Sofi dan Tempat Tidur Susun Barunya

Setelah hunting lewat dunia maya dan dunia nyata, akhirnya saya mendapatkan juga tempat tidur susun yang kami inginkan. Malah dapet harga murah lagi. Pertama-tama saya datangi ACE Home Centre di Pasaraya Grande. Soalnya dulu waktu kesana saya pernah ngeliat tempat tidur susun sebiji disana. Waktu saya datangi lagi pas taon baru kemaren, ternyata sudah habis stoknya. Kata masnya harganya 2 juta kurang serebu (tanpa kasur). Menurut masnya lagi, yang ada di Index furniture Pondok Indah. Kamipun pulang.

Di rumah saya lihat di website index ada gambar tempat tidur susun. Saya telp yang di Depok, katanya ada tapi harganya 2 jutaan juga (tanpa kasur). Saya keep dulu info itu lalu saya browsing lagi “tempat tidur susun”. Atas saran seseorang di milis, diminta cek select.co.id disitu memang ada tapi pembeliannya harus online. Rasanya kurang puas kalo beli tanpa lihat dulu barang nyatanya. Akhirnya saya email admin select dan dalam waktu dua hari (karena libur tahun baru) saya mendapatkan jawaban di hari seninnya.

Select merekomendasikan saya untuk menengok gudangnya di Pulo Gadung dan Kalideres dengan menyertakan nomor telp masing-masing, jauhnya duhh! Setelah Pulo Gadung, saya telp yang Kalideres. Senangnya, karena mbaknya yang terima telpon memberikan alamat dan no telpon showroom mereka yang di Pasar Minggu. Langsung saya telpon untuk menanyakan lokasi mereka.

Ternyata e ternyata, tuh showrom cuma selemparan batu dari rumah kami. Mereka bilang di depan Robinson Ps Minggu. Selasa, pulang dari kampus jam enem kurang, saya mampir ke pasar minggu mencari toko mebel tersebut.

Setau saya hanya dua toko mebel di situ. Mereka sodaraan lagi, maksudnya pemiliknya sama. bedanya yang kiri khusus olimpic yang kanan macem-macem. Saya datangi yang olimpic, kata mbaknya untuk merek Hakari disebelah. Tancap!

Disana saya dilayani dengan baik. Secara dulu saya beli Sofa disini jadi saya sudah familiar. Benar juga. Ada tiga contoh yang sudah di display. Singkatnya kami langsng tawar menawar harga pas. Tapi saya gak mau okein dulu soalnya saya mau konsultasi dulu ke suami. Seperti biasa, mereka minta di DP in dulu walau sepuluh rebu rupiah buat ngiket harga diskonnya.

Sampai di rumah, suami langsung oke hehehe. Nggak nunggu besok-besok, menjelang isya saya balik kesana bersama suami dan anak untuk hitung jadi. Hargapun ditutup pada level 1.175.000,- jauhhhh dari harga di ACE maupun Index yang saya lihat barangnya hampir sama. Bahkan dari website select yang mengantar saya kesini juga jauh berbeda. Mereka membandrol harga satu juta setengah kurang serebu rupiah (1.499.000,-).

Persis sama ma punya Sofia.

Persis ma punya Sofia

Esoknya, seperti janji mbaknya yang ngelayani, jam satu siang mereka benar-benar datang mengantarkan barangnya dan langsung dipasang. Benar-benar pelayanan yang memuaskan. Setelah di kasih kasur dan dibungkus sprei, Sofia langsung bermain dan tidur di situ. Polah anak dapet sesuatu yang baru, membuat saya dan suami geli.

Alhamdulillah, akhirnya keinginan kami agar sofi tidur di tempatnya sendiri kesampaian. Bukan ngusir loh nak hehehe,,, Habisnya tempat tidur 180×200 sudah tak muat untuk menampung dua raksasa + satu anak yang tidurnya suka menguasai tempat hihihi.

Tempat tidur kami berdua jadi serasa lapangan bola 🙂 legaa..

Sakit Diawal Tahun

Tentang kambing hitam ditulisan saya sebelumnya benar-benar bukan isapan jempol. Puncaknya sebenarnya minggu ini. Karena dalam dua minggu waktu UAS, jadwal saya semuanya diminggu pertama. Tapi kalo sedang ujuan saya malah tenang. Hebohnya malah kalau kuliah day-to-day-nya. Saya sampai kolaps. Tepatnya minggu kemaren. Dua hari setelah Ibu saya pulang ke kampong. Tiap kali datang menstruasi, dihari-hari pertama kondisi badan saya selalu drop. Bisa dipastikan tensi saya turun drastis bahkan sampai 70/90. Trus yang kemarenan juga begitu.

Sakit kepala sebelah sudah saya rasakan sejak menjelang sore. Bukan masuk angin tapi semacam migren. Dan juga badan saya biasa-biasa saja. Untuk mengantisipasi (biasanya manjur) saya minta suami membelikan sate kambing di gerobak mangkal langganan kami (sebelah Volvo Pasar Minggu). Makan malam dengan sate sudah amblass, sangobion sudah saya telan. Sayapun menemani Sofi nonton Disney sampai jam 9 malam. Tapi kepala saya sudah berdenyut-denyut hebat sejak jam delapan. Namun saya tahan-tahan. Karena tak tahan, saya panggil suami di kamar kerjanya yang sedang mengejar deadline jam satu dini hari.

Suami bingung. Antara mengejar deadline. Merawat saya. Atau meladeni Sofi yang minta temen main. Saking nggak kuatnya saya sampai menangis. Bayangkan, dengan posisi bagaimanapun kepala saya tak memberi jeda sedetikpun untuk tak sakit. Duduk sakit. Berbaring sakit. Merem sakit. Melek apalagi. Dan itu semua dibarengi rasa mual.

Saya pun pindah dari depan TV ke tempat tidur. Saya sudah tak peduli lagi dengan deadline suami. Sofiapun saya abaikan. Yang saya inginkan hanya tidur untuk melupakan sakit ini. Tapi apa yang terjadi. Saya tiba-tiba malah teringat teman sebangku saya waktu SMA, Mita Rosyana, yang telah meninggal dunia dua tahun lalu. Saya sedih karena setahun kemudian baru tahu kabar itu. Saya menangis sejadi-jadinya (tanpa suara dan bukan meraung-raung loh). Dan sakit itu juga makin menjadi-jadi. Saya merasa seperti mau mati. Tapi saya tak yakin apa begitu rasanya mau mati.

Tak menunggu lama setelah saya berbaring tiba-tiba…

Ya begitulah. Semua yang ada dilambung saya sudah pindah di atas tempat tidur. Sampai bersih kali karena dibilas berkali-kali. Untungnya perlak alas tidur Sofia yang masih suka ngompol sudah saya gelar. Jadi selamat deh. Nggak ngotorin tempat tidur hehehe…

Eh, enggak ketawa dulu deng. Awalnya saya berpikir. Kalau udah bisa “vomit” pasti kepala saya entengan. Tapi apa yang terjadi. Tetep saja ternyata. Teh hangat yang dibuatkan suami saya teguk setengah. Saya mau tidur! Harus tidur! Sofia yang dari awal melihat saya “vomit” tampak sekali salah tingkahnya. Dia lalu lalang sendiri. Kesana kemari serba salah. Saya tak mampu untuk sekedar mengomentari tingkah lakunya. Kasihan dia.

Saya coba tidur tapi Sofia yang ingin menunjukkan rasa sayangnya pada saya malah mengganggu saya. Dia ngusel-usel pengen minta dikelonin. Karena terbujuk rasa tak mau kehilangan kantuk yang mulai menyengat mata. Keinginan marahpun keluar juga. Tapi setelah saya minta “DIAM! Kalo mau mama kelonin!” diapun diam memeluk saya dan saya tak tahu lagi kapan dia benar-benar tidur karena saya sudah bersumpah untuk tidur dan akhirnya terlelap sampai esok harinya.

Paginya, rasa pening masih samar-samar terasa. Tak saya biarkan dia enak-enakan nongkrong dikepala saya. Saya tetap mengerjakan rutinitas pagi saya. Masak, beres-beres dan segala pernak-perniknya untuk melupakannya dan berhasil. Semoga ini tak terulang lagi. Jangan ya!

New Year, New Yearnings!

Long time no see guys!

Setahun sudah saya tak menulis di sini. Alasannya karena nggak sempet, kehabisan ide, dan yang terakhir mengambing hitamkan tugas-tugas kuliah yang seambreg bregh! Sampai-sampai saya datangkan bala bantuan dari kampung, Ibu saya, untuk mengasuh Sofi sementara saya mengerjakan tugas yang datang silih berganti dan bertubi-tubi. Pun Suami, sedang menghadapi deadline banyak sekali. Tapi Ibu hanya disini dua minggu. Karena suatu hal, beliau harus pulang dulu.Tepatnya habis Natalan kemaren lalu.

Sebelum berlanjut, saya ucapkan…

SELAMAT TAHUN BARU 2009 & 1430 H

Untuk semuanya. Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dibanding tahun-tahun kemarin untuk kita semua dan untuk semua hal, amin….

Tentunya banyak pengharapan yang kita inginkan terwujud ditahun kerbau ini. Begitupun dengan saya. Diantaranya:

1.Pengen pindah kontrakan yang berkamar tiga karena Sofi sudah waktunya punya kamar sendiri. Semoga dapat tempat yang lebih nyaman, tetap berakses mudah dan dekat kemana-mana (tetep dalam kota) dan harga tetap terjangkau. Kontrakan kami berakhir pada bulan Mei ini

2.Semoga rencana backpacking saya bersama suami ke Singapura-Malaysia-Thailand-Vietnam bulan Juli nanti yang tinggal menunggu waktu itu berjalan dengan lancar.

3.Semoga kuliah saya bisa kelar tahun ini karena saya sudah tak sabar ingin hengkang dari Jakarta. Bali?? Wait on me as yr new resident! 😀

4.Semoga hikmah dari segala halangan,rintangan, cobaan, dan tempaan ditahun 2008 lalu menjadikan saya dan suami lebih solid sebagai partner dalam menghadapi masa depan kami yang cerah!! >:D

5.Terakhir, semoga ditahun 2009 dan tahun-tahun setelahnya, Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kesejahteraan, rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sekeluarga amin-amin-aminn..ya Rob!

Akhirnya, kakipun mulai menapaki jalan setapak 2009 dan waktupun telah mulai menghitung mundur mengukur kehidupan kita. Do the best guys!!

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: