Persiapan Backpacking

Persiapan. Saya langsung bingung apa yang harus dipersiapkan untuk keperluan backpacking kami. Maklum, baru pertama kali. Tapi untungnya ada buku Lonely Planet edisi Southeast Asia on a shoestring, situs seat61.com, dan situs travel independent yang sangat sekali membantu kami. Lewat mereka kami tau apa yang harus kami bawa dan apa yang tidak boleh.

Setidaknya berikut ini adalah hal-hal yang telah kami persiapkan yang mungkin ada sisi informatifnya untuk anda:

  1. Passport/visa
    Untuk hal yang satu ini, bisa dilihat dipostingan Akhirnya Punya Passport. Yang artinya kami sudah memilikinya. Jika anda melakukan perjalanan sebatas kenegara-negara anggota ASEAN, anda tidak memerlukan Visa. Seperti halnya kami ini.
  2. Tiket pesawat Jakarta-Batam dan Bangkok-Jakarta.
    Bicara soal tiket PP diatas, kami telah memesannya jauh-jauh hari. Tak tanggung-tanggung sudah satu tahun yang lalu :). Yaa begitulah yang namanya tiket promo. Memaksa orang-orang yang pengen terbang dengan biaya murah untuk merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari. Dan kamilah korbannya.

    Sebagai info, kami menggunakan layanan jasa pesawat Air Asia. Hanya dengan Rp1.000.000,- kami sudah bisa menikmati pererbangan diatas. Kalau anda berminat, silahkan menjadi anggota Air Asia. Supaya anda mendapatkan pemberitahuan lebih awal apabila mereka akan melaunching promo. Biasanya mereka membuka layanan pemesanan online pada pukul 11.pm jadi siap-siap setengah begadang. Demii.

  3. Tiket kereta api Sing-MY.Melalui situs www.ktmb.com.my kami memesan tiket untuk perjalanan dari Singapura ke Kuala Lumpur, Malaysia. Situs ini cukup lengkap dan informatif. Anda bisa merencanakan perjalanan anda maksimal 65 hari dimuka. Berbagai kelas ditawarkan dan kami memesan kelas 2 untuk kali ini. Jadi untuk kelas dibawahnya dipastikan lebih murah. Dengan harga kira-kira Rp600.000,- (untuk 2 orang) kami bisa mencapai Kuala Lumpur, Malaysia dalam waktu kurang dari semalam. Ya kami memilih perjalanan malam sekalian menghemat ongkos penginapan (tidur di perjalanan-red).Sebagai tambahan informasi, harga tiket dalam bentuk Ringgit Malaysia. Kalau anda memesan tiket PP Sing-KL, ambilah terlebih dahulu tiket Sing-KL. Untuk perjalanan pulang, KL-Sing, silahkan diambil di Kuala Lumpur. Karena ada sesuatu yang aneh bin ajaib tapi nyata: seumpama harga tiket 25 RM, jika diambil di Singapura, anda akan membayarnya dlm dolar Singapura (Sing$ 25). Tapi kalo anda mengambilnya di Malaysia, anda akan membayar tetap mata uang Malaysia (25RM), bisa rugi kurs kan?Untuk perjalanan dari Malaysia ke Thailand, kami belum memesan tiket. Jadi segala kemungkinan bisa terjadi. Dan kemungkinan besar kami akan naik bis untuk mencapai Hat yai Thailand dari Kuala Lumpur kemudian lanjut ke Krabi. Dari Krabi, kami akan menuju Bangkok dan kemudian kembali ke Jakarta.Menurut seorang teman, beli tiket bus langsung ditempat lebih murah, tapi naek kereta pas di border lebih aman dan mudah. Berhubung kami enggak dapet keretanya ya kita mo nyoba bis.Rencananya kami terus ke Angkor Watt di Kamboja. Tapi setelah dihitung-hitung, 10 hari perjalanan ini tidak akan cukup sehingga kami menunda rute tersebut. Semoga lain kali terwujud, amieenn…
  4. Sebuah backpack untuk saya (model perempuan) ukuran 35lt.Namanya juga backpacking masak bawa koper?! hee..
    Saya nemu backpack ukuran 35 liter di counter Eager. Women series, sangat nyaman untuk perempuan terutama pengait yang ada didepan dada :). Prodak Eager adalah favorit saya. Mulai dari sendal, celana panjang dan ikat pinggang (dan sekarang backpack) semuanya Eager 🙂 tapi kalo sendal udah pindah kelain hati, Merrell. Sedangkan untuk celana cargo Eager, saya tidak direkomendasikan untuk backpacking karena terlalu tebal dan susah keringnya.
  5. Untuk tetek bengeknya seperti pakaian-pakaian kasual yang direkomendasikan dan lain-lainnya, silahkan klik www.travelindependent.info Soalnya buanyak printil-printilnya. Atau mungkin kalo sudah terkumpul semua bisa saya list di blog saya ini. Tapi insya Allah loh yaa.. 🙂

Sepertinya hal-hal vital tersebut diatas itu dulu yang perlu saya tulis. Selanjutnya saya harus bekerja keras mencari waktu untuk menuliskannya disini. Lagian sekarang sudah jam 1 malam lebih. Sampai jumpa!

Backpacking Pertama

Backpacking, apa itu backpacking?

Yang saya tahu, backpacking adalah jalan keliling dunia (lain dengan turis) dengan biaya murah. Termasuk memakai alat transportasi murah, penginapan kelas bawah bahkan nginep di stasiun dan terminal, dan makan makanan rakyat. Mereka melakukan itu tak lain dan tak bukan adalah untuk menyatu dengan masyarakat tempat dimana kaki mereka menginjak.

Namun backpacking yang akan saya jalani ini sebatas jalan ke negara tetangga tanpa bantuan agen perjalanan dan atas biaya sendiri. Sehingga segala bentuk pesan memesan tiket transportasi sampai tempat penginapan kami sendiri yang mencari dan menentukannya. Untuk penginapan, kami belum sampai yang hanya tidur di stasiun atau terminal. Melainkan di penginapan bertarif agak rendah. Kan masih latihan? Tapi sapa tahu ada kenalan yang bersedia menampung kami, hal itu akan lebih ngirit lagi bahahaa (ngarep.com).

Transportasi juga. Kami tidak memesan pesawat ataupun kereta kelas satu (yang jelas gak ada duitnya). Pokoknya yang murahlah hehehe. Yang penting (saya) bisa menghirup oksigen diluar negara Indonesia dan merasakan atmosfir yang berbeda.

Kebebasan menentukan pilihan kemana kaki menjejak tanpa dibatasi “waktu” yang ditentukan adalah kenikmatan yang kami cari. Sebatas percobaan, kami telah mempraktekkan model perjalanan tersebut di Bali. Namun karena membawa Sofi yang belum genap berusia 2 tahun, hanya kenikmatan yang terbatas yang kami rasakan. Walau begitu model perjalanan seperti itu membuat saya dan suami ketagihan :).

Backpacking bukan hal baru. Pun bagi saya. Tapi baru kali ini saya akan menjalaninya. Sehingga saya sangat antusias untuk menulisnya disini. Dan rencana rute perjalanan saya kali ini adalah jakarta-batam-singapura-malaysia-thailand.

Bagi saya, tidak ada alasan untuk melarang seorang ibu rumah tangga beranak satu, belum punya rumah, kendaraan cuma motor honda bebek dan sekolah belum kelar, untuk keliling (dunia) negara tetangga. Bisa dibilang, keinginan saya dan suami klop. Dan semua itu adalah sebuah pilihan. Punya rumah komplit dengan mobil dulu baru mikirin jalan-jalan atau memilih seperti kami :). Kami memang keluarga suka-suka hehehe. Suka kemana-mana dan suka hidup dimana saja. Fleksibel. Apalagi bersuamikan seorang freelancer, sehingga kami harus rajin menabung dan pintar-pintar mengatur keuangan.

Saya ingin tulisan pengalaman kami ini bisa membantu teman-teman yang ingin mencoba berbackpacking juga. Untuk itu saya akan menuliskannya sedetil mungkin. Termasuk harga-harga. Bukan untuk pamer tapi untuk memberikan informasi yang nyata bagi anda. Dan saya senang jika ada yang berguna bagi anda. Apalagi sampai mempengaruhi anda untuk berbackpacking juga :). Bukankah dalam Alquran ada yang disebutkan,”betebaranlah engkau dimuka bumi untuk mencari rahmatNya.” (kurang lebih begitu deh :D) Karena dengan menyaksikan beragam ciptaan Tuhan (tak hanya pelangi) kadar keimanan kita juga bisa bertambah. Bukan begitu bukan? 🙂

Walaupun anda-anda bisa mencari informasi lewat buku-buku, situs-situs, pengalaman-pengalaman orang dan sumber-sumber lainnya yang lebih lengkap. Setidaknya saya sekalian menyimpan pengalaman itu disini. Dan Semoga saya bisa menjejakkan kaki saya ke lebih banyak tempat di muka bumi yang bulat ini (sedang bermimpi), amien Insya Allah.

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: