Ibu, Pembantu, Pembantu, Bapak

Kalau Nabi Muhammad SAW masih hidup dan tinggal di Indonesia lalu melihat kekacauan bangsa ini, beliau pasti akan mengubah redaksi sabdanya dalam Hadist yg diriwayatkan oleh at-Tirmizi:

“Daripada Muawiyah bin Haidatal Qusyairi katanya aku bertanya Rasulullah SAW, siapakah orang yang paling patut aku berbuat baik?,
Rasulullah SAW menjawab : ibumu (krn dia telah hamil & melahirkanmu),
kemudian aku bertanya lagi siapa?,
Rasulullah menjawab : pembantumu/pengasuhmu/sustermu (krn dia yg mengasuhmu dan merawatmu sehari-hari),
kemudian aku bertanya lagi siapa?
Rasulullah menjawab: pembantumu/pengasuhmu/sustermu (krn dia yang sehari-hari kamu bentak & kamu pancing emosinya),
kemudian aku bertanya lagi siapa?
Rasulullah menjawab : bapamu (krn dia hanya merasa sudah menafkahimu), kemudian orang yang paling hampir dekat denganmu dan seterusnya”.

Wallahu A’lam bi-alShawab…

Kesalahan Ortu Kita

Yuk, sekarang kita menoleh kebelakang sebentar, kita cari apa kesalahan dan kebenaran ortu kita sehingga kita menjadi pribadi yg seperti sekarang ini (hanya untuk yg sudah paham bagaimana dirinya).

Kalo begituan dosa, biar saya yg nanggung dosanya. Soalnya saya yg ajak2. Maksud saya adalah bukannya unt cari2 kesalahan ortu, tp agar kita bisa belajar dari kesalahan mereka dan kita tidak akan mengulanginya pada anak2 kita. (Memutus lingkaran setan)

Kalau ternyata salah mereka banyak, kalau kita ngaku sebagai anak sholeh dan sholehah berarti kita musti harus kudu muakin buanyaaaak ndoain orang tua!

Itulah mengapa ada mata pelajaran sejarah. Agar kita tak melupakan sejarah dan belajar dari sejarah. (Cocok ya diriku jd guru sejarah? wkwkwkwk *daftar akta4* )

Kesalahan Orang Tua (Kultwit Mbak Alissa Wahid)

“@AlissaWahid: Orangtua bekerja keras meningkatkan kualitas hidup keluarga, utamanya adalah untuk anak2 yang dicintainya..”

“@AlissaWahid: Mencari keseimbangan antara memberikan kenyamanan dg menumbuhkan sikap sadar nilai/harga, itu PR byk orangtua utk anaknya”

“@AlissaWahid: Kesalahan terbesar orangtua adalah memudahkan segalanya untuk anak2nya, sebab pertumbuhan terletak pada tantangan.”

“@AlissaWahid: Sayangnya memberikan yg terbaik kpd anak2 kadang melewati batas optimal, sehingga anak2 justru menjadi silver-spoon kids”

%d blogger menyukai ini: