Disiplin dengan Kasih Sayang (1)

Ini fav ortu yg susah ngatur anaknya:
(bag 1) #parenting #ortu+anak bikin aturan bersama&sepakati bersama. #tegas #tegar #konsisten

Sofi sepakat dpt jatah nonton tv/maen iPad 2x dlm sehari: 30menit stlh maksi pulang sekolah & 30-45menit stlh makan malam.

Kami sdh lama memberlakukan aturan itu, jd kalo dia lg maen/nonton tiba2 alarm bunyi tanda waktu habis, dia sendiri yg bakalan matiin tv/iPadnya. Ga pake protes.

Tp namanya juga bocah bin anak2, kadang klo lg pengeeen bgt liat pelm/video yg baru mulai n tiba2 alarm bunyi dia nangis gero2. Maunya nambah, gak peduli waktu habis.

Anak2 itu persis kayak anggota DPR kita, kalau sdh ada maunya sukanya memaksakan kehendak.

Bedanya, otak anak2 itu sistemnya EAP (Emosi-Aksi-Pikir), jd klo punya kebutuhan (nonton pilm/main ipad) ya itu yg diperjuangkan. Nggak pake mikir2. Wong memang begitu. JADI ORTU MUSTI MEMAHAMI HAL INI.

Tp klo anggota DPR itukan manusia dewasa (mustinya otaknya bersistim EPA) yg sudah bisa memikirkan dulu keinginan/kebutuhannya sebelum bertindak untuk minta lebih.

Makanya, kalo dlm kondisi anak spt ini (nangis/ngamuk/tantrum) minta nglanjutin nonton tv/main iPad, kami sbg ortu hrs tahan ngadepin reaksi berlebihnya itu. BIARIN SAJA. CUEKIN. Biasanya Sofi (anak) akan diem dng sendirinya lalu tiba2 ceria itu artinya dia sdh sadar kalau itu adl aturan bersama yg ga bisa diganggu gugat jd dia merasa percuma gw nangis. Mak gue ga bakalan kasih!

Beda jauh ma Anggota DPR ya? Kalo didiemin bukannya nyadar malah ngelunjak! Dasar pethuk! Itulah kenapa alm. Gus Dur bilang anggota DPR tuh kayak anak TK!

Indonesia is a Fatherless Country!

Mumpung msh hangat, yg kemarin lihat Matanajwa dan ada pak Puspo Wardoyo sang penerima poligami award.

Jadi pak Puspo ini sibuuuuk sekali ekspansi ayam bakar Wong Solonya, jadinya dia perlu istri unt mendampinginya kemana2 jdnya sekarang istrinya 4: 1 di Bandung, 1 di Jakarta, 2 di Medan.
Saking sibuknya, pak Puspo sampe lupa. Katanya anaknya 12, stlh dia sebut namanya satu2, akhirnya ketahuan kalo ternyata 13. Eeeeeh… Ujung2nya dia bilang: “soal anak urusan ibunya” *petir pun menyambar* Bahkan ketika Najwa bilang “Nabi saja tak rela anaknya dipoligami” pak Puspo tetep keukeuh mengajarkan anaknya tentang berpoligami bahkan sejak dini (TK).

Astagfirullah… Pak Puspo ini lupa, bahwa anak2 tak sekedar butuh materi, tp juga figur bapak bagi jiwa2 mereka. Saya kasihan dng beliau karena apa? Berat hishabnya di hadapan Allah dng tanggung jawab ke 12 atau 13 anaknya itu!
Dia lebih mementingkan memperbanyak cabang wong solo (hartanya) drpd mengasuh jiwa anak2nya. Dia pikir yang penting dia sudah menafkahi, bahkan lebih. Dia kira kalau sudah bayar ustad, sudah sekolahin anaknya di sekolah islam yg mahal2, trus ngarepin doa Robighfirlli…dr ke 12 atau 13 anaknya dia akan masuk surga. Dia lupa tanggung jawabnya menjadi bapak bagi jiwa anak2nya.

Ibu Elly Risman mengingatkan kami para orang tua: Masa depan macam apa sih, yg orang tua harapkan pada anak2nya? Orang tua mana yg tahu anaknya kelak menjadi apa? Kita sibuk menekan anak kita dng apa yg kita bilang demi masa depanmu! Kita sibuk mencari uang unt membayar sekolah, kursus2 yg tak pernah mereka inginkan, yg tak sesuai dng minat dan bakatnya dng mengesampingkan kebutuhan jiwa mereka. Kita lupa. Lupa. Bahwa masa depan sesungguhnya anak2 kita yang pasti adalah menjadi orang tua juga seperti kita saat ini.

Cukup pak Puspo Wardoyo yg kita kasihani, jangan bapak2 anak2 kita, jangan suami kita kita para istri.

Wallahu A’lam bi-alShawab…

*Itulah kenapa NEGARA DENGAN PENDUDUK MUSLIM TERBESAR DI DUNIA ini dijuluki: FATHERLESS COUNTRY.

Orang Tua, Sadarlah!

Repost status FB mas Anton DHN
Jika engkau ingin melihat kecemasan-kecemasan orang tua, lihatlah pada wajah anaknya. Kebanyakan anak lebih banyak hidup dalam kecemasan orang tua ketimbang ia didorong lewat harapan-harapan penuh percaya diri. Orang-orang tua adalah orang yang cemas dan sikap cemas ini kerap menjadi penjara bagi kaum muda.
Komentar saya:
Yani Widianto

Benar sekali, Mas. Orang tua harusnya menciptakan zero emotion pd jiwa anak. Tp nyatanya, ortulah yg kini membuat anak2nya tertekan. Banyak memendam emosi yg tak tersalurkan. Akibatnya: tawuran antar pelajar sdh jamak, pun tawuran antar warga! Mereka merasa puas karena pada akhirnya bisa melampiaskan emosi tanpa berpikir panjang. Ortu lah yg membuat anak2 generasi penerus bangsa ini berhenti berpikir! It’s all about SALAH ASUH & SALAH MENGASUH.
Yani Widianto Jaman sdh berubah, dulu petani miskin bekerja bersama dng anak2nya yg banyak bisa sambil menanamkan nilai2 hidup pengisi jiwa. Tp kini, kedua ortu kerja diluar tanpa ada waktu berbagi nilai hidup dng “weekend children” mereka. Mereka menyerahkan pengasuhan pd pembantu & suster dng membayar murah!! Sadarlah wahai para orang tua, jng hanya mengeluh negeri ini bobrok! Krn kalianlah penyebabnya!!
Yani Widianto Jangan hanya berkoar-koar menyuruh para pemuda pemudi Indonesia bangkit! It’s not FAIR!

Kita para orang tua yg tak lagi pemuda/pemudi jng merasa lepas tanggung jawab. Kita juga harus bangkit. Orang tua seperti kita-kita inilah yang melahirkan para pemuda pengecut atau pemuda yang bangkit tanpa disuruh-suruh!


Tak Hanya Pemuda, Orang Tua juga harus Bangkit!

Jangan hanya koar2 nyuruh pemuda pemudi Indonesia bangkit. It’s not fair!

Kita para orang tua yg sudah tak lagi pemuda&pemudi juga harus bangkit, jangan lepas tanggung jawab. Kita musti sadar bahwa ortu seperti kita2 inilah yg bakalan melahirkan pemuda pemudi pengecut atau pemuda pemudi yang bangkit tanpa harus disuruh-suruh!

Dua Cara Mengasuh Anak

Mengasuh anak dng penuh emosi, ngomel2, bentak2, marah2 dan ngasuh anak dng penuh usaha unt sabar, usaha unt tersenyum itu sama2 menguras energi dan melelahkan.

Obatnya pun juga sama, yaitu wajah polos anak-anak kita.

Bedanya yg satu tak menimbulkan penyesalan.

Ibu, Pembantu, Pembantu, Bapak

Kalau Nabi Muhammad SAW masih hidup dan tinggal di Indonesia lalu melihat kekacauan bangsa ini, beliau pasti akan mengubah redaksi sabdanya dalam Hadist yg diriwayatkan oleh at-Tirmizi:

“Daripada Muawiyah bin Haidatal Qusyairi katanya aku bertanya Rasulullah SAW, siapakah orang yang paling patut aku berbuat baik?,
Rasulullah SAW menjawab : ibumu (krn dia telah hamil & melahirkanmu),
kemudian aku bertanya lagi siapa?,
Rasulullah menjawab : pembantumu/pengasuhmu/sustermu (krn dia yg mengasuhmu dan merawatmu sehari-hari),
kemudian aku bertanya lagi siapa?
Rasulullah menjawab: pembantumu/pengasuhmu/sustermu (krn dia yang sehari-hari kamu bentak & kamu pancing emosinya),
kemudian aku bertanya lagi siapa?
Rasulullah menjawab : bapamu (krn dia hanya merasa sudah menafkahimu), kemudian orang yang paling hampir dekat denganmu dan seterusnya”.

Wallahu A’lam bi-alShawab…

Pemegang Green Card

Saya capek memegang Green Card di negara sendiri. Punya kartu identitas resmi, rajin bayar pajak, tp gak pernah dpt hak pilih!
Kami tu sdh pindah kontrakan 3 kali! Tiap pindah suami langsung ngurus surat2 kependudukan demi kenyamanan kami sendiri lalu ngasih potokopi KTP ke pak RT. Mana hak kami? Mannnaa?? *suek!suek!*

Upsi. Pernah ikut pemilihan gubernur DKI ding kemaren. Skali. Untung saya milih adang trus nggak kepilih. Kalo kepilih saya takkan henti2nya mengutuk diri sendiri pastinya. Rupanya Tuhan peduli dng saya. Alhamdulillah…

Tapiii sejak disini, sdh 3x pemilu saya gak dpt hak pilllih! Awas kalo pilihan presiden besok saya gak dpt! Tak obrak abrik dunia persilatan! Kita buktikan siapa samuari sebenarnya. *efek ngantuk*

‎*sombong ya? pamer sdh pindah kontrakan 3 kali…*

Kesalahan Ortu Kita

Yuk, sekarang kita menoleh kebelakang sebentar, kita cari apa kesalahan dan kebenaran ortu kita sehingga kita menjadi pribadi yg seperti sekarang ini (hanya untuk yg sudah paham bagaimana dirinya).

Kalo begituan dosa, biar saya yg nanggung dosanya. Soalnya saya yg ajak2. Maksud saya adalah bukannya unt cari2 kesalahan ortu, tp agar kita bisa belajar dari kesalahan mereka dan kita tidak akan mengulanginya pada anak2 kita. (Memutus lingkaran setan)

Kalau ternyata salah mereka banyak, kalau kita ngaku sebagai anak sholeh dan sholehah berarti kita musti harus kudu muakin buanyaaaak ndoain orang tua!

Itulah mengapa ada mata pelajaran sejarah. Agar kita tak melupakan sejarah dan belajar dari sejarah. (Cocok ya diriku jd guru sejarah? wkwkwkwk *daftar akta4* )

Orang Tua, Hati-Hati dengan Doa-mu

Sbg orang tua kita harus hati2 dng doa yg kita panjatkan pd Tuhan unt anak2 kita. Konsekwesinya berat. Contoh:

Kita berdoa agar anak kita menjadi presiden. Konsekwensinya, kita harus benar2 mengasuh jiwa anak ini agar kelak menjadi pemimpin yg sesuai harapan rakyatnya. Apesnya ternyata kita salah mengasuhnya lalu Tuhan benar2 mjdkannya presiden tapi diktator, mengesampingkan hak rakyatnya, parahnya presiden yg taunya nyanyi!

SIAPA YG IKUT MENANGGUNG DOSA PEMIMPIN NEGARA YG TELAH MENYAKITI MANUSIA SEBANGSA ITU? orang tuanya sayang….

Ganti redaksi doa kita kepada Tuhan YME…

Mengasuh Anak Butuh: Konsentrasi, Fokus, Waktu

Mengasuh anak itu berat dan tidak gampang ternyata, karena:

Butuh konsentrasi tinggi agar kita bisa berpikir lalu sabar/tdk terpancing emosi;

Butuh fokus krn mengasuh bukan pekerjaan multitasking, kita gak bisa pegang hp/bb/leptop/ulekan sambel/seterika/dsb sambil nanggepin omongan anak, kita pasti butuh diam sejenak unt memberikan jawaban yg benar, kalau tak fokus kita hanya menjawab dng: ya. ohya? Gitu ya? dan hilanglah kesempatan kita berbagi ilmu dngnya, berbagi nilai hidup dngnya;

Butuh WAKTU, jng harap anak mjd sesuai keinginan kalo dia hanya mjd weekend children.

Golden age tak tergantikan oleh Susu Formula harga selangit.

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: