tahun! Jadi kalau anak itu rajin belajar sholat, nanti pas sudah waktunya wajib sholat pasti mudah bagi anak itu untuk melaksanakan sholat baik dhuhur, ashar, maghrib, isya, bahkan subuh! Karena dia sudah siap  🙂
Hal tersebut diatas perlu sesekali diulang agar dia inget. Tp ketika saya masuk ke obrolan itu. Dia pasti sdh nerocos duluan. Menceritakan logikanya 🙂

Hasilnya: dia masih sering nggak ikut. Tapi juga lebih sering lagi ngikut kami sholat dengan senang hati tanpa paksaan. Itu poin pentingnya. Malahan baru-baru ini beberapa kali dia mengatakan kalau ingin nambah lagi hafalan surat2 pendek biar dia bisa membacanya ketika sholat 🙂
Dia juga berujar kalau dia belajar duduk yang benar selama sholat dengan melihat kaki ayahnya,”Kan kaki ayah doang yg kelihatan. Kaki mama nggak kelihatan.” hehehe

Persis seperti yg kami inginkan. Sebagai pelaku homeschooling (unschooling) kami percaya: ketika seorang anak mempunyai sebuah tujuan dan tahu manfaat akan sesuatu, dia akan dengan senang hati mengejarnya tanpa paksaan.

PUASA

Demikian juga halnya dengan puasa. Ketika Ramadhan tiba. Sofia paling senang ikut makan sahur. Katanya dia suka dengan suasananya. Dia juga ngotot ikut puasa. Namanya juga anak2. Mo jamnya makan siang sudah mengeluh lapar haus dan lapar dan haus 🙂 Lucunya lagi kalau pas sahur dia nggak bisa dibangunin saking ngantuknya, siangnya pas bangun dia pasti ngambeg, marah2 😀

Lagi2 saya ajak ngobrol Sofia:
+ Allah itu baiiiiik banget ya, anak2 yg blom baligh, Sofi sdh baligh blom?
– Blom,,,,kan blom mens kayak mama.
+ Iya, blom wajib puasa ya? Tapi disuruh belajar dulu. Kayak Sofia tuh. Hebat tuh. Suka ikut makan sahur. Itu hebat banget. Karena yg penting duluan itu karena Sofia suka melakukannya. Trus Sofi jg sudah belajar puasa. Kalau sudah sahur, paginya nggak sarapan. Nggak ada makan snack saaaampe siang. Itu artinya Sofia hebat sudah mampu nahan makan dan minum sampe dhuhur. Nanti kalo Sofia sering belajar puasa lama2 tahan sampe ashar, bahkan sampe maghrib! Kayak mama dan ayah doooong…hebatkan? 🙂
– Sofi kalau nggak puasa juga belajar nggak  marah2 kok mah…akukan anak yang bijaksana.
+ 🙂

Walhasil Ramadhan kemarin dia berhasil puasa bedug sampe 15 hari selanjutnya dia batuk dan mamanya juga lagi libur puasa. Karena dia juga perempuan dia merasa ngiri kenapa mama ada liburnya krn datang bulan sedangkan dia tidak. Jadi kami pun memutuskan dia juga tidak berpuasa ketika mamanya libur. Fair kan? 🙂 Dia pun semangat untuk berpuasa lebih banyak tahun depan. Aminn..Insyallah ya, nak.. 🙂

 

(Pokoknya) Tuhan itu Baik: Edisi HypnoParenting

Saya kaget, pas baca twit seseorang ternyata  hypnoparenting itu paling oke dilakukan ketika: anak sedang bermain, beribadah dan menjelang tidur. Kagetnya karena kami telah lama melakukan yg ketika beribadah itu. Kalau yg menjelang tidur sih sudah pada familiar ya?

Kami melakukan ini sejak usia Sofia 4th (kini 6th). Motif awal kami adalah  ingin membentuk konsep diri Sofia yg positif dng cara melaporkannya pada Tuhan bahwa Sofia telah melakukan hal2 yg baik dan telah menjadi anak yang baik. Apa saja itu (?) kami sebutkan dengan rinci! Contohnya:

  • Ya Allah… alhamdulillah Sofia sekarang sudah tidak ngompol lagi
  • Ya Allah… alhamdulillah tadi Sofia mencuci piringnya sendiri
  • Ya Allah… alhamdulillah tadi Sofia rajin sekali bantuin mama nyapu dengan bersih
  • Ya Allah… alhamdulillah tadi tanpa disuruh Sofia mematikan sendiri tvnya pas alarm sudah berbunyi
  • Ya Allah… terimakasih telah menjadikan Sofia anak yg rajin, baik terhadap ortu dan teman2nya
  • Ya Allah… terimakasih Sofia sayang sama ayamnya dan tadi sudah memberinya makan dan minum, bla bla bla…

Kami tidak ragu dan malu untuk mengatakannya serinci mungkin. Dan hal itu kami lakukan ketika kami selesai sholat. Baik berjamaah (saya, suami dan Sofi) maupun ketika Sofia nggak mau ikut sholat. Bahkan ketika saya sholat sendiri ketika suami tidak di rumah.

Alhamdulillah karena suami juga kerja di rumah, jd kami berdua selalu sholat berjamaah. Karena juga prinsip suami saya ketika kami bersama kami harus berjamaah.

Soal Sofia yg kadang nggak mau ikut sholat bareng, kami punya aturan sendiri: yaitu Sofia boleh nggak ikut sholat tp harus berada di kamar (kini Mushola) tempat kedua ortunya melaksanakan sholat.

Kami bukan tipe ortu yg suka memaksa anak melakukan hal2 wajib yg notabene baru berlaku bagi orang baligh. Contohnya ya sholat itu. Tapi kami tak pernah lalai untuk mengingatkan Sofia tentang wajibnya sholat bagi seorang muslim. Yg ini nanti saya tulis di postingan tersendiri.

Kembali ke topik awal. Sungguh luar biasa! Namanya bocah. Ketika dia gak ikut sholat, dia akan pecicilan bertingkah semaunya sendiri lah di dalam kamar/mushola tempat kami sholat. Namun ketika tiba saatnya kami berdoa dengan suara dikerasin dikit kami laporkan pada Tuhan hal2 positif apa saja yang telah Sofia lakukan dihari ini, seketika bocah itu berhenti. Terdiam. Menyimak. Kami pun pura2 tidak melihatnya. Tapi sungguh terlihat airmukanya yang bangga akan dirinya. Dan juga dia senang ortunya melaporkan pada Tuhan bahwa dia memang anak baik. Hal itu akan tertanam dalam alam bawah sadarnya untuk mengulangi hal-hal baik tersebut.
Tapi ingat! Jangan sesekali menyebutkan hal2 buruk yang telah anak lakukan. Karena kami percaya itu menyakiti hatinya. Dan dia akan berpikir bahwa Tuhan itu jahat!
Ya, sebagai ortu kita memang harus jeli melihat kelebihan, kebaikan, dan hal2 positif yg ada pada anak. Sekecil apapun itu. Jadi ortu memang harus kreatif 🙂

Mengapa Anak Tantrum/Marah-Marah dan Cara Penanganannya

Berikut ini adalah kultwit tentang tantrum/marah2 pada anak oleh @tentanganak 🙂

———–

Temper tantrum adalah ledakan kemarahan yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa terencana.

Ketika mengalami tantrum, anak-anak cenderung melampiaskan segala bentuk kemarahannya.

Bentuk kemarahannya bisa menangis keras-keras, berteriak, menjerit-jerit, memukul, menggigit, mencubit, dsb.

Umumnya, tantrum /marah2 pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30 detik sampai 2 menit saja.

Tantrum biasanya terjadi pd anak usia 1-4 thn. Namun anak2 yg lebih tua, bahkan orang dewasa pun bisa mengalami ledakan kemarahan ini.

Dan pd dasarnya, marah2 pada anak2 usia 1-4 tahun adalah hal yg wajar terjadi bagi usia mereka. Kebanyakan anak2 mengalami hal ini.

Temper tantrum biasa terjadi karena beberapa hal pemicu. Diantaranya adalah:

1. Frustrasi. Jangan dikira hanya orang dewasa saja yang bisa frustrasi. Anak-anak pun mengalami hal ini.

Misalnya, anak-anak akan menjadi cepat marah manakala mereka tidak bisa mencapai sesuatu yang sangat mereka inginkan.

Dalam artian, mereka gagal. Kegagalan memicu rasa frustrasi, dan akhirnya kemarahan itupun meledak.

2. Lelah. Anak2 yg kelelahan, akan menjadi mudah marah. Aktivitasnya yg padat & sedikit waktu bermain akan membuat anak cepat marah & emosi.

3. Orangtua terlalu mengekang. Sikap orangtua yg terlalu banyak mendikte & mengekang anak, jg dapat berpengaruh bagi emosinya.

Anak yg merasa jenuh dgn kekangan orangtuanya, suatu saat akan mencapai titik puncak kejenuhan, & marah2 adl salah satu bentuk ledakan tsb.

4. Sifat dasar anak yang emosional. Beberapa anak mewarisi sifat dasar emosional dari orangtuanya.

Mereka ini cenderung tidak sabaran, gampang marah meski karena hal-hal kecil. #tantrum
tentanganak 22 hours ago

5. Keinginan tak dipenuhi. Salah satu kesalahan yg sering kali dilakukan orangtua adalah mereka begitu mudahnya membujuk anak2 dgn iming2.

Menangis sedikit, anak dibujuk dgn es krim atau mainan. Nah, akhirnya ini akan menjadi kebiasaan, & anak2 mengenali pola ini.

Suatu ketika, ia memiliki keinginan akan sesuatu, ia akan menangis & mengamuk jika keinginan tsb tdk segera dipenuhi oleh orangtuanya.

Nahh… itu tadi penyebab anak tantrum.. trus bagaimana cara mengatasinya? cekidot.. 🙂

Oh iya, ini bagian terpenting ya.. jadi tolong bantu RT buat Parents yg lain biar makin bermanfaat..

Mengatasi anak2 yg sedang mengamuk itu gampang2 susah. Penuh dilemma. Ada beberapa kiat yg bisa kita gunakan utk mengatasi masalah ini.

1. Cari tahu penyebabnya. Dgn mengetahui penyebab anak2 mengamuk, kita akan mudah menentukan langkah yg harus diambil dlm menghadapi mereka.

2. Jangan ikut emosi. Biasanya, orangtua akan ikut-ikutan menjadi emosi manakala anak mereka mengamuk.

Ortu bisa memukul, mencubit. Apakah itu solusi? NO. Anak bukannya akan belajar mengatasi kemarahan mereka, tp akan menganggap ortunya jahat.

3. Abaikan dan ajari anak mengatasi kemarahannya. Jangan turuti semua hal yang diinginkan pada saat itu juga.

Bersikap cuek & tdk memperdulikan kemarahannya, adl cara yg sangat jitu utk membuatnya tahu, bahwa kemarahan tdk bisa membeli keinginannya.

Katakan padanya, bahwa hanya anak2 yg menyampaikan keinginan dengan cara yang baiklah yg akan mendapatkan keinginannya itu dari Anda.

Bukan dgn amukan, tangisan, bahkan berguling-guling. Sikap tegas & konsistensi Anda dgn sikap ini akan membuatnya berlatih lebih disiplin.

4. Sudut diam. Tidak perlu mengurung anak di gudang/kamar, main kunci pintu atau rantai. Cukup sediakan kursi yg Anda sebut sbg kursi diam.

Saat mengamuk, dudukkan anak disana, dan ia tidak boleh kemana-mana sampai ia bisa menenangkan diri.

Bisa juga meminta anak utk masuk ke kamarnya sendiri & menenangkan diri. Ia boleh keluar & kembali menyapa Anda setelah ia tenang.

Normalnya, memasuki usia 5 thn, saat anak mulai bersekolah & bergaul dgn teman sebayanya, mereka mulai dpt mengatasi gejolak emosi mereka.

Sesekali mungkin anak akan marah, tapi, mereka lebih bisa menahan diri.

Jika dlm waktu bertahun2 di masa sekolah anak blm juga bisa mengatasi permasalahan ini, kemungkinan besar anak bermasalah dgn emosinya.

Bisa jadi, masalah dengan emosi ini karena anak mengalami kesulitan belajar atau kesulitan bergaul dgn lingkungannya.

Bila hal tsb terjadi orangtua wajib untuk berkonsultasi pada ahlinya untuk mengatasi masalah.

Sekian dulu bahasan ttg tantrum pd anak & cara mengatasinya. Yg bantu RT mimin doain dapet pahala & banyak rezeki. Amiin.. 🙂

——–

Otak Kreatif Setiap Anak (Manusia) Tak Datang Tiba-Tiba

Obsesi nih ngumpulin kultwit dari akun @anakjugamanusia. Soalnya saya pribadi sebagai orang tua sangat merasakan manfaatnya sejak memfollow akun itu di Twitter. Alasan lainnya sih simple: Saya nggak mau ilmu yg saya yakin pengaruhnya luar biasa ini sebatas dinikmati para ortu dan ortu wanna be di dunia Twitter. So kalo saya copas di blog sini & FB, semoga yang nggak punya akun Twitter setidaknya bisa membaca kultwitnya.

Kali ini @anakjugamanusia kultwitnya bertagar #otakkreatif, cekidot!

Dear Parent’s, malam ini kami akan Kultwit tentang Kemampuan dasar otak Manusia di #otakkreatif, Semoga Manfaat.

1. Ada beberapa hal yg seringkali ditanyakan oleh, rekan2 dari Dunia Usaha, Pendidik, Guru & Ortu.
2. seperti “Kenapa ya kok Karyawanku ini sulit diajak Kreatif ya?”, “kenapa ya, sulit sekali mencari karyawan yg kreatif?”
3. “kenapa ya, memberikan Bonus, Tunjangan / tambahan Penghasilan seringkali tdk membuat orang mjd Kreatif?”
4. “Kenapa ya, kok banyak anak2 Muda kalo diajak berpikir, memilih menghindar?”, “knp ya byk lulusan PT yg nggak kreatif?”
5. “Kenapa ya, kok banyak Orang cenderung Emosional dalam menyelesaikan suatu Permasalahan?”
6. Biasanya kami jawab “Nggak tau tuh”, “loh gimana sih?” pada protes, ya Karena kami benar2 Tidak Tau, hehe
7. Kemudian, pertanyaan2 tersebut mulai terjawab. bahwa Semua ini dimulai dari Pendidikan saat masih anak-anak!
8. kami pernah membaca bukunya “Ayah Edi”, yg mengatakan bahwa Otak Manusia memiliki 3 Kemampuan Dasar
9. yaitu; Kemampuan Berpikir/Nalar, Kemampuan Kreatif, lalu Kemampuan Menghafal
10. Nah ini menarik, Sayangnya saat Sekolah seringkali yg di asah pada anak2 adalah Kemampuan Menghafalnya
11. dari SD sampai kuliah, hampir semua Ujian / Test isinya adalah Hafalan yg semuanya ada di buku & Internet
12. pdhl dlm Dunia Kerja & Selepas Sekolah, Kemampuan yg sering digunakan adalah Kemampuan Berpikir & Kemampuan Kreatif
13. Bayangkan pertanyaan2; “Sebutkan nama2 Menteri?”, kenapa nggak sekalian “sebutkan nama2 istri menteri”, hehe
14. lalu pertanyaan hafalan, “Apa yg terjadi antara 1825 – 1830?”, ya jelas2 jawabnya ada di buku “Perang Diponegoro
15. Mengapa tidak Pertanyaan; “menurutmu Semangat Pangeran Diponegoro, bila diterapkan dalam se-hari2, akan seperti apa?”
16. wah, itu Pertanyaan yg akan memacu Kemampuan Berpikir, juga anak belajar mengambil hikmah dari sebuah peristiwa
17. pernah diberitahu oleh Rekan yg di luar Negeri, bahwa PR anak2 setara SD disana hanya sedikit Sekali
18. kadang hanya 1 Pertanyaan seperti ini “Apakah Idemu untuk Merubah Dunia?” & jawabnya Lesan Pula di depan Kelas, wooww
19. ini memacu Kemampuan Berpikir, Kreatif & Melatih Kemampuan mempresentasikan Pikiran & Imajinasi anak
20. yak, sistem pendidikan kita memaksa Anak2 seringkali hanya diasah & dilatih Kemampuan Menghafalnya
21. lalu tiba2 saat Kerja & Selepas Sekolah/Kuliah, anak2 hrs Memiliki Kemampuan Berpikir & Kemampuan Kreatif?
22. ini Menjadi PR besar Kita semua. Sulit sekali mengubah sistem yg sudah seperti ini, Namun kita selalu punya kesempatan
23. kita bisa memulainya dalam keluarga kita, beri ruang bagi anak untuk berpikir & kreatif
24. hargai setiap pendapat anak, hargai idenya, beri juga apresiasi pada karya2 anak, apapun itu
25. jangan justru kemampuan2 berpikir & kreatif anak yg sangat mereka butuhkan nantinya, kita mandulkan dgn sikap2 kita
26. Sikap sering meremehkan ide anak, pendapat & karya anak, akan membuat kemampuan2 tersebut malah tumpul
27. kemampuan berpikir & kreatif anak mestinya harus kita tumbuhkan keatas, bukan kita tekan2 kebawah
28. Semakin tajam kemampuan berpikir&kreatif anak, semakin anak bisa menyelesaikan persoalan2 yang kelak ia hadapi

Demikian Parent’s, Kultwit malam ini di #otakkreatif, semoga bermanfaat, kami doakan anda Sehat selalu.

Alhamdulillah, akhirnya sudah ketulis juga. Semoga habis ini bisa tidur nyenyak karena nggak merasa punya hutang hehehe. Good nite!

 

 

Mengapa Anak TK Tak Boleh Diajari Calistung?

Bahkan Mice pun sadar dng masalah sekolah di negeri ini! @ Kompas 4/3/2012

Pertanyaan bpk ANH:

Apa dengan tidak mengajarkan ke anak (Calistung) di usia emas nya itu berarti memanjakankan anak yang memiliki kemampuan akademisnya…..

Kita khan bisa menyelipkan huruf2 ato angka2 dalam proses bermain anak. Kalau mereka mampu kenapa tidak diteruskan (kemampuan otak anak juga berbeda-beda ada yang mudah nangkap dan ingatannya tajam dan ada juga yang tidak khan Bu…..)

Jawaban:

Jd begini Pak, kami menyadari bahwa mayoritas orang Indonesia itu tdk memahami perkembangan otak anak, hal itu mengakibatkan para ortu salah mengasuh dan para guru salah mendidik. Dan apa akibatnya dr salah2 itu?

Kita bisa lihat orang tua yg seharusnya sdh dewasa bertingkah spt anak2. Banyak. Contoh gampangnya anggota DPR kita yth. Tingkahnya persis anak TK. Kerja nggak bener tp minta imbalan lebih, nggak dikasih ma rakyat tp malah ngelunjak.

Contoh ke-2, kita lebih banyak mencetak insan2 bermental pegawai bukan visioner, bukan pakar/ahli dibidang masing2, bukan orang2 yg bermental pengusaha pembuka lowongan kerja. Rakyat Indonesia tdk suka mengambil resiko kegagalan, pilih jd pegawai krn tenang mendapat gaji bulanan tp ketika di PHK kelabakan nggak punya keterampilan.

Contoh ke-3, kita terbiasa mengapresiasi rangking teratas (5/10 besar), nilai sempurna (80-100) kita jarang mengapresiasi kerja keras mereka dalam belajar. Padahal ada anak yg sudah belajar mati2an tapi mereka tetep gak dpt nilai bagus gak dapet rangking krn kemampuan mereka tdk sama dan bakat mereka pun beda2. Akibatnya? ketika UN sekolah melakukan kecurangan diamini oleh ortu (sdh terjadi bukan?) Kalau anak2 kita terbiasa dihargai kerja kerasnya bukan angka atau nilainya semata, mereka pasti menolak disuruh curang, karena mereka PD dengan hasil usaha belajarnya sendiri, tapi nyatanya…buanyakkk anak2 itu yg melaksanakan perintah memalukan itu. Dan kita sekarang pun memiliki pahlawan cilik kejujuran segala.

Para ahli otak di dunia termasuk di Indonesia semacam Indonesian Neuroscience Society sdh lama melakukan penelitian bahwa: otak anak2 itu belum berkembang sempurna(matang) hingga dia berusia 20-25th! stlh sempurna baru mereka dianggap yg namanya “Dewasa”. Bayangkan!

Otak kita dibagi 3: batang otak (diatas leher), limbik (kepala bg belakang), dan pre frontal cortex/PFC (kepala bag depan/di jidat). Perkembangan ketiganya itu pun sesuai dng urutan diatas. Jd PFC itulah yg terakhir berkembang dng sempurna dan yg menandakan seseorang mjd dewasa.

Kita pasti sdh familiar dengan kisah Rosulallah yg ketika mengimami sholat beliau sujudnya lamaaaa sekali. Lalu para sahabat bertanya: “kenapa lama? apakah Rosulallah sedang menerima wahyu dr Allah SWT?” Rosul menjawab:”tidak, cucuku tadi menaiki punggungku”. Jd beliau menunggu sampai cucunya turun dr punggungnya. Beliau tdk memberi isyarat pd cucunya unt turun. Tak spt kita, kalau kita paling dicubit itu anak hahaha.. benar bukan?

Apa yg kita petik dr kisah diatas? Rosul lebih mementingkan/mendahulukan cucunya yg sedang bermain2 ketimbang ibadahnya! Subhanallah…!

Dan apa hubungan kisah diatas dengan perkembangan otak?

Sambungan otak anak2 itu belum sempurna, otak mereka baru siap menerima hal2 kognitif pada usia 7-8 th. Sebelum usia itu, dunia mereka yg pantas adalah hanya bermain, bermain dan bermain. Dan mereka PUN tidak boleh DIMARAHI. Allahuakbar! Sebelum ada ahli otak yg meneliti, Rosulallah sudah menerapkan hal itu pada cucunya!

Lalu apa akibatnya kalau masa2 usia bermain mereka direnggut untuk belajar hal2 yg kognitif? –> Dewasanya kelak mereka bertingkah spt anak kecil: suka mengurung burung demi kesenangannya sendiri, sakit2an karena ingin diperhatikan orang2 sekitarnya, spt anggota DPR yg saya tuliskan di atas, korupsi demi kepentingan diri sendiri/keluarga/golongan dan tdk merasa bersalah malah ngeles terus di pengadilan, dannn sikap kekanak2an lainnya

Kalau kita ingin membuktikannya, ada ciri2 yang mudah kita lihat bahwa perkembangan otak anak2 belum siap untuk menerima hal2 kognitif :

(1) ketika kita membacakannya sebuah cerita/dongeng mereka akan meminta kita mengulanginya lagi, lagi dan lagi. Kita yg tua sampai bosen tp dia tak pernah bosen mendengar cerita kesukaannya itu diulang2 berkali-kali berhari-hari.
(2) mereka yg antusias belajar membaca lalu bisa, tapi mereka tidak paham dengan apa yg mereka baca.

Silahkan dipraktikkan.

Kalau mereka hari ini minta dibacakan cerita A besok minta cerita B besoknya lagi C esok lagi D dan kalau mereka sdh paham dengan apa yg dibacakan, artinya otak mereka sdh siap menerima hal2 yg kognitif.

Lalu apa yg seharusnya kita ajarkan pada mereka (0-7/8th)?

1. JANGAN DIMARAHI

2. TIDAK DIAJARKAN MEMBACA, MENULIS, MENGHITUNG.

3. Bermain role play; memahami bahasa tubuh, suara dan wajah; berbagi hal yg memberikan pengalaman emosional, field trip, mendengarkan musik, mendengarkan dongeng,

4. Bahkan, anak usia 0-12th pengasuhan dan pendidikannya ditujukan untuk membangun emosi yg tepat, empati, (mood & feeling)

 

Jadi, aturan pemerintah tentang usia masuk SD harus minimal 7th itu bukan tanpa alasan.

Tentu boleh2 saja menyelipkan angka dan huruf, tapi tidak belajar membaca dan menulis dan menghitung.

Mudah nangkep & ingatannya tajam atau tidak bukanlah ukurannya.

Bagaimana dengan tidak mengajarkan anak calistung diusia emas diartikan kita memanjakan anak? wong dia belum bisa mikir itu sudah waktunya dipelajari atau belum 🙂 Usia emas itu jualannya susu Formula Pak.. 🙂 Usia emas semestinya kita artikan sebagai masa2 tumbuh kembang anak yg paling pas untuk kita tanamkan budi pekerti dan akhlak yg mulia.

Slogan TK: bermain sambil belajar, belajar seraya bemain JANGAN diartikan dng BELAJAR calistung.

Para peneliti otak diseluruh dunia sepakat bahwa PFC seorang anak belum siap untuk dijejalkan hal2 yg kognitif. Apa akibat dr pemaksaan terhadap hal2 kognitif?

– membuat anak tidak mampu menunjukkan emosi yg tepat.

– kendali emosi (intra personalnya terganggu)

– sulit menunjukkan empati.

Sudah banyak ortu yg mengeluhkan: anak2nya ketika masih usia dini sangat antuasias belajar CALISTUNG lalu ortunya merespon dengan memberikan porsi lebih banyak entah mengajari sendiri secara intensif atau memasukkannya ke les2 calistung daaannnn ujung2nya datang pada satu masa anak2 itu bosan lalu akhirnya mogok belajar mogok sekolah. mereka menjadi malas. Itu terjadi karena otaknya yg terforsir sudah kelelahan. Bahkan ada yg saat mau ujian malahan blank, nggak bisa mikir sama sekali.

Tenang, Pak… kita hanya perlu waktu 3 bulan untuk melatih seorang anak bisa metematika, namun diperlukan waktu lebih dari 15 tahun untuk bisa membuat seorang anak mampu berempati, peduli teman dan lingkungan serta memiliki karakter yang mulia untuk bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik. Ini sudah terbukti.

Jadi sudah sangat jelas alasan saya tidak setuju dengan diadakannya lomba calistung untuk anak TK dan sederajat di Madrasah kita. ahh belum lagi efek kejiwaan yg dihasilkan pd anak2 itu karena mengikuti lomba2 terlalu dini apalagi calistung. Sudah terlalu panjang, kapan2 Insyallah saya tulis jg disini.

Wassalam.

 

*Pengetahuan yg saya tulis diatas saya dapatkan (sarikan) dari hasil mengikuti seminar2 parenting ibu Elly Risman, Psi dan talkshow2 serta tulisan2 Ayah Edy.

*Ini saya lampirkan Surat Edaran Dirjen Mandikdasmen tentang larangan Calistung pada PAUD dan larangan ujian/tes untuk masuk SD. Silahkan di download. Bisa ditunjukkan pada sekolah yg memberlakukan syarat tes calistung untuk masuk SD dan sederajat.

 

 

Meluruskan Vaksin/Imunisasi oleh Dokter Oei

Pagi ini, 15 Desember 2011, dapat ulasan yg sangat komprehensif tentang VAKSIN/IMUNISASI dari dokter Oei lewat akun twitternya @drOei. Saya sudah ijin untuk copy paste ke blog dan FB biar teman-teman yg lain bisa ikut membaca sebagai tambahan pengetahuan 🙂 Ini sdh saya urutkan sesuai tweetnya dr. Oei tanpa saya tambah atau kurangi. Kalau ingin berdebat lebih lanjut, silahkan lewat twitter dengan dr. Oei (@drOei) langsung ya… 🙂 Fyi: beliau muslim 🙂

———————-

Makin bingung dg vaksin? Atasi ‘ketakutan’ terhadap vaksin dengan cari tahu manfaat & kandungan vaksin, buka wawasan – percuma berdebat tanpa dasar.

Ketakutan no.1: tidak yakin manfaat vaksin? Vaksin dirancang untuk menggugah respon imun tubuh terhadap penyakit yg potensial berbahaya

Karena sifatnya spesifik, tiap vaksin bekerja mencegah penyakit tertentu – untunglah beberapa jenis vaksin bisa dicombo sehingga lebih efisien

Sifat yg spesifik ini berbeda dengan suplai zat2 imunitas pasif dari ASI yg bersifat umum – bayi ASI terbukti lbh sigap merespon vaksin apapun

Perlindungan vaksin memang tidak 100%, tp sangat berguna mencegah terjadi komplikasi fatal jika tertular (naudzubillah) » ini hrs dipahami 🙂

Ketakutan no.2: tidak yakin dg kandungan vaksin? Dlm vaksin terdapat komponen aktif, pelarut, pengaman, dan zat tambahan yg masing2 ada fungsinya.

1) Komponen aktif dlm vaksin terdiri dari bakteri/virus yg dilemahkan/dimatikan, atau sebagian/produk dr bakteri/virus yg dpt merangsang respon imun.

Komponen aktif vaksin yg beredar sdh melalui uji preklinis & uji klinis bertahun2, sehingga hanya buat tubuh bereaksi tanpa menjadi sakit

Karena itu hrs dipastikan, kondisi sebelum imunisasi hrs fit – agar tubuh bisa membuat perlawanan & jadi kebal saat tertular (kelak)

2) Pelarut vaksin – umumnya cairan fisiologis steril, ditambahkan utk membuat vaksin berwujud cair, sehingga dapat disuntikkan/diteteskan

3) Pengaman berfungsi mencegah vaksin terkontaminasi jamur/kuman – juga utk menjaga stabilitas & kinerja vaksin

Pengaman dlm vaksin sering dijadikan alasan menolak vaksin » vaksin mengandung merkuri? bisa bikin autis?

Faktanya, thimerosal (etil-merkuri) terbuang dari tubuh 7x lbh cepat dibanding metil-merkuri & kadar kumulatif slm 6 bln < ambang aman paparan

Sejak th 2001 thimerosal tdk digunakan lg dlm vaksin DTP, HepB & Hib – sedangkan MMR, yg ramai diperbincangkan, tidak mengandung thimerosal !

Anggapan MMR memicu autis sudah diklarifikasi dengan berbagai penelitian, bahwa tdk ada hubungan sebab-akibat » autis terjadi bkn krn vaksin !

4) Zat tambahan bisa berupa pengikat agar vaksin lebih mudah dikenali sel imun, atau sisa2 bahan yg dipakai selama proses pembuatan vaksin

Zat tambahan yg dikhawatirkan » paparan aluminium? gelatin dari bahan haram? albumin telur bikin alergi? Bahas 1-1 yuk biar puas 🙂

Selain dari vaksin, sejak lahir bayi terpapar garam aluminium dari lingkungan sekitar – udara, air, obat2an, makanan, bahkan ASI & sufor !

Kandungan gram aluminium ASI ±40mcg/L, pd sufor ±225mcg/L, dlm vaksin DTaP ±625mcg/L » tp ingat, dosis vaksin hanya 0,5mL saja kan?

Apa itu gelatin? Gelatin = bahan kolagen (dr sel/jaringan sapi/babi) » berfungsi sebagai stabilizer supaya vaksin tdk mudah rusak saat disimpan

Tidak semua vaksin mengandung gelatin, beberapa yg bersinggungan dengan produk porcine (enzim babi) adalah vaksin meningitis, MMR, IPV, rotavirus

Tentang alergi vaksin krn mengandung telur, yg terdapat pd vaksin MMR & influenza hanya residu (sisa) protein telur yg dipakai sbg media pembiakan

Ketakutan no.3: tidak yakin krn beda ideologi? Kita memang masih harus impor vaksin – tp apa iya barang impor sengaja ditujukan mencelakai anak2 kita?

Bagaimana dg vaksin produksi dlm negeri yg sudah diakui & digunakan di >100 negara – klo ini senjata bioteroris, artinya ‘ke-2 kubu’ sdh impas kan? :p

Ada lg argumen vaksin haram krn memakai janin – yg dimaksud adalah embrio, yg selnya bersifat ‘imortal’/hidup abadi » contohnya sel punca

FYI, krn virus rubella hanya bisa hidup pd sel manusia – sehingga membiakkan vaksin tersebut hrs dg kultur jaringan manusia, tp tetap pakai etika 🙂

Induk vaksin rubella diambil dr janin yg terinfeksi rubella (sdh abortus) di th 1965, sampai saat ini induk vaksin tersebut masih digunakan kok 🙂

‘Barang haram’ dlm vaksin » babi, masih diperdebatkan & terus disebut2, tanpa penjelasan bahwa tidak semua vaksin diproses dengan gelatin dari porcine

Pd kemasan vaksin yg beredar sdh ada peringatan ‘pd proses pembuatan bersinggungan dengan bhn bersumber babi’ – pls cek dulu, jgn asal curiga 🙂

Kembali pd iman masing2, apakah transformasi sel hewan menjadi substansi tidak murni (gelatin), sudah melalui pencucian berkali2 & tidak untuk dimakan = haram?

Rumor konspirasi, ‘pembantaian’ janin, vaksin mengandung babi, dll perlu direnungkan lagi – tidak lantas ikut arus tanpa tau asal muasalnya

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap otonomi ortu, imunisasi = hak anak. Tdk ada paksaan, cukup gunakan ilmu & keyakinan untuk pilih yg terbaik 🙂

—————

Bermain Akting

Sofi makan di meja makan, saya nyupir di dapur. Tiba2 dia tutup pintu dapur sambil bilang: Mammaa, Sofia mau pergi mammaa, Sofia mau pergii… (sedih)
Me: Sofffia, jangan tinggalkan mamma soffiaa.. Jangan tinggalkan mamma (menangis)

Lalu kembali dia buka pintu dan bilang: kita tadi akting ya ma? (wajah lempeng)
Me: iya (tak kalah lempeng)

…hening. Dia melanjutkan makan, saya tetap nyupir…

Disiplin dengan Kasih Sayang (1)

Ini fav ortu yg susah ngatur anaknya:
(bag 1) #parenting #ortu+anak bikin aturan bersama&sepakati bersama. #tegas #tegar #konsisten

Sofi sepakat dpt jatah nonton tv/maen iPad 2x dlm sehari: 30menit stlh maksi pulang sekolah & 30-45menit stlh makan malam.

Kami sdh lama memberlakukan aturan itu, jd kalo dia lg maen/nonton tiba2 alarm bunyi tanda waktu habis, dia sendiri yg bakalan matiin tv/iPadnya. Ga pake protes.

Tp namanya juga bocah bin anak2, kadang klo lg pengeeen bgt liat pelm/video yg baru mulai n tiba2 alarm bunyi dia nangis gero2. Maunya nambah, gak peduli waktu habis.

Anak2 itu persis kayak anggota DPR kita, kalau sdh ada maunya sukanya memaksakan kehendak.

Bedanya, otak anak2 itu sistemnya EAP (Emosi-Aksi-Pikir), jd klo punya kebutuhan (nonton pilm/main ipad) ya itu yg diperjuangkan. Nggak pake mikir2. Wong memang begitu. JADI ORTU MUSTI MEMAHAMI HAL INI.

Tp klo anggota DPR itukan manusia dewasa (mustinya otaknya bersistim EPA) yg sudah bisa memikirkan dulu keinginan/kebutuhannya sebelum bertindak untuk minta lebih.

Makanya, kalo dlm kondisi anak spt ini (nangis/ngamuk/tantrum) minta nglanjutin nonton tv/main iPad, kami sbg ortu hrs tahan ngadepin reaksi berlebihnya itu. BIARIN SAJA. CUEKIN. Biasanya Sofi (anak) akan diem dng sendirinya lalu tiba2 ceria itu artinya dia sdh sadar kalau itu adl aturan bersama yg ga bisa diganggu gugat jd dia merasa percuma gw nangis. Mak gue ga bakalan kasih!

Beda jauh ma Anggota DPR ya? Kalo didiemin bukannya nyadar malah ngelunjak! Dasar pethuk! Itulah kenapa alm. Gus Dur bilang anggota DPR tuh kayak anak TK!

Indonesia is a Fatherless Country!

Mumpung msh hangat, yg kemarin lihat Matanajwa dan ada pak Puspo Wardoyo sang penerima poligami award.

Jadi pak Puspo ini sibuuuuk sekali ekspansi ayam bakar Wong Solonya, jadinya dia perlu istri unt mendampinginya kemana2 jdnya sekarang istrinya 4: 1 di Bandung, 1 di Jakarta, 2 di Medan.
Saking sibuknya, pak Puspo sampe lupa. Katanya anaknya 12, stlh dia sebut namanya satu2, akhirnya ketahuan kalo ternyata 13. Eeeeeh… Ujung2nya dia bilang: “soal anak urusan ibunya” *petir pun menyambar* Bahkan ketika Najwa bilang “Nabi saja tak rela anaknya dipoligami” pak Puspo tetep keukeuh mengajarkan anaknya tentang berpoligami bahkan sejak dini (TK).

Astagfirullah… Pak Puspo ini lupa, bahwa anak2 tak sekedar butuh materi, tp juga figur bapak bagi jiwa2 mereka. Saya kasihan dng beliau karena apa? Berat hishabnya di hadapan Allah dng tanggung jawab ke 12 atau 13 anaknya itu!
Dia lebih mementingkan memperbanyak cabang wong solo (hartanya) drpd mengasuh jiwa anak2nya. Dia pikir yang penting dia sudah menafkahi, bahkan lebih. Dia kira kalau sudah bayar ustad, sudah sekolahin anaknya di sekolah islam yg mahal2, trus ngarepin doa Robighfirlli…dr ke 12 atau 13 anaknya dia akan masuk surga. Dia lupa tanggung jawabnya menjadi bapak bagi jiwa anak2nya.

Ibu Elly Risman mengingatkan kami para orang tua: Masa depan macam apa sih, yg orang tua harapkan pada anak2nya? Orang tua mana yg tahu anaknya kelak menjadi apa? Kita sibuk menekan anak kita dng apa yg kita bilang demi masa depanmu! Kita sibuk mencari uang unt membayar sekolah, kursus2 yg tak pernah mereka inginkan, yg tak sesuai dng minat dan bakatnya dng mengesampingkan kebutuhan jiwa mereka. Kita lupa. Lupa. Bahwa masa depan sesungguhnya anak2 kita yang pasti adalah menjadi orang tua juga seperti kita saat ini.

Cukup pak Puspo Wardoyo yg kita kasihani, jangan bapak2 anak2 kita, jangan suami kita kita para istri.

Wallahu A’lam bi-alShawab…

*Itulah kenapa NEGARA DENGAN PENDUDUK MUSLIM TERBESAR DI DUNIA ini dijuluki: FATHERLESS COUNTRY.

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: