Lanjut Nge-blog

Halo halo! Wew, akhirnya saya bisa ngeblog lagi. Terima kasih buat suamiku yang akhirnya sempat memindahkan blogku yang di Friendster (yang sudah jarang saya kunjungi 🙂 ) ke halaman baru blog baruku ini. Senang rasanya, karena dengan WP saya bisa upload dan edit lewat aplikasi di iPod saya.

Setelah lama nggak mengupdate blog saya ini, kini saya semakin bergairah menjalani hidup yang penuh lika dan liku. Dengan kata kunci “legowo” saya merasa lebih dewasa dalam mengelola hati, pikiran, dan perasaan saya sehari-hari. Saya libur nulis karena banyaknya sekali kegiatan yang semakin menyita pikiran dan waktu saya, sehingga mempengaruhi juga mood untuk menulis.

Banyak sekali kejadian dalam rentang waktu kurang dari setengah tahun sejak saya terakhir ngeblog. Diantaranya:

1. Sofia kini sudah sekolah di TK Mini Pak Kasur Pasar Minggu, namun karena keluarga kecil kami pindah kontrakan ke komplek Alvita Ciputat, maka sekolahnyapun kami pindahkan ke Pamulang, cabang TK Mini juga.

2. Pindahan rumah, fiuh! sangat melelahkan ternyata pindahan rumah yang lumayan menjauh dari rumah lama. Kami harus bolak balik tiap minggu untuk hunting, transaksi, dan ngecek rumah yg sedang direnovasi sebelum kita tempati. Ya, pemilik memang meminta kami bayar dimuka separoh harganya sebelum kami menempatinya dua bulan kemudian. Tak lain dan tak bukan untuk membenahi rumah bekas disewa TK dan hampir setahun tak ditempati ini.

Tapi semua itu terbayar lunas dengan puass! Karena kami kini menempati rumah yang bagi kami sangat luas dibandingkan yang di Pejaten Timur. Rumah seluas 170an M2 ini memiliki ruang tamu dan ruang keluarga yang bagi kami seperti lapangan bola saking lapangnya :). Dengan tiga kamar tidur yang luas, bisa mengakomodir kebutuhan kami, yaitu kamar tidur utama, kamar tidur Sofia, dan juga kamar kerja Suami (yang ini tak kalah pentingnya). Disamping itu, didalam lingkungan komplek perumahan menjadikan kami lebih percaya diri untuk lingkungan pergaulan Sofi. Ditambah lagi suasana yang masih asri dengan banyaknya pepohonan membuat hawa lebih adem. tak jarang jam 9 malam kabut (masih ada) turun. Bonusnya adalah masjid yang berada persis di depan kanan rumah kami. Dan tepat di depan kami adalah lapangan masjid seluas 1 hektar. Kamipun tanpa ragu langsung teken 2 tahun disini. Apalagi harganya juga lebih murah dibanding kontrakan yang lama.

Alhamdulillah, kami bisa diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup yang lebih sehat dan lebih damai disini, semoga barokah dan dirahmati olehNya.

3. Hari minggu kami pindah rumah, hari seninnya saya berulang tahun yang ke-26. Sepertinya rejeki ini menjadi kado istimewa buat saya 🙂

4.Yang tak kalah happeningnya adalah keberangkatan suami untuk ke-3 kalinya ke Vegas dan untuk ke-4 kalinya mengikuti final lomba di Top Coder di Amerika. Karena setiap kali dia berangkat, setiap kali itu juga pikiran saya tak pernah tenang. Jauhnya perjalananlah hal utama yang membuat saya dag dig dug. Soal menang atau kalah saya selalu enjoy aja. Yang penting berangkat dan pulang dalam keadaan sehat dan selamat itu sudah menjadikan saya sangat gembira :). Apalagi wabah Swine Flu juga membuat saya cerewet soal masker dan hand sanitizer. Tapi alhamdulillah, suami pulang dengan selamat dan sehat wal afiat :).

5. Berikutnya adalah soal kuliah saya yang mulai memasuki masa skripsi. Alhamdulillah kurang 1/4 jalan lagi. Sayangnya keinginan saya untuk selesai tahun ini tak bisa tercapai, karena saya masih ngutang 2 mata kuliah :(, tapi gak papa, semua pasti ada hikmahnya. Yang penting Skripsinya selesailah heee.

6. Akhir bulan Juni ini, tepatnya tanggal 21, saya akan menghadapi UAS. Tapi bukan UASnya yang bikin saya deg-degan melainkan rencana saya dan suami setelah UAS, yaitu backpacking!

7. Ya, kami memang telah melingkari 10 hari di bulan Juli nanti untuk berbackpacking ria. Tapi cuma ke sebagian Asia Tenggara. Hari-hari itu tinggal menghitung hari. Dan saya selalu deg-degan jika membayangkan Sofi yang kami tinggalkan selama itu. Memang dia di tangan Embahnya yang paling dekat dengannya, tapi putri kami tak pernah jauh dari kedua orang tuanya sampai selama itu. Kami berdua hanya berharap putri kami “yang bisa diajak ngomong ini” akan mengerti.

Semoga tulisan ini sebagai langkah awal untuk menjaga blog saya tetap bernyawa :).

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: