Backpacking#3 Singapura

Ini masih dihari pertama kami sampai di Singapura. Haduhh masih banyak yah? Padahal energy sudah hampir habis dan daya ingat saya sudah hampir sirna šŸ™ nah loh! SEMANGAT! LANJUT!

Petang ini sesuai dengan rekomendasi Jacqui, staff Rucksack Inn tempat kami menginap, kami akan makan malam di sekitar Circular Road, lalu jalan-jalan menelusuri tepi sungai Singapura a.k.a Clark Quay untuk menikmati keramaian after hour Singapore. Tujuan kami adalah Marina Bay tempat Merlion park berada yang mempunyai patung simbol negara Singapura yaitu patung singa berbadan ikan a.k.a Merlion statue nongkrong disitu.

On the corner of Circullar road

On the corner of Circullar road

Suasana di pinggiran Singapore river

Suasana di pinggiran Singapore river

Circular Road

Tepatnya di pojokanĀ  Circular road kami mengisi perut untuk makan malam pertama di Singapura. Menurut Jacquin, harga makanan disini lebih murah dibandingkan dengan yang di sepanjang the boat quay atau tempat makan disepanjang pinggir sungai Singapura.

Pastinya karena menang viewnya saja. Tapi di Circular road juga tak kalah asik suasananya. Makan di pinggir jalan raya yang lebar dan resik juga tak berisik memberikan atmosfir yang sangat nyaman buat makan. Sambil melihat lalu lalang kendaraan yang-nggak-ada-yang jelek dan tak terlalu ramai makin menghangatkan kesan pertama kami disini. Enak deh pokoknya.

Yang paling penting adalah dapat makanan halal. Selama kita berada di tempat yang ada makanan halalnya, kita pasti akan cari hehehe. Penandanya kalau tidak tulisan “halal” yaitu tulisan “Allah” dan “Muhamad” dalam bahasa Arab. Ohya, untuk harga makanan disini paling murah S$3 dan untuk minuman, seperti teh susu (tea)/teh biasa (tea o) harganya S$0.9. Dijamin hemat dan kenyanglah :).

Jalan ke Marina Bay

Setelah kenyang, kami ajak kaki kaki ini mengarah ke timur menyusuri pinggiran sungai Singapura. Berawal dari jembatan Elgin, kami menyusuri boat quay tempat berjajarnya restauran mewah, cafe-cafe, bar dan pub dikanan kirinya. Semua tempat itu dipenuhi oleh orang-orang lokal, bule-bule maupun turis yang menghabiskan after hour mereka selepas ngantor. Jadi ramainya minta ampun.

Cara pegawai tempat-tempat makan disitu menggaet pembeli ternyata sama saja dengan di mall-mall Jakarta. Malahan mereka sampai ketengah-tengan jalan menghadang orang lewat sambil menunjukkan menu mereka. Sudah pasti yang menunjukkan kepada kami bilang,”halal! halal!” :D.

Selepas tempat makan yang menggoda iman (keinginan nongkrong disalah satu tempat itu. Damn, pricey!), kami menyusuri pinggiran sungai serba resik plus enak dilihat. Saya agak heran menyaksikan pemandangan disitu. Sungai lebar membentang sibuk dengan transportasi airnya, jalur pedestrian yang lebar dan bersih, patung-patung menghiasi beberapa titik jalan, ada orang-orang yang bersantai disepanjang jalan yang sarat dengan tempat duduk, ada yang lalu lalang sekedar menikmati suasana pinggir kali, ada yang terburu-buru dengan pakaian kantor, dan banyak juga orang-orang yang dengan asiknya joging! Benar-benar tempat yang memanusiakan manusia hee. Saya jadi berhayal dengan suami, “kapan ya kita bisa hidup di negara seperti ini?” Hallah! mulai deh berhalusinasi.

Marina Bay (Patung Merlion)

Karena kami terus saja menyusuri sisi selatan sungai, kami pun akhirnya bertemu dengan bangunan bekas kantor pos besar tahun 1928, yaitu the Fullerton Hotel. Kami terus mengikuti jalur pedestrian yang mulai sepi. Ternyata orang-orang pejalan kaki tadi belok kanan sebelum Fullerton. Tapi sebenarnya sama saja.

Kami pun akhirnya bertemu jembatan Anderson dan menyeberanginya. Di kanannya ada jembatan besar lagi, yaitu jembatan Esplanade. Rame-rame kami menyeberang di zebra cross bareng turis asal Korea yang sedang bingung nyari si patung Merlion.

Dengan peta ditangan pun sekeluarga turis Korea yang bingung itu, kami yakin sebentar lagi kami akan menemukan patung tersebut. Benar saja. Menyusuri sebelah timur jembatan Esplanade, kami dipertemukan dengan tangga turun mengarah ke terowongan bawah jembatan ini. Disebelah kanannya akhirnya terlihat juga si patung (bukan si Pitung).

Saya ingat tulisan di blog ini yang katanya beberapa kali ke Singapura tapi susah nemuin tempat patung Merlion bertahta. Memang dari atas patung tersebut tidak kelihatan. Baru setelah turun dan belok ke kanan, kita akan sampai di sebuah taman bernama Merlion Park. Disitulah rumah si singa berbadan ikan lambangnya negara Singapura.

Ada dua patung singa di situ. Yang satu kecil setinggi kurang lebih 2 meter berdiri ditengah kolam yang melingkar, yang satunya patung GUEDE segede gaban nongkrong tepat dipinggir muara sungai Singapura. Kedua patung itu masuk angin. Soalnya muntah-muntah ga berhenti-henti hahaha.

Merlion Statue at Marina Bay

Merlion Statue at Marina Bay

Patung Merlion yang kecilan

Patung Merlion yang kecilan

Senaaang sekali sampai disana. Jangan tanyakan lagi, acara photo-photo semakin menjadi-jadi dengan berbagai gaya hehehe. Capek? dikit sih, tapi gak berasa deng. Saking senangnya. Lalu kami pun habiskan malam itu berlama-lama nongkrong dipinggir teluk Marina. Ademmm…

Yang perlu dicatat, jalan-jalan dimalam hari itu sangat sangat romantis buat yang berpasangan. Saya dan suami saja terus bergandengan tangan bahkan saling memeluk pinggang sambil berjalan. Cuit cuittt *sensoorrr* eit! Muhrim.. muhrim hiehehehe…

Dari Marina bay ini, bisa kita lihat bangunan besar Esplanade yang seperti buah durian itu. Juga Esplanade theatres on the bay. Semuanya ada diseberang muara sungai ini.

Kembali ke Penginapan

Setelah puas menghabiskan waktu di Merlion park, kami pun memutuskan pulang. Kami perlu istirahat. Apalagi perjalanan kami balik kepenginapan jalan kaki juga. Tapi kali ini kami menyusuri sebelah utara sungai.

Setelah menyeberang sungai, kamipun melewati Museum Asian Civilisations lalu Empress place, old Parliament House dan kemudian Raffles Landing Site. Kami lurus terus dan sampai pula ke jembatan Elgin lagi. Artinya sudah selemparan batu dengan Circular road dan sudah dekat dengan penginapan kami di Hongkong street.

Baiklah, silahkan menunggu dengan sabar tulisan saya berikutnya tentang hari ke dua di Singapura. Karena kami akan ke Bugis Street dan Botanical Garden dengan bis, dan mengukur Orchard road dengan kaki.

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: