Tumis Kangkung Udang

Di freezer ada udang. Trus pas lagi berjemur pagi-pagi ada tukang sayur yang pakai pikulan lewat bawa dua keranjang kangkung. Beli 2 iket deh. Jadi hari ini saya mau masak Tumis kangkung Udang. Cepat dan praktis lho.

BAHAN-BAHAN:
10 ekor udang besar kupas, potong tiga atau sesuai selera.
2 ikat kangkung akar, ambil daunnya
2 buah cabai merah, potong-potong
9 butir bawang merah, rajang
5 siung bawang putih, keprek, rajang
2 cm lengkuas, memarkan
1 lbr daun salam
3 sdm kecap manis
1 sdm kecap ikan
Margarin untuk menumis

CARA MEMBUAT:
1. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan putih sampai harum, masukkan cabai merah, lengkuas dan daun salam.
2. Tumis lagi, masukkan udang. Setelah udang berubah warna, masukkan kecap manis, kecap ikan, beri sedikit air, dan garam secukupnya.
3. Setelah mendidih masukkan kangkung. Masak sampai kangkung matang. Aduk rata lalu, angkat. Sajikan.

Seneng deh, soalnya jadinya enak. Trus kecap ikanku ikutan kepakai juga. So nggak cuma buat Thai rice soup hee. Lumayan bisa buat makan pagi dan siang lho :).

Dongeng Mama untuk Sofia (1)

Setiap hendak tidur malam, ritual rutin Sofi adalah dibacakan buku atau didongengin. Soal buku mah tinggal pilih yang dia suka. Tapi paling sering buku The Complete Book of First Experiences-nya. Kalau soal dongeng, dia paling suka mendengarkan dongeng karangan Mamanya sendiri, saya :).

Pengalaman saya, saya mendongeng dengan tujuan menasehati Sofi. Lewat mendongeng dia akan mendengarkan dengan seksama dan dia senang sekali mengingat-ingatnya karena lebih menarik. Isi dongengnya juga tergantung saya mau nasehatin apa ke dia. Sejauh ini sih baru 3 cerita yang saya karang untuknya.

Cerita pertama yang saya tulis di bawah ini asal mulanya adalah Sofi susah disuruh mandi. Sejak kecil sampai usia 2 tahun lebih maunya mandi pakai air anget. Gak mau pakai air dingin. Juga kalau disuruh mandi alesannya adaaa aja. Beginilah dongeng itu berkisah:

Cici Enggak Mau Mandi

Sudah sampai lantai masih belum bangun juga.

.: Suatu hari Cici si kelinci dan temannya Cica sedang bermain bersama. Mereka bermain asyiiiikkk sekali. Maen masak-masakan bareng, main adek-adekan pakai boneka juga maen yang lain-lain. Mereka berdua mainnya nggak pakai bertengkar. Karena mainnya barengan trus kadang-kadang tuker-tukeran mainan. Asyik deh.

Tiba-tiba Cica di panggil Mamanya,”Cica! Ayo pulang dulu nak, mandi!. Sudah sore nih.”
“Ohya baik Maaa… ” kata Cica.
Trus Cica bilang sama Cici,”Cici, aku mau pulang dulu ya, mandi. Kamu mandi dulu sekalian nggak? Nanti kita bisa maen bareng lagi..”
Cici jawab,”Enggak ah! Aku mau maen aja. Kamu pulang dulu aja. Nggak papa kok.”
“Oh ya sudah kalo begitu. Aku pulang dulu ya!”, kata Cica.
“Iyaa..”, Jawab Cici

Trus, Cici pun pulang kerumah. Mandi. Ganti Baju. Sisiran. Trus balik lagi ke tempat mainnya sama Cici.
“Kamu beneran nggak pulang mandi dulu tadi Ci?”, tanya Cica.
“Enggak.” Jawab Cici.
“Oohh ya sudah kalo begitu. Ayo kita main lagi!”, kata Cica
“Yuk yuk.” Jawab Cici

Mereka pun bermain lagi dengan asyiknya. Sampai tiba-tiba suara adzan Maghrib berkumandang. ALLAHUAKBAR ALLAAAAAHUAKBAR! …
“Wah udah maghrib Ci, kita pulang yuk!” Kata Cica kepada Cici.
“Iya neh, udah sore banget. Tapi kita beresin bareng-bareng dulu yuk!” Ajak Cici.
“Ayuk ayuk.” Jawab Cica.

Lalu mereka memberesin mainannya trus pulang ke rumah masing-masing.
“Asyik ya mainannya. Besok kita maen lagi ya Ca!”, kata Cici kepada Cica.
“Ho oh asyik. Iya, besok kita main seperti ini lagi.” Kata Cica
“Daaa!”
“Daaa!”

Sampai di rumah, Cici ditanyain  sama mamanya,”Eh anak Mama sudah pulang. Udah mandi tadi nak?”, tanya mama.
“Udah Mah.” Jawab Cici bohong. Padahal kan belom mandi, masak bilang sudah mandi ya? (Saya cerita sambil berbisik)
“Ya sudah, sekarang kita sholat dulu yuk!”, ajak mama Cici.

Setelah sholat, Cici dan keluarganya makan, trus sholat isyak, trus bermain sebentar trus waktunya bobok malem datang.
“Sudah waktunya bobok nak, ayo sikat gigi, pipis trus cuci kaki ya!”, kata mama kepada Cici.
“Oh ya, Ma.” Jawab Cici.

Cici pun ke kamar mandi sikat gigi, pipis trus cuci kaki. Setelah itu dia ke kamarnya sendiri, tidur. Mamanya juga ke kamarnya sendiri, tidur. Tapi setelah beberapa saat, mamanya denger suara anak nangis.
“Loh. Siapa itu ya? Kok kayak ada anak nangis? Masa Cici? Coba aku lihat ke kamarnya.” Mama Cicipun ke kamarnya Cici. Eh. Beneran Cici yang nangis. Mamanya pun kaget.
“LOH! Cici… kenapa nangis sayang??”, tanya mama kepada Cici.
“Badan Cici gatel semua, Maa. Cici nggak bisa tidur. Hu hu hu”, kata Cici sambil nangis.
“Aduhh… kok bisa gatel semua ya? Padahal Cici tadi kan sudah mandi?”, kata Mama.
“Eeee… sebenarnya… sebenarnya Cici tadi belum mandi Maa.” Kata Cici ketakutan.
Mamanyapun kaget. “APA?!! Belum mandi??!!”
“hu hu hu iya Ma. Maafin Cici ya ma…” rengek Cici minta maaf ke Mamanya.

Mamanya menarik nafas panjang lalu berkata,”Pantesan kamu gatel-gatel. Ya itu, karena belom mandi. Trus juga bohong sama mama.” “Ya sudah, mama maafin, karena Cici sudah mau bicara jujur sama Mama. Tapi lain kali jangan diulangin lagi ya! Nggak mandi dan bohong sama mama itu.” Kata mama menasehati Cici.
“Iya Ma. Cici nggak akan bohong lagi.” Kata Cici lega. Karena dia sudah berani berkata jujur ke Mamanya.

“Ya sudah. Ayo sekarang mama sibinin* dulu.” Kata Mama.
Kemudian Cici disibinin mamanya trus di bedakin trus diganti bajunya. Kemudian Cici disuruh kembali tidur.
“Gimana, sudah nggak gatel kan?” Tanya Mama.
“Iya Ma, nggak gatel lagi. Makasih ya Maa.” Kata Cici.
“Ya sudah, sekarang Cici bobok. Jangan lupa berdoa ya nak!” Kata Mama.
“Iya Ma.” Jawab Cici.

Kemudian Cici tidur. Mamanya mematikan lampu kamar Cici lalu balik ke kamarnya sendiri. :.

*) sibinin: mandi tapi cuma dielap-elap saja.

Tips:
Jangan lupa dongengin anak anda dengan gaya bicara yang asyik ya, biar dia makin antusias dengerinnya :).

Bubur Thailand – Khao Tom

Khao Tom Goong

Sejak nemu daun ketumbar di Carefour, saya makin tertarik nyobain resep masakan Thailand. Terutama Thom Yam dan Khao Tom. Soalnya dua makanan itu yang paling melekat di hati pas backpacking ke Thailand tahun kemarin. Trus gitu, mencium aroma daun ketumbar seakan-akan membawa saya kembali ke Krabi dengan bau pantainya yang khas 😀

Thom Yam yang saya lahap pas di Phi Phi island Krabi lah yang selalu terbayang-bayang kenikmatannya. Walau di Bangkok juga bolak balik makan, tapi gak ada yang menandingi kenikmatan yang di Krabi hehe. Kalo Khao Tom, kami hanya mendapatkannya di Krabi. Setiap sarapan kami selalu menuju ke gerobak ibu-ibu berjilbab–yang artinya makanan halal–di emperan pertokoan dekat pasar Krabi.

Tapi Kali ini saya akan bagi resep Khao Tom saja dulu. Thom Yam-nya lain kali ya? 🙂

Nama melayu dari Khao Tom adalah bubur nasi Thailand (Thai Rice Soup). Yaitu nasi yang dimasak dengan campuran daging atau ikan. Ada Khao Tom Goong yang artinya bubur nasi dengan udang, Khao Tom Moo maksudnya bubur nasi dengan daging babi, dan ada juga Khao Tom Pla yaitu bubur nasi dengan ikan. Tapi kemarin yang di Krabi saya lihat buburnya dengan udang dan cumi. So saya meniru yang di Krabi. Sedang namanya anggap saja Rice Soup with Seafood 🙂

Saya mencari resep Rice Soup sampai ke negeri China. Tapi cuma hiperbola hee. Soalnya saya searching, browsing, googling dan ing ing lainnya ke berbagai situs. Anehnya, masing masing situs penyedia resep Khao Tom memberikan bumbu yang berbeda-beda. Yaa soalnya selera orang kan juga beda beda ya?

Akhirnya saya menyarikannya dengan resep yang mudah bagi orang Indonesia seperti saya. Halah. Beginilah resep a la saya:

Siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, yaitu:

  • 2 piring – nasi yang sudah matang (ini untuk 4 orang), beberapa situs menyarankan nasi kemarin atau yang sudah menginap semalam. Mungkin karena untuk orang sakit biar kadar gulanya sedikit kali ya? kali aja sih.
  • 2 sendok makan – kecap ikan atau sauce fish.
  • 1 sendok makan – kecap kedelai.
  • 1/2 sendok teh – lada bubuk
  • Seledri atau daun bawang
  • seruas jahe di iris iris seperti korek api, ini nanti untuk pelengkap.
  • 5 siung – bawang putih diiris iris lalu di cacah-cacah, goreng sampai berwarna coklat ke emasan. Di bagi dua bagian untuk masak dan untuk pelengkap.
  • daun ketumbar secukupnya
  • udang/cumi/ikan kakap/daging ayam/daging sapi.
  • air kaldu. Dikira-kira sendiri ya.

Cara masaknya:

  1. Kemarin saya pakai udang dan cumi jadi untuk kaldunya saya kupas udang terlebih dahulu. Kemudian kulit udangnya yang saya rebus dengan air sebagai kaldu. Sisihkan.
  2. Goreng irisan bawang putih sampai coklat keemasan. Bagi dua bagian.
  3. Didihkan kaldu tadi lagi. Setelah mendidih masukkan sebagian bawang goreng. Aduk.
  4. Lalu masukkan seledri, kecap, kecap ikan, dan lada. Aduk-aduk.
  5. Setelah mendidih masukkan nasinya. Aduk-aduk dan biarkan sampai mendidih.
  6. Kemudian masukkan daging atau seafoodnya. Aduk-aduk sampai matang.
  7. Setelah matang semuanya angkat.
  8. Sajikan dengan di taburi irisan daun ketumbar, irisan jahe, dan bawang goreng.
  9. Bisa juga ditambahin lada atau bubuk cabai kering kalo pengen pedas dan juga cuka.

Bubur ini cocok untuk orang yang sedang sakit atau dalam masa penyembuhan. Karena rempah-rempahnya mempunyai efek menghangatkan tubuh. Sehingga cocok juga di makan ketika hawa sedang dingin seperti musim bediding atau musim penghujan. Kalau di Thailand, bubur ini biasanya dihidangkan untuk sarapan. Disamping bisa membuat orang bersemangat untuk beraktivitas juga karena cara penyajiannya yang cepat.

Okey, selamat mencoba ya! Kalo enak kabar-kabar. Kalo gak enak, coba lagi hehehe.

Cara Kami Menutup Tahun 2009

.:SELAMAT TAHUN BARU 2010:.

Apa yang telah kalian lakukan pada pergantian tahun kemarin? Jalan keluar kota? Atau pesta bakar-bakaran di rumah saja? Saya kira dimana dan kemanapun anda merayakannya pasti sangat menggembirakan, ya kan?

Kebetulan saya dan keluarga menghabiskannya di rumah saja. Seperti biasa. Karena untuk keluar kota sayang biaya, mo jalan-jalan di dalam kota saja sayang keluarga alias kami nggak kuat dengan bau knalpot.

Walau di rumah saja, kami membuat pesta kecil-kecilan. Sengaja saya memasak hidangan makan malam istimewa untuk keluarga kecil saya yaitu Ribs Barbeque with Mushroom Sauce.

Terus terang resep tersebut saya dapat dari majalah Nova edisi minggu terakhir bulan Desember 2009. Saya pun senang sekali nemu resep istimewa dan mudah ini. Mudah dalam artian bahan-bahannya relatif ramah dapur atau mudah didapat dan cara masaknyapun hanya butuh wajan untuk memanggang dan bukan yang butuh oven atau microwave. Karena kami belum punya kedua barang tersebut :).

Eh adzan subuh. Saya ke masjid dulu deh. Tunggu sebentar ya! Setelah ini saya kasih resepnya.

Resep Ribs BBQ with Mushroom Sauce

Siapkan bahan di bawah ini:

  • 500 g iga sapi. diiris tipis (kalo beli di pasar minta dipotongin sesuai selera)
  • 3 sdm saus barbeque Demonte (cari di super market ya!)
  • 1 sdm saus tiram (saya beli yang sachet aja. Kan jarang make 🙂 )
  • 3 sdm bawang bombai parut. (Awas! matanya pedes banget klo marut bawang bombai, hu hu hu)
  • 3 siung bawang putih parut
  • 1 sdt merica hitam tumbuk kasar
  • 1 sdm minyak goreng

Untuk bahan sausnya sebagai berikut:

  • 2 sdm tepung terigu
  • 200 ml susu cair
  • 50 g jamur kancing segar, iris tipis. (Kemarin saya salah beli jamur merang. Tapi tetep enak kok. Lain kali pengen pake jamur kancing beneran. Adanya di super market juga)
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk

Begini cara masaknya:

  1. Rendam iga sapi bersama saus barbeque Delmonte dan bahan lain selama 1 jam.
  2. Panaskan wajan, panggang iga hingga matang. Angkat.
  3. Saus jamur: Panaskan wajan bekas memanggang ikan. Masukkan tepung terigu, aduk rata. Tambahkan sisa bahan. Aduk hingga saus kental, angkat.
  4. Sajikan iga BBQ dengan saus jamur.

Tips:

  • Agar dagingnya cepet empuk, pakai daging baru ya. Jangan daging kemaren. Tapi sebelumnya setelah di cuci bersih masukkan kedalam lemari es dulu biar layu.
  • Kemarin wajan habis manggang saya bersihkan dulu karena bumbunya jadi gosong lalu saya panaskan dan masukkan bumbu sisa merendam iga lalu dicampur dengan bahan saus.
  • Sebaiknya segera dihidangkan, karena paling enak klo iganya masih anget. Juga sausnya cepet mengras kalo terlalu lama didiamkan. Entah kalo penyajiannya di atas hot plate.

Pelengkap

Di dalam resep cara menghidangkannya dilengkapi dengan French fries, selada dan tomat. Karena tidak pake nasi, saya pun  menambahkan rebusan potongan-potongan kecil wortel dan jagung manis yang sudah saya sisir. Soalnya saya takut nanti nggak kenyang hehe. Untuk seladanya saya manfaatkan selada kepala sisa buat burger kemarin.

French fries buatan sendiri

Untuk French friesnya saya bikin sendiri lho. Bukan pakai yang sudah instan yang biasa dijual di super market yang tinggal digoreng itu, Rasanya nggak kalah enak kok. Malah asinnya pas soalnya tanpa MSG trus garingnya juga lebih tahan lama. Begini caranya:

Pilih kentang yang bentuknya panjang-panjang. Kupas dan cuci sampai bersih. Setelah itu potong-potong memanjang seukuran finger food, seukuran french fries lah pokoknya. Kemudian rendam dalam air garam selama 1 jam.

Kentangnya jadi lemes eh. Trus tiriskan sampai setiris tirisnya. Kemudian taburi tepung beras sedikit, aduk aduk pake tangan sampai rata.

Untuk menggorengnya, panaskan wajan dan minyak goreng yang banyak. Bener-bener panas loh ya minyaknya. Kentang yang digoreng harus terendam sepenuhnya. Goreng sampai kecokelatan. Angkat dan tiriskan deh. Kentangpun tinggal dinikmati.

Makan malam tahun baru yang indah

Selepas Isya, Ayah dan Sofia yang pulang dari masjid langsung duduk dimeja makan yang sudah saya siapkan. Dan kamipun menikmati makan malam tahun baru ini dengan penuh kebahagian dan kejutan rasa.

Yang bikin bahagia, Sofia suka sekali dengan kentang goreng dan sayurnya. Kalo dagingnya, awalnya dia mau saya kasih kecil-kecil beberapa kali suap. Tapi setelah kami bujuk untuk ngincipin sausnya juga dia jadinya malah menolak. Katanya rasanya aneh :D. Lucunya pas kita udah selesai makan dan mau keluar ke rumah Mami, ee dia minta diambilin lagi dagingnya. Untung masih sisa satu. Diapun makan berkali-kali. Dan bilang “Sofia sukak”. Dasar bocah hehehe.

Lebih bahagia lagi karena ayah surprise Mama bisa masak kayak gini trus enak. Sampai-sampai ayah nambah terus sausnya hehe. Mama pun dapet berkali kali “sun” dari Ayah trus Sofi juga berkali-kali bilang. “Sofia sukak”, “Makanannya enak”, “Mama pinter masak ya Yah?”, juga “Makasih ya Maa… udah masakin Sofia makanan enak”. Duhhhh anakku… indahnya dunia ibumu 🙂

Dengan perut kekenyangan, kami keluar ke rumah Mami yang lagi bakar-bakar ayam dan jagung serta pesta duren dengan tetangga-tetangganya. Tapi cuma sebentar karena Sofia pengen kembang api. Dia nggak sabar pengen liat kembang api yang sesekali menyala dikejauhan. Padahal masih jam 10 malam.

Akhirnya jam 11 malam kami pun pulang ke rumah setelah nggak dapet kembang api permintaan Sofia. Gimana mau dapet? Ngelihat jalan ramainya minta ampun kami nggak jadi ke jalan raya.

Kamipun siap-siap tidur. Waktu detik-detik pergantian tahun datang, suara petasan dan kembang api bersahut-sahutan memekakkan telinga. Begitupun tetangga-tetangga kami semuanya ramai keluar rumah. Tapi Sofia tidak bergeming sementara saya sedikit kesal, terbangun dan sangat ngantuk tapi kuping kebrebegan jadi nggak bisa nyenyak hehe.

Begitulah kami menghabiskan akhir tahun 2009. Semoga di tahun 2010 ini kesehatan dan keselamatan selalu menyertai kami sekeluarga dan Allah senantiasa merahmati keluarga kecil kami ini. Amien ya Allah.

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: