Backpacking#2 Singapura

Mumpung di luar lagi hujan. Pagi ini kesempatan saya buat  update lagi blog saya. Nglanjutin yang kemarenan. Sampe mana ya? Ohya, sampai HarbourFront Singapura.

Hostel Bintang 5, Rucksack Inn

Hostel Bintang 5, Rucksack Inn

Well, dari pelabuhan tujuan kami selanjutnya adalah mencari hostel yang telah kami pesan sebelumnya. Kami akan menginap di Rucksuck Inn hostel. Alamatnya di 33-B Hongkong Street, Clark Quay. Segera setelah keluar imigrasi, kami lalu mencari MRT untuk menuju Clark Quay di NE-5 station.

Kami sempat mengalami kesulitan waktu ingin membeli tiket MRT. Kami ke mesin penjual tiket tapi bingung bagaimana mengoperasikannya. Masalahnya berapa uang yang harus kami masukkan ke dalam mesin ini. Karena kita akan mengetahui berapa biaya yang harus kami bayar setelah kami menekan tombol stasiun tujuan.

Kami bertanya kepada dua orang bule, suami istri. Dia bilang juga kurang begitu tahu biayanya. Karena dia juga baru disini. Tapi mereka menyarankan kami untuk bertanya ke petugas. Good idea! Kitapun langsung ngantri di tempat informasi dan juga tempat pembelian EZlink tiket.

Sejak dari pelabuhan Harbourfront tadi, Singaporean officer are very helpful and friendly. Begitu juga yang di stasiun MRT ini. Kamipun diantar oleh seorang petugas ke mesin yang lain tapi sama. Dia membantu kami membeli 4 tiket MRT tujuan Clark Quay.  Dia bilang sepertinya mesin yang ini sedikit bermasalah, tapi jangan khawatir karena saya ada disini katanya. Artinya jangan khawatir kalau uang kami tertelan mesin tapi tiket tidak keluar hehehe. Bikin tenang deh pokoknya.

Dengan uang S$10 kami mendapatkan 4 tiket tersebut dengan kembalian S$0.4. Tapi sesampainya di tempat tujuan, kami mendapatkan kembali deposit kami sebesar S$4 (per orang deposit S$1). Bingung nggak? Kalo bingung telfon saya yah hehehe.

Okey, sekarang waktunya naik MRT!
Luar biasa! MRT nya bikin saya geleng-geleng tapi literally :). Gimana ya menggambarkannya? Ya begitu deh. Gak kayak KRL Jakarta. Jauh neek. Sejauh Jakarta – Singapura. Halah!

Dan stasiun Clarck Quaypun sampai. Kami keluar mengikuti petunjuk yang diemail oleh pemilik hostel. Petunjuknya sangat mudah sekali dipahami. Dan ternyata hostel kami dekat sekali dari stasiun ini. Horee!!

Yes! We are Rucksacker!

Yes! We are Rucksacker!

Sampai hostel kami dikejutkan dengan tempat ini. Hostel kami terletak di lantai tiga tanpa eskalator :). Saat masuk ke dalam kami langsung disambut hangat oleh pegawainya. Aduhh payah saya lupa namanya. Panggil cuma miss ajah heheh. Orangnya lucu banget lagi. Ramah dan asik. Kami langsung di kasih welcome drink, masing-masing segelas air dingin dan satu handuk dingin. Hmm sangat menyegarkan. Setelah itu kami ditunjukkan fasilitas apa saja yang kami dapat dengan uang @S$20 per orang per malam ini.

Kami bebas bikin kopi atau teh. Terserah kami mo makan roti atau mie untuk sarapan pagi. Kami bebas menggunakan wifi dan atau internetan menggunakan 2 PC yang disediakan. Dan saya memakainya untuk mengupdate blog ini hehehe. Tersedia toaster, coffee makerdan microwafe yang gratis untuk digunakan. Satu dispenser untuk minuman panas dan dingin. Sebuah lemari es untuk menyimpan makanan atau minuman milik anda. Tapi untuk menyimpannya di kulkas anda harus memberinya label. Kalau tidak, akan dibuang. hehe. Dan semuanya itu gratis.

Ohya, ada dua kamar mandi shower dan dua toilet duduk yang ceboknya tanpa air. haha. Untuk shower gel dan shamponya tersedia gratis juga di sana. Dan saya sekarang mau menggunakannya, soalnya kebelet. Nanti lagi yaa! Habis ini saya mau jalan lagi. Diluar hujan tinggal rintik-rintik. Ke Little India dan Orchard Road adalah tujuan kami selanjutnya. See ya!

Backpacking#1 Singapura

Wohoo!
Senangnya bisa langsung update blog dari Singapura. Soalnya, hostel tempat kami menginap menyediakan layanan gratis internet. Ada Wifi juga lagi. So iPod touch saya pun kepake juga :D.

Luar biasa!
Akhirnya wong ndeso ini keluar juga dari negerinya, bahaha! Ternyata untuk bisa ke negara tetangga tak harus mengeluarkan uang banyak. Toh kita bisa membayar lebih murah. Pengen tahu? Ikuti cerita saya berikut dan rinciannya.

Kami berangkat dari rumah (Ciputat) berempat ke Bandara Soekarno Hatta naik Taksi. Ongkosnya cuma Rp110.000,-. Karena kami lewat belakang (baca: Serpong), toh lebih dekat dari Ciputat. Kami adalah saya, Suami, kakak dan suaminya.

Sampai di bandara, kami menuju terminal 3. Terminal baru di Soekarno Hatta. Lumayan bagus sih. Dengan atap yang lebih terbuka, sehingga cahaya matahari bisa bebas masuk. Setelah chek in kami memutuskan membeli makan siang dahulu walaupun waktu baru menunjukkan pukul 10.00 AM. Lumayan ada beberapa pilihan makanan di sana. Dan kami pun memilih Bakmi GM.

Dengan jadwal keberangkatan pukul 11.30 AM, Air Asia menepati janjinya dengan terbang tepat waktu. Dan kami mencapai bandar udara Hang Nadim Batam pukul 13.00 PM. Ternyata Airasia sekarang pakai nomor tempat duduk yang diurutkan sesuai waktu chek in. Jadinya kita nggak keroyokan lagi masuk pesawat. Baguuusss.. ^ ^

Sesampainya di Batam kamipun segera mencari mushola. Sholat dhuhur + jamak ta’dhim sholat ashar :). Habis itu suami membeli tiket fery tujuan Singapura. Kami memilih Penguin. Disini kami mendapatkan harga S$16. Beli tiket fery di sini lebih murah S$1 dibanding membelinya di Pelabuhan. Berarti dipelabuhan kita harus membayarnya S$17. Aneh ya?

Tapi lucunya di pelabuhan kami harus membayar pajak pelabuhan atau harbour tax sebesar S$7. Padahal di kertasnya tercantum jelas-jelas S$6. Kami tahunya setelah mengeceknya beberapa saat kemudian.

Untuk menyeberang ke Singapura, kami tidak kena fiskal. Karena suami sudah punya NPWP demikian juga suami kakak saya, Mas Deni. Sehingga kami hanya diminta menunjukkan passport dan menyerahkan foto kopi Kartu Keluarga, dan foto kopi NPWP suami. Setelah itu kami bisa chek in.

Waktu nunggu uang kembalian beli minuman di pelabuhan Batam, saya dikasih tahu seseorang yang tadi mendengar pembicaraan saya dengan suami tentang tuker uang ke money changer. Kata dia kalau mau tukar uang dari dolar ke rupiah mending di Batam saja. Karena kalau tukar di Singapura, mereka suka curang. Kami akan dikasih uang-uang lama yang disini udah gak laku. Tapi benar atau tidaknya sih saya tidak tahu.

Kami menunggu keberangkatan fery Penguin yang pukul 15.10PM. Jam Tiga kurang lima menit kami diminta boarding ke dalam fery. Beberapa saat kemudian kapal pun berangkat. Menyenangkan juga ya naik fery kecil seperti ini. Saya dulu pernah naik fery juga ke Bakahuni, Lampung. Tapi yang besar.

Sempat deg-degan waktu kapal mulai mendekati Singapura. Soalnya kapal kita sempat digiring oleh polisi laut Singapura. Mereka menunjuk-nunjuk ke arah kapal kami agar mengikuti arah yang mereka tunjuk. Yang bikin serem adalah senapan laras panjang yang dikongkang tepat ke arah kami. ^ ^ Tapi untungnya gak ada masalah. Dan kamipun mencapai pelabuhan Harbourfront pukul 05.00PM waktu Singapura. Karena waktu di sini lebih cepat satu jam dibandingkan dengan Batam dan Jakarta, berarti di Jakarta masih pukul 4 sore.

Photo photo?? Pastinya. Tak terlewatkan sejak kami mencapai pelabuhan Batam. Setelah photo lagi, kami mencari stasiun MRT. Tapi kami mau ke toilet dulu. Kebelet pipis hehehe… Saya melempar guyonan ke yang lain. “Wah masa sih aku akhirnya pipis di Singapura?!” Hahaha.. Saya juga posting di twitter kurang lebih begitu. Soalnya saya semacam kayak gak percaya, gitu. He he he.

Dan begitulah, akhirnya saya melangkahkan kaki di negara orang :). Tak lupa saya berucap syukur Alhamdulillah, karena sesuatu yang dulu sepertinya mustahil ternyata sekarang terlaksana.

Heff.. Masih pengen nulis sih. Tapii pengen istirahat juga. Soalnya besok pagi-pagi saya mau mengeksplorasi Singapura lagi. Ceritanya lanjut besok-besok lagi yah.. Udah jam 12.31 malam waktu Singapura neh. Nite nite!!

PS: Foto-fotonya nyusul yah!

Asiknya Susur Jawa dengan Bis

Baru kali ini kami menempuh perjalanan dari Jakarta ke Jombang, Jawa Timur, dengan menggunakan bis. Dengan waktu tempuh 22 jam, kami sampai di rumah Eyangnya Sofi dengan selamat. Selain ke Jombang, kami mengunjungi rumah Embahnya Sofi yang di Sukoharjo Solo, Jawa Tengah, juga naik bus. Jaraknya lebih dekat dan waktunya adalah 5 jam dari Jombang ke Sukoharjo. Terakhir, saya dan Suami pulang ke Jakarta juga naik bis. Dari Sukoharjo sampai rumah Ciputat waktunya 16 jam.

Berdua di dalam Bis

Perjalanan Solo - Jakarta naik bis Gajah Mungkur big top.

Karena musim liburan anak sekolah, maka kami yang hendak menghadiri pernikahannya om Pipin jadi nggak kebagian tiket kereta. Mau naik pesawat, kok kemahalan. Masa kami bertiga habis kira-kira Rp1.500.000,-. Sayangkan?

Akhirnya saya sambil jalan ke Point Square berdua sama Sofi mampir ke terminal Lebak Bulus. Ya, naik bis adalah alternatif terakhir kami. Selain itu juga paling murah.

Di terminal, saya mencari loket penjualan tiket bis Lorena atau Rosalia Indah. Karena tujuan kami adalah Jawa Timur, tepatnya Jombang. Hanya dua agen bis inilah yang melayani rute ke Jawa Timur. Itu pun kami hanya sampai Nganjuk untuk menuju ke Jombang. Karena Lorena menuju Blitar tidak melewati Jombang, sedangkan Rosalia Indah menuju mana saya kurang tahu. Yang pasti juga tidak lewat Jombang.

Akhirnya, dua tiket bis Lorena AC excutive pun sudah di tangan. Satu tiket harganya Rp215.000,- untuk tujuan Nganjuk jadi berdua ya Rp430.000,-. Tertera disana, nomor tempat duduk 5 dan 6. Berangkat hari Kamis tanggal 2 Juli 2009 pukul 17.00 (5 sore) dari terminal Lebak Bulus.

Bandingkan dengan tiket pesawat diatas. Untuk tiket kereta, kemarin saya lihat di koran @Rp450.000,- per orang! Waduhh waduh, mentang mentang musim liburan harganya dikatrol.

Awalnya kami membayangkan kalau naik bis pasti melelahkan. Ternyata bukan naik bisnya yang melelahkan, tapi nungguin bisnya datang dan macet yang lumayan lama trus juga hiburan video di dalam bus Lorena juga nggak asik.

Menurut jadwal yang diberikan petugas loket. Bis akan berangkat pukul 5 sore. Kamipun memesan taksi untuk berangkat dari rumah pukul 4. Pukul setengah lima kami sudah diterminal. Adegan menanti bis pun dimulai. Pukul 5 lewat sedikit, saya tanya ke petugas Lorena, katanya biasanya jam 5.30 baru masuk terminal. Kamipun ikhlas menunggu. Jam 6 kurang dikit saya tanya lagi.

“Tunggu dulu aja mbak, kmaren aja jam 1/2 7 baru dateng.” Kata petugasnya lagi.

WoTT!! buset deh! knapa kita suruh dateng jam LIMA kalo bisnya dateng jam segitu?!

Kesel sih sudah pasti. Tapi tetep kami sabar-sabarkan hati ini. Yang bikin saya dan Suami jadi gak sabar juga karena sikap Sofia. Ya, dia berulang kali bilang,”Bisnya kok lama sih…?” Berrrr kali kali. Mungkin lima menit sekali. Kamipun sibuk menenangkan dia yang mulai bosan.

Akhirnya bisnya datang juga. Tapi jam sudah menunjuk angka 7 kurang 10 menit. Dan jam 7 an bis yang kami tumpangi meluncur dengan tujuan akhir Blitar.

Di jalanan setelah keluar tol Cikampek, perjalanan kami sempat tersendat oleh macet. Penyebabnya adalah penyempitan jalan. Ya, jalur Pantura sedang bersolek. Biasalah setiap mo lebaran ya begitu. Jadinya, jalan yang seharusnya dua arah, hanya satu jalur yang digunakan untuk dua arah.

Untuk menghibur penumpang, pak kernet memutar VCD. Video klip dan lagu-lagu dangdut dari Moneta Group dan RBS. Menyebalkan sekali. Lebih banyak gak sopannya video klipnya. Yang saya sesalkan, anak saya ikutan nonton dan mendengarkan lagu-lagunya yang jorok. Saya bilang ke Sofi, “Nduk, itu tantenya yang nyanyi bajunya jelek ya? masak nggak malu ya?”, jawaban Sofi,”Iya ya mah..”. Untuk lirik-lirik lagu dan goyangannya saya bilang ke Sofi,”Sofi gak boleh lo yaa ngikutin jogetannya ma lagunya itu! jelek tuh nak.” Sofi menjawab singkat lagi, “Iya ma.”

Tapii beberapa hari kemudian, saya dan Suami mendapati Sofia joget di depan kami dengan gerakan yang baru kali ini kami lihat. Suami memandangi saya. Dia bilang, jangan-jangan niru yang di Bis! Karena bocah kecil, jadinya ya lucu. Kami pun menanyai Sofi, yang ngajarin nari gitu sapa? “Sofia sendiri!” katanya. Saya bilang saja ke Sofi, Sofi gak boleh lo ya niru-niru yang nyanyi di bis kemaren! “enggak kok Ma.” Jawabnya. Duhhhh….

Karena sebel dengan isi video dan badan sudah capek serta mata minta merem. Jam 9 malam ayah menegor supir dan kernet bisnya. Ayah minta untuk dimatikan saja TVnya, waktunya istirahat. Setelah TV mati legaa rasanya.

Jam 6 pagi harinya kami sampai di alas Roban. Jam 9 sampai di Solo, yang tinggal 1/2 jam ke rumah Embahnya Sofi. Tapi kami enggak mampir. Bis terus melaju dan mampir sarapan pukul 10 di Sragen. Akhirnya jam 2 kami sampai di Nganjuk. Di sana, om Pipin dan ame Ayu yang menjemput kami sudah menunggu.

Kamipun sampai ditujuan akhir, rumah Eyang Sofi, 2 1/2 jam kemudian.

Ternyata enak juga naek bis. Walau baru kali ini kami menempuh perjalanan selama itu, tapi kami merasa senang senang saja di dalam bis. Pantat sih panas juga waktu memangku Sofia yang bobok. Tapi kalo dinilai, bis AC excutive Lorena yang kami tumpangi ini dapat angka C+. Yang bikin C adalah hiburannya tok! Untuk makannya yang prasmanan dan enak yang bisa bikin + juga gaya nyopir pak sopir yang ngebut itu juga yang saya suka hehe. Belom B, karena tempat duduknya belum nyaman untuk kaki ayah yang panjang hehe.

Untuk perjalanan Jombang – Solo dan Solo – Jakarta akan saya tulis di postingan lain biar nggak kepanjangan.

Persiapan Backpacking

Persiapan. Saya langsung bingung apa yang harus dipersiapkan untuk keperluan backpacking kami. Maklum, baru pertama kali. Tapi untungnya ada buku Lonely Planet edisi Southeast Asia on a shoestring, situs seat61.com, dan situs travel independent yang sangat sekali membantu kami. Lewat mereka kami tau apa yang harus kami bawa dan apa yang tidak boleh.

Setidaknya berikut ini adalah hal-hal yang telah kami persiapkan yang mungkin ada sisi informatifnya untuk anda:

  1. Passport/visa
    Untuk hal yang satu ini, bisa dilihat dipostingan Akhirnya Punya Passport. Yang artinya kami sudah memilikinya. Jika anda melakukan perjalanan sebatas kenegara-negara anggota ASEAN, anda tidak memerlukan Visa. Seperti halnya kami ini.
  2. Tiket pesawat Jakarta-Batam dan Bangkok-Jakarta.
    Bicara soal tiket PP diatas, kami telah memesannya jauh-jauh hari. Tak tanggung-tanggung sudah satu tahun yang lalu :). Yaa begitulah yang namanya tiket promo. Memaksa orang-orang yang pengen terbang dengan biaya murah untuk merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari. Dan kamilah korbannya.

    Sebagai info, kami menggunakan layanan jasa pesawat Air Asia. Hanya dengan Rp1.000.000,- kami sudah bisa menikmati pererbangan diatas. Kalau anda berminat, silahkan menjadi anggota Air Asia. Supaya anda mendapatkan pemberitahuan lebih awal apabila mereka akan melaunching promo. Biasanya mereka membuka layanan pemesanan online pada pukul 11.pm jadi siap-siap setengah begadang. Demii.

  3. Tiket kereta api Sing-MY.Melalui situs www.ktmb.com.my kami memesan tiket untuk perjalanan dari Singapura ke Kuala Lumpur, Malaysia. Situs ini cukup lengkap dan informatif. Anda bisa merencanakan perjalanan anda maksimal 65 hari dimuka. Berbagai kelas ditawarkan dan kami memesan kelas 2 untuk kali ini. Jadi untuk kelas dibawahnya dipastikan lebih murah. Dengan harga kira-kira Rp600.000,- (untuk 2 orang) kami bisa mencapai Kuala Lumpur, Malaysia dalam waktu kurang dari semalam. Ya kami memilih perjalanan malam sekalian menghemat ongkos penginapan (tidur di perjalanan-red).Sebagai tambahan informasi, harga tiket dalam bentuk Ringgit Malaysia. Kalau anda memesan tiket PP Sing-KL, ambilah terlebih dahulu tiket Sing-KL. Untuk perjalanan pulang, KL-Sing, silahkan diambil di Kuala Lumpur. Karena ada sesuatu yang aneh bin ajaib tapi nyata: seumpama harga tiket 25 RM, jika diambil di Singapura, anda akan membayarnya dlm dolar Singapura (Sing$ 25). Tapi kalo anda mengambilnya di Malaysia, anda akan membayar tetap mata uang Malaysia (25RM), bisa rugi kurs kan?Untuk perjalanan dari Malaysia ke Thailand, kami belum memesan tiket. Jadi segala kemungkinan bisa terjadi. Dan kemungkinan besar kami akan naik bis untuk mencapai Hat yai Thailand dari Kuala Lumpur kemudian lanjut ke Krabi. Dari Krabi, kami akan menuju Bangkok dan kemudian kembali ke Jakarta.Menurut seorang teman, beli tiket bus langsung ditempat lebih murah, tapi naek kereta pas di border lebih aman dan mudah. Berhubung kami enggak dapet keretanya ya kita mo nyoba bis.Rencananya kami terus ke Angkor Watt di Kamboja. Tapi setelah dihitung-hitung, 10 hari perjalanan ini tidak akan cukup sehingga kami menunda rute tersebut. Semoga lain kali terwujud, amieenn…
  4. Sebuah backpack untuk saya (model perempuan) ukuran 35lt.Namanya juga backpacking masak bawa koper?! hee..
    Saya nemu backpack ukuran 35 liter di counter Eager. Women series, sangat nyaman untuk perempuan terutama pengait yang ada didepan dada :). Prodak Eager adalah favorit saya. Mulai dari sendal, celana panjang dan ikat pinggang (dan sekarang backpack) semuanya Eager 🙂 tapi kalo sendal udah pindah kelain hati, Merrell. Sedangkan untuk celana cargo Eager, saya tidak direkomendasikan untuk backpacking karena terlalu tebal dan susah keringnya.
  5. Untuk tetek bengeknya seperti pakaian-pakaian kasual yang direkomendasikan dan lain-lainnya, silahkan klik www.travelindependent.info Soalnya buanyak printil-printilnya. Atau mungkin kalo sudah terkumpul semua bisa saya list di blog saya ini. Tapi insya Allah loh yaa.. 🙂

Sepertinya hal-hal vital tersebut diatas itu dulu yang perlu saya tulis. Selanjutnya saya harus bekerja keras mencari waktu untuk menuliskannya disini. Lagian sekarang sudah jam 1 malam lebih. Sampai jumpa!

Backpacking Pertama

Backpacking, apa itu backpacking?

Yang saya tahu, backpacking adalah jalan keliling dunia (lain dengan turis) dengan biaya murah. Termasuk memakai alat transportasi murah, penginapan kelas bawah bahkan nginep di stasiun dan terminal, dan makan makanan rakyat. Mereka melakukan itu tak lain dan tak bukan adalah untuk menyatu dengan masyarakat tempat dimana kaki mereka menginjak.

Namun backpacking yang akan saya jalani ini sebatas jalan ke negara tetangga tanpa bantuan agen perjalanan dan atas biaya sendiri. Sehingga segala bentuk pesan memesan tiket transportasi sampai tempat penginapan kami sendiri yang mencari dan menentukannya. Untuk penginapan, kami belum sampai yang hanya tidur di stasiun atau terminal. Melainkan di penginapan bertarif agak rendah. Kan masih latihan? Tapi sapa tahu ada kenalan yang bersedia menampung kami, hal itu akan lebih ngirit lagi bahahaa (ngarep.com).

Transportasi juga. Kami tidak memesan pesawat ataupun kereta kelas satu (yang jelas gak ada duitnya). Pokoknya yang murahlah hehehe. Yang penting (saya) bisa menghirup oksigen diluar negara Indonesia dan merasakan atmosfir yang berbeda.

Kebebasan menentukan pilihan kemana kaki menjejak tanpa dibatasi “waktu” yang ditentukan adalah kenikmatan yang kami cari. Sebatas percobaan, kami telah mempraktekkan model perjalanan tersebut di Bali. Namun karena membawa Sofi yang belum genap berusia 2 tahun, hanya kenikmatan yang terbatas yang kami rasakan. Walau begitu model perjalanan seperti itu membuat saya dan suami ketagihan :).

Backpacking bukan hal baru. Pun bagi saya. Tapi baru kali ini saya akan menjalaninya. Sehingga saya sangat antusias untuk menulisnya disini. Dan rencana rute perjalanan saya kali ini adalah jakarta-batam-singapura-malaysia-thailand.

Bagi saya, tidak ada alasan untuk melarang seorang ibu rumah tangga beranak satu, belum punya rumah, kendaraan cuma motor honda bebek dan sekolah belum kelar, untuk keliling (dunia) negara tetangga. Bisa dibilang, keinginan saya dan suami klop. Dan semua itu adalah sebuah pilihan. Punya rumah komplit dengan mobil dulu baru mikirin jalan-jalan atau memilih seperti kami :). Kami memang keluarga suka-suka hehehe. Suka kemana-mana dan suka hidup dimana saja. Fleksibel. Apalagi bersuamikan seorang freelancer, sehingga kami harus rajin menabung dan pintar-pintar mengatur keuangan.

Saya ingin tulisan pengalaman kami ini bisa membantu teman-teman yang ingin mencoba berbackpacking juga. Untuk itu saya akan menuliskannya sedetil mungkin. Termasuk harga-harga. Bukan untuk pamer tapi untuk memberikan informasi yang nyata bagi anda. Dan saya senang jika ada yang berguna bagi anda. Apalagi sampai mempengaruhi anda untuk berbackpacking juga :). Bukankah dalam Alquran ada yang disebutkan,”betebaranlah engkau dimuka bumi untuk mencari rahmatNya.” (kurang lebih begitu deh :D) Karena dengan menyaksikan beragam ciptaan Tuhan (tak hanya pelangi) kadar keimanan kita juga bisa bertambah. Bukan begitu bukan? 🙂

Walaupun anda-anda bisa mencari informasi lewat buku-buku, situs-situs, pengalaman-pengalaman orang dan sumber-sumber lainnya yang lebih lengkap. Setidaknya saya sekalian menyimpan pengalaman itu disini. Dan Semoga saya bisa menjejakkan kaki saya ke lebih banyak tempat di muka bumi yang bulat ini (sedang bermimpi), amien Insya Allah.

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: