Hasil Seminar PD Bicara Sex dengan Anak

Aaah.. mumpung twit mbak Mona Ratuliu (@mratuliu), salah satu penyelenggara seminar PD Bicara Sex dengan Anak, masih belom ilang dari TL jadi saya sempatkan untuk mengumpulkannya disini. Berhubung kami sendiri tidak bisa ikut karena nemenin Sofia yang ikut lomba menggambar di Burger King Giant Bintaro, maka kumpulan twit ini penting bagi kami sebagai pengingat.

Untungnya kami sudah punya buku enSEXclopedia-nya bu Elly Risman, dkk jadi lumayan paham dengan garis besar dari seminar ini. Ohya, Pembicara utama dalam seminar ini adalah IBU ELLY RISMAN. Beliau adalah penyelamat kami dari jurang kebegoan sebagai orang tua. Mbak Mona ngetwitnya bertagar #EllyRisman & #PDbicaraSEXdngANAK. Ok, mari disimak!

——-

“Jadi ortu JELAS butuh ilmu. Sama aja kayak beli piano, emangnya langsung bisa maen? Ya belajar dulu laaaaah…. ” #EllyRisman#PDbicaraSEXdgnANAK

Faktanya hampir tiap hari di tv kita menyiarkan program/rekonstruksi perkosaan anak & balita. Media elektronik&cetak yg diakses anak byk yg mngandung unsur pornografi. Games, internet, hp, tv, vcd, komik, majalah, dsb

Hmmm.. Byk fakta yg diungkap bu #EllyRisman yg bs dibilang mengerikan… Smp gak enak mau ditweet. Rugi ah yg gak dtg :p

“86% anak usia SD kelas 4,5,6 yg diriset bu Elly sudah pernah lihat film porno… Engkaukah itu anakku?”

“Kami menemukan anak kelas 4,5,6 ngesex dan dishare di bb grupnya… ” #Keselek!

Digelar jg nih riset ibu #EllyRisman ttg pelecehan yg dialami anak SD sampai bgmn perasaan mereka.. SHOCKING!
Orang lain yg melakukan pelecehan kpd anak2.. saudara sendiri, teman, tetangga, supir antar jemput, guru les, dsb #puyeng

Beresin kitanya dulu. Sadari kelalaian kita sebagai ortu. Anak tdk salah, karena otaknya blm sempurna..

Ortu kurang punya waktu untuk anak, tidak punya tujuan pengasuhan, hanyut dgn TREND, pasrah pendidikan agama n penerapan ke sekolah.
Tidak membedakan pengaasuhan anak laki & perempuan, padahal mereka beda. Anak laki2 lebih butuh ayahnya, terutama diatas usia 7thn.
“Jgn kau cabut dunia bermain anak2mu terlalu cepat, nanti kau temukan anakmu dewasa dgn mental yg kekanak2an” Neil Postman
Ortu memberi perangkat teknologi kpd anak tanpa tahu: akibat negatif, penelasan, persyaratan & peraturan agama
Cara komunikasi ortu masih pake cara jadul, tidak paham perasaan anak & remaja. tidak paham cara kerja otaknya.
Nggak ada satu pun bapak2 di ruangan seminar#PDbicaraSEXdgnANAK yg diajak ngobrol/dikasih tau bapaknya dulu tentang persiapan akan mimpi basah..
Hanya 3 orang ibu2 diruangan yg sebelum menstruasi dijelaskan dulu sama ibunya tentang apa itu menstruasi dan mempersiapkannya.
“Jgn mengulang sejarah! Rubah perilaku parenting kpd anak! Siapkan anak laki n perempuan kita menuju dewasa”
Mengasuh seksualitas anak bertujuan: mempersiapkan anak menjadi calon istri/suami, calon ibu/ayah, calon penanggung jawab keluarga.
“Tak terasa nanti tiba saatnya PANEN kesalahan pengasuhan anak, akibat ketidak tahuan kita”

Bedakan SEKS dengan SEKSUALITAS…
– Seks: segala sesuatu yg berkaitan dengan alat kelamin, mejadi laki2 atau perempuan
– Seksualitas: totalitas kepribadian. Bagaimana berbudaya, bersosialisasi, berseksual, menunjukan siapa diri kita..

Balita suka imajinasi. Pura2 main dokter2an/kawin2an.. Ajarkan explorasi emosi, jelaskan juga tentang sentuhan…

Jenis sentuhan yg BOLEH: bahu keatas ( karena kasih sayang, mengusap, membelai kepala, memberi bedak, dsb)

Sekarang bu #EllyRisman praktek tentang bagaimana mengajarkan sentuhan kepada anak umur 5thn.

Sentuhan yg membingungkan: dari bahu smp atas dengkul. Jelaskan detil kpd anak siapa aja yg boleh sentuh, siapa yg tidak.
Sentuhan yg jelek: seseorang meraba2 bagian yg tertutup baju renang. Jelaskan detil apa saja, bentuk sentuhannya, dsb
Peserta belajar menjelaskan kpd anak ttg jenis2 sentuhan sebelum praktek dirumah nanti.
“Mayoritas konsep diri anak cenderung sangat buruk. Karena ortu mengajarkannya dgn terburu2”
Usia SD, ajari anak konsep diri, befikir kritis, mandiri & bertanggung jawab, berhati2 dengan teknologi, jadilah (ortu) model teladan, proaktif.
“Enak sekali bapak-ibu sekalian sekarang mudah mendapatkan info tentang mengasuh anak. Dulu saya…” Ibu #EllyRisman nangis cerita pngalamannya, nangis.
Jangan tunda ajari anak seks & seksualitas sedini mungkin, jangan borongan! Jangan export tanggung jawab! Hadirkan Allah dlm hidupnya…
Mengasuh seksualitas pada anak: ortu harus cepat menyikapinya dan mempersiapkan, melatih omongannya, jangan jaim, gunakan istilah kitab suci.
Ortu bagi tugas, jelaskan (misal dampak positif & negatif  TV, internet, PS, HP). Siapa yg menjelaskan? Ayah/ibu? Kapan target menjelaskannyanya?
Rasa ingin tau anak tentang seks adalah wajar, konsekuensi dari pekembangannya. Ortu harus siap jawab sesuai usia & kecerdasan anak.
Kiat menghadapi pertanyaan yg mengejutkan dr anak: tenang & kontrol diri, tarik nafas panjang “take it easy”,
Kiat menghadapi pertanyaan yg mengejutkan dr anak: cek pemahaman anak ” yg kamu tau apa?”. Ungkapkan apa yg anda rasakan ” mama kaget, dsb”
Jawabnya: KISS( keep information short n simple) / PS (pendek & sederhana). Gunakan kesempatan emas ini untuk menjelaskan.

Kalau belum bisa jawab pertanyaan dr anak.. TUNDA. Jgn terlalu lama dan jangan lupa tepati janji utk menjawab.

Nah, skrg peserta praktek belajar menjawab pertanyaan2 anak… Yg gak ikut seminar rugi ah! Hehehe…

Ayah-bunda peserta seminar #PDbicaraSEXdgnANAK praktek menjawab pertanyaan2 anak.. Susah bgt ih! Asli!http://lockerz.com/s/204720408

—-

Dan berikut ini adalah rangkuman hasil seminar PD Bicara Sex dengan Anak yang ditulis oleh Kelompok Peduli Anak di laman Facebooknya:

Alhamdulillah, banyak banget ilmu yg didapat dari bu Elly Risman,Psi di seminar “Pede bicara Sex dgn Anak” kmrn. Intinya, komunikasikan hal ini sejak anak msh kecil (balita). Bicarakan sesuai dgn tahapan usianya dgn bhs yg simpel, jelas dan kunci dgn nilai2 agama; Hadapi pertanyaannya dgn tenang. Rasa ingin tahu anak akan seks adl wajar, konsekuensi dari perkembangannya.Dual parenting dimana peran ayah tdk tergantikan oleh ibu dalam penegasan seksualitas pada anak. Hati2 dgn bahaya pornografi yg mengintai anak2 kita… Be a smart parents… 🙂

Gimana Pak, Bu? Bingung? Kaget? Nggak jelas? Kalau pingin jelas silahkan ikuti seminarnya. Kumpulan twit di atas hanyalah garis besarnya saja. Kelompok Peduli Anak sebagai penyelenggara seminar ini sering kok membuat seminar bersama ibu Elly tentang pengasuhan anak, dll. Silahkan saja gabung di FB/twitter-nya biar tahu apa tema dan kapan ada seminar selanjutnya. Nggak rugi kok, saya selalu sakau untuk ikut lagi dan lagi walaupun setelah ngikutin beberapa seminar bu Elly saya selalu merasa ditampar-tampar sampe melek mata dan pikiran saya. So, dont be hesitate to joint them!

Mengapa Banyak Pakar Menyusui Tidak Menyarankan Penggunaan Dot?

Berikut ini saya rangkumkan sharing dari mbak Nia Uamar di Twitter (@housniati) tentang alasan mengapa banyak pakar menyusui tidak menyarankan penggunaan dot. BEliau adalah Public Health Student & Deputy Chairwoman of Indonesian Breastfeeding Mothers Assosiation @AIMI_ASI.

——-

Mo sharing dikit ttg kenapa banyak pakar #menyusui tdk menyarankan penggunaan dot;

(1) Alasan terlazim: karena bikin bingung puting.

(2) a.Mungkin bayi kita bisa bolak balik ganti2an pake dot & balik nyusu ke payudara, tapi perlahan2 biasanya produksi asi ikut drop. Kenapa?
b. Krn mekanisme bayi menghisap botol dgn menyusu di payudara itu beda. Bayi mencari ‘aliran’ yg deras & botol fasilitasi itu…
c. Jika payudara tidak bisa imbangi derasnya ‘aliran’ dari botol itu,maka produksi ASI perlahan2 akan turun. Badan kita ‘kalah’ dengan botol.

(3) Dot lebih sulit dibersihkan dibandingkan penggunaan gelas kecil.

(4) Dari perspektif isu lingkungan; penggunaan dot tdk ramah lingkungan krn terbuat dari plastik & perhatikan jg jenis2 plastik

(5) Penggunaan dot yg jg ada pengaruhnya ke perkembangan otot & rahang mulut bayi. Krn mekanismenya yg beda tadi dgn menyusu .

(6) Ada busui yg beruntung produksi ASI ngga drop biar pun anaknya pake dot.Tp penting utk diingat,tdk semua pasang ibu-bayi sama ya 😉

(7) Penggunaan gelas kecil memang rasanya tdk mudah. Tp bs dilakukan, dgn komitmen, kemauan & berpikir positif. Cek vid:http://bit.ly/r5fQcD

(8) Ada yg bilang jika proses menyusui udah mantap antara ibu-bayi; bisa pake dot? Bisa ya & bisa tidak. Krn bisa jd bayi ngga papa tapi produksi ASI drop.

(9) Saran saya, drpd resikokan hal yg tdk pasti, lebih baik hindari dot. Spy proses menyusui lancar sampe tujuan yg diharapkan 🙂

(10) Ohya satu lagi: pemasaran dot (&empeng) itu masuk dlm aturan#kodeWHO. Jadi ini termasuk yg bisa banget ‘ganggu’ proses menyusui.
(11) Jadi terus terang saya #GagalPaham kalo ada nakes (tenaga kesehatan) yg bilang “bingung puting itu mitos” krn udah banyak faktanya & penelitiannya
(12) Mungkin nakes2 itu blum pernah liat langsung gimana bayi menolak menyusu & merasakan bagaimana perasaan ibu yg ditolak menyusu 🙁

(13) para #busui yg mungkin ‘terjebak’ dgn kondisi bayi menolak menyusu/tiba2 produksi #ASI drop, segera hub #KonselorMenyusui yaa

(14) Semoga dgn komitmen kuat, kerjasama dgn keluarga di rumah & berpikir positif,bayi bisa berhasil nyusu kembali & singkirkan dot selamanya 😉
————
Demikian semoga bermanfaat bagi ibu-ibu yang sedang menyusui. HIDUP MENYUSUI! PAYUDARA KITA HAK ANAK KITA 😀

Otak Kreatif Setiap Anak (Manusia) Tak Datang Tiba-Tiba

Obsesi nih ngumpulin kultwit dari akun @anakjugamanusia. Soalnya saya pribadi sebagai orang tua sangat merasakan manfaatnya sejak memfollow akun itu di Twitter. Alasan lainnya sih simple: Saya nggak mau ilmu yg saya yakin pengaruhnya luar biasa ini sebatas dinikmati para ortu dan ortu wanna be di dunia Twitter. So kalo saya copas di blog sini & FB, semoga yang nggak punya akun Twitter setidaknya bisa membaca kultwitnya.

Kali ini @anakjugamanusia kultwitnya bertagar #otakkreatif, cekidot!

Dear Parent’s, malam ini kami akan Kultwit tentang Kemampuan dasar otak Manusia di #otakkreatif, Semoga Manfaat.

1. Ada beberapa hal yg seringkali ditanyakan oleh, rekan2 dari Dunia Usaha, Pendidik, Guru & Ortu.
2. seperti “Kenapa ya kok Karyawanku ini sulit diajak Kreatif ya?”, “kenapa ya, sulit sekali mencari karyawan yg kreatif?”
3. “kenapa ya, memberikan Bonus, Tunjangan / tambahan Penghasilan seringkali tdk membuat orang mjd Kreatif?”
4. “Kenapa ya, kok banyak anak2 Muda kalo diajak berpikir, memilih menghindar?”, “knp ya byk lulusan PT yg nggak kreatif?”
5. “Kenapa ya, kok banyak Orang cenderung Emosional dalam menyelesaikan suatu Permasalahan?”
6. Biasanya kami jawab “Nggak tau tuh”, “loh gimana sih?” pada protes, ya Karena kami benar2 Tidak Tau, hehe
7. Kemudian, pertanyaan2 tersebut mulai terjawab. bahwa Semua ini dimulai dari Pendidikan saat masih anak-anak!
8. kami pernah membaca bukunya “Ayah Edi”, yg mengatakan bahwa Otak Manusia memiliki 3 Kemampuan Dasar
9. yaitu; Kemampuan Berpikir/Nalar, Kemampuan Kreatif, lalu Kemampuan Menghafal
10. Nah ini menarik, Sayangnya saat Sekolah seringkali yg di asah pada anak2 adalah Kemampuan Menghafalnya
11. dari SD sampai kuliah, hampir semua Ujian / Test isinya adalah Hafalan yg semuanya ada di buku & Internet
12. pdhl dlm Dunia Kerja & Selepas Sekolah, Kemampuan yg sering digunakan adalah Kemampuan Berpikir & Kemampuan Kreatif
13. Bayangkan pertanyaan2; “Sebutkan nama2 Menteri?”, kenapa nggak sekalian “sebutkan nama2 istri menteri”, hehe
14. lalu pertanyaan hafalan, “Apa yg terjadi antara 1825 – 1830?”, ya jelas2 jawabnya ada di buku “Perang Diponegoro
15. Mengapa tidak Pertanyaan; “menurutmu Semangat Pangeran Diponegoro, bila diterapkan dalam se-hari2, akan seperti apa?”
16. wah, itu Pertanyaan yg akan memacu Kemampuan Berpikir, juga anak belajar mengambil hikmah dari sebuah peristiwa
17. pernah diberitahu oleh Rekan yg di luar Negeri, bahwa PR anak2 setara SD disana hanya sedikit Sekali
18. kadang hanya 1 Pertanyaan seperti ini “Apakah Idemu untuk Merubah Dunia?” & jawabnya Lesan Pula di depan Kelas, wooww
19. ini memacu Kemampuan Berpikir, Kreatif & Melatih Kemampuan mempresentasikan Pikiran & Imajinasi anak
20. yak, sistem pendidikan kita memaksa Anak2 seringkali hanya diasah & dilatih Kemampuan Menghafalnya
21. lalu tiba2 saat Kerja & Selepas Sekolah/Kuliah, anak2 hrs Memiliki Kemampuan Berpikir & Kemampuan Kreatif?
22. ini Menjadi PR besar Kita semua. Sulit sekali mengubah sistem yg sudah seperti ini, Namun kita selalu punya kesempatan
23. kita bisa memulainya dalam keluarga kita, beri ruang bagi anak untuk berpikir & kreatif
24. hargai setiap pendapat anak, hargai idenya, beri juga apresiasi pada karya2 anak, apapun itu
25. jangan justru kemampuan2 berpikir & kreatif anak yg sangat mereka butuhkan nantinya, kita mandulkan dgn sikap2 kita
26. Sikap sering meremehkan ide anak, pendapat & karya anak, akan membuat kemampuan2 tersebut malah tumpul
27. kemampuan berpikir & kreatif anak mestinya harus kita tumbuhkan keatas, bukan kita tekan2 kebawah
28. Semakin tajam kemampuan berpikir&kreatif anak, semakin anak bisa menyelesaikan persoalan2 yang kelak ia hadapi

Demikian Parent’s, Kultwit malam ini di #otakkreatif, semoga bermanfaat, kami doakan anda Sehat selalu.

Alhamdulillah, akhirnya sudah ketulis juga. Semoga habis ini bisa tidur nyenyak karena nggak merasa punya hutang hehehe. Good nite!

 

 

Meniup Balon dengan Ragi dan Gula

Siang pulang sekolah Sofia punya ide untuk praktek membuat balon karetnya mengembang dengan cara sains seperti yang pernah dia praktekkan di sekolah. Kebetulan kemarin siang pas take away di Bakmi GM Sofia minta balon. Jadilah balon warna merah itu yang kita buat praktek.

Awalnya Sofia ngotot bahwa bahan & alat yang dibutuhkan selain botol, balon karet, air hangat dan gula adalah garam. Saya enggak yakin tapi   saya diam saja. Baru ketika kami mau memulainya saya minta Sofia melihat ulang apa yang dibutuhkan di portofolio TK A-nya. Setelah bongkar-bongkar portofolio jaman TK A, ketahuan deh kalo bahannya enggak pakai garam melainkan RAGI 😀

Berlatih Membeli

Kami tak punya ragi, saya pun mengajaknya membeli ragi ke warung. Mengingat kemarin pas open school di sekolah Sofia sangat bangga pada dirinya karena ternyata dia berani membeli sendiri sebuah craft di bazar kakak SD, maka kali ini saya suruh dia sendiri yang beli raginya.

Saya tunggu dia di atas motor di depan warung, saya beri uang rp5,000,- saya ajarin untuk bilang: beli (ragi) Fermipant, bu. Awalnya dia menolak karena malu. Seperti biasa klugat klugetnya. Tapi saya ingatkan betapa bangganya dia pas beli sendiri di bazar kemarin. Dengan senyum dia bertanya: nanti kembaliannya berapa? Saya bilang enggak tahu, nanti kita lihat saja. Atau nggak tanyain berapa harganya. Eh dia malah pingin mundur lagi gara-gara terdengar ribet. Jadinya saya suruh saja memberikan uangnya nggak pake nanya berapa harganya. Dia pun semangat masuk warung yang sedang sepi.

Karena nggak ada orang di warung, dia mendekat ke rumah si pemilik warung sambil berteriak: BELIII!!! Hihihi senang deh melihat anakku makin berani. Lalu dia keluar dengan senyum lebar menyerahkan si ragi dan uang kembalian pada saya. Ini berapa, Ma? Saya pun mengajari dia pengurangan 5,000 – 1,500 (uang kembalian). Dia mengangguk-ngangguk tapi sedikit bingung hahaha. Tapi dia tahu kalau itu uang logam seribu dan lima ratus rupiah.

Let’s Practice!

Ragi sudah ada. Lalu dengan menggunakan botol bekas cairan Dettol kami mulai bereksperimen: setelah saya siapin air hangat, Sofia yang memasukkan 2 sendok gula pasir dan dua sendok ragi ke dalam botol. Lalu dia tuangkan air hangatnya. Lalu dia kocok-kocok. Karena mulut botol lebar, dia kesulitan memasang lubang balon ke mulut botol. Maka saya yang melakukannya. benar-benar sulit dan butuh tenaga ekstra euy! Seru deh, Sofia sampai ketawa ngakak karena emaknya mleset terus hehehe. Setelah terpasang, kita taruh itu di teras belakang deket meja makan.

Tak lama kemudian saya menyiapkan makan malam, eh saya lihat balonnya sudah mengembang! Kami pun kegirangan. Ayah langsung mengajak tos Sofia karena keberhasilannya. Tak ketinggalan tos juga sama mamanya 🙂 Sofia sangat takjub karena katanya di Sekolah dulu butuh waktu lama nunggu balonnya mengembang, sedangkan sekarang tak sampai satu jam balon itu sudah mengembang hehehe..

Kata Ayah kalau gulanya lebih banyak bisa lebih besar mengembangnya 🙂

Pengetahuan yang di dapat Sofia

Kami pun menjelaskan kenapa si balon dengan begitu bisa mengembang sendiri? Karena si Ragi memakan si gula yang pada prosesnya menghasilkan gas karbondioksida / CO2 yang lalu membuat si balon mengembang. CO2 itu sama dengan nafas yang kita keluarkan. Jadi kalau kita meniup balon itu kita meniupkan CO2. Eh iya, kalo kita bernafas itu yang kita hirup oksigen / O2.
Mendengar penjelasan kami Sofia menyeletuk:
Jadi kalo kita niup balon, nafas kita ada di dalam balon dong, Ma!
Hehehehe…iya nak…

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: