Bihun Goreng

Aduh mak mak, ngomonginnya akhirnya nggak jauh juga dari urusan dapur.
Untuk resep pertama disini saya mo bagi resep bihun goreng versi saya
😀 soalnya nggak sesuai dengan versi resep di bungkus bihunnya hehe.

Untuk perbandingan, saya kasih tahu dulu resep aslinya berikut ini:

  • 1 bungkus bihun netto 220 g
  • 1 ons udang kupas
  • 1/2 ons kapri
  • 3 siung bawang putih
  • 2 batang seledri
  • 3 sendok kecap asin
  • 150 cc kaldu ayam
  • 1 1/4 ons daging ayam potong tipis
  • 4 batang daun bawang
  • 8 batang caisim
  • 1 sendok kecap manis
  • merica, garam, vetsin, minyak goreng secukupnya


Bahan-bahan versi saya:

  • 1 bungkus bihun netto 220g
  • 250 gram udang kupas (karena di warung mbak pon jualnya 1/2 kg an)
  • nggak pake kapri (diwarung lagi kosong)
  • 4 siung bawang putih (tambahin satu biar sedap 😀 )
  • 2 batang seledri
  • gak pake kecap asin (gak punya n di warung susah)
  • 150 cc kaldu ayam
  • beli satu paha di potong tiga direbus dua trus air kaldunya di pake 150cc diatas lalu dagingnya diiris tipis-tipis
  • 2 batang daun bawang (nggak suka banyak-banyak daun bawang)
  • di warung caisim kosong saya ganti dengan sawi hijau 2 rumpun
  • 3 sendok kecap manis ABC soalnya gak punya kecap asin hehehe.
  • seperempat sendok teh merica bubuk; garam secukupnya; anti vetsin; margarin untuk gantiin minyak goreng.
  • NB: Saya tambahin baso sapi 4 butir dipotong tipis tipis.

Cara memasak:

  1. Masukkan
    bihun kedalam air mendidih, setelah 1 menit tiriskan sampai dingin;
    biarkan dingin dulu dan baru boleh diproses selanjutnya.
  2. Irisan bawang putih dan daun bawang ditumis dengan margarin secukupnya.
  3. Setelah 1/2 matang, masukkan merica garam, vetsin, kecap asin/manis; diaduk aduk sampai merata.
  4. Tuangkan kuah ayam, bakso, pangsit juga boleh, dsb menurut selera masing-masing.
  5. Masak hingga mendidih, lalu
  6. Masukkan sayuran.
  7. Setelah sayuran 1/2 matang, masukkan bihunnya dan aduk berlahan-lahan hingga merata.
  8. Jangan lupa sajikan dengan bawang goreng yang gurih itu 🙂
  9. Terakhir, lebih nikmat dimakan saat masih panas mmm yummyyy!

Nah,
voila!! inilah hasil masakan saya. Saya sajikan untuk sarapan anak dan
suami saya. Komentar suami, enak! serius emang enak bukan karena mo
nyenengin saya lho hehe buktinya pas makan siang dan malam masih nyari
juga >:D<
Bihun_goreng__2

Tak lupa saya tambahkan kering tempe, karena suami saya senang dengan makanan kering-kering (khas e arek jawa timur) hehehe.
Bihun_goreng_2

Karena
satu bungkus itu jadi banyak banget, Akhirnya tetanggapun kebagian 😀
Well,, selamat mencoba resep bihun goreng versi saya :D.

Sofi Merusak Anggrek Saya

Pagi tadi saya biarkan Sofi mainan didepan rumah sementara saya masak
untuk makan siang. Gorden saya buka lebar supaya saya bisa melihat dia
dari dapur. Sayapun membukanya sekedar biar saya bisa melihat dia saja,
tapi bukan melihat apa yang dia lakukan. Saya biarkan dia bermain
dengan pot-pot kecil saya yang berisi tanah. Berani kotorkan baik. Dan
yang saya ketahui dia berdiri diatas kursi depan bermain dengan
memindahkan tanah di pot satu ke pot yang lainnya dengan sekop kecil di
tempat saya menaruh anggrek-anggrek saya yang salah satunya sedang
berbunga penuh.
Anggrek

Tanpa curiga saya sibuk di dapur sambil sesekali memastikan bahwa
dia masih dalam jangkauan penglihatan saya. Sampai akhirnya saya
selesai masak dan beberes dia tetap asyik mainan disitu tanpa beranjak,
saya panggil dia masuk rumah untuk membersihkan diri lalu diapun
bermain di dalam rumah. Siangnya saya suapin dia dan Ayahnya pun pulang
dari urusan di luar rumah. Waktu ayahnya cuci tangan saya menengok
kedepan rumah dan alangkah terkejutnya, anggrekku sudah brindil! Saya
berteriak ke ayahnya,
"Yahh,, anggrekku!!", antara kaget, mau marah tapi didalam hati saya tertawa geli.
"Knapa Mah?!" tanya suamiku kaget.
"Anggrekku di protoli Sofi!"
"Alah
yo wes, udah jangan dimarahin anaknya", kata suamiku, karena dia tahu
saya paling marah kalo ada yang mengusik bunga-bungaku apalagi anggrek.
Tapi saya enggak bisa marah sama sekali. Melainkan gemas dan geli
sekali. Saya membayangkan Sofi tanpa dosa memreteli bunga anggrekku
yang berwarna kuning berlidah ungu itu. Pantesan dia anteng saja saya
tinggal dibelakang tadi. Padahal biasanya ada aja yang dia rengekkan,
ikut mama masaklah, minta minumlah, minta gendonglah, tapi enggak untuk
tadi.

Anggrek_mama

Saya bertanya ke Sofi siapa yang memetik bunga mama dan dia
menjawab,"Opia!" sambil senyum senyum klugat kluget dengan lagak
khasnya kalo merasa bersalah. Saya menghargai kejujurannya dan saya
hanya bilang pada Sofi,"Sofi, lain kali jangan suka petik-petik bunga
mama ya, kalo dipetikinkan bunganya nggak bisa dilihat lagi, jadi
jelekkan kalo berindil gitu". "Iya mama", jawabnya cepat sambil gigit
jari dan saya jadi gemas. Setidaknya saya masih bersyukur tidak menaruh
serta anggrek bulan saya yang sedang mekar juga disitu. Kalo ya?

Akhirnya Punya Passport

Jum’at 13 Juni kemarin saya resmi punya passport. Gaya ya, padahal hare
gene baru punya passport hehehe. Gak papah lah. Yang penting rasanya
dunia udah digenggaman tangan walau cuma genggam passport :p. Passport
belom ditangan saja saya sudah membayangkan keliling eropa via trans
siberian. Kebayang deh dari Beijing naek kereta api tutt tutt tutt
tidur dikompartemennya en tau tau sampe Rusia trus blusak blusuk ke
Schengen Treaty countries weleh
weleh! bangun-bangun siang siang kok tidur, ya bolong-bolong mimpinya.
Emang mau kemana sih bu? kalo ditanya gitupun saya juga bingung mau
jawab apa. Terus terang saja, yang ngomporin ya suami saya dan yang
memicu adalah tiket-tiket promo yang murah-murah sampai nol Rupiah itu
(tapi excluding tax loh, jangan seneng dulu) dan juga suami yang dapat
bonus millages dari nortwest buat pp ke seluruh asia-lah yang membuat
saya bikin passport juga. Tapi kapannya itu yang saya tidak tahu.
Semoga saja Allah memberikan rejeki yang cukup untuk traveling keliling
dunia :D, cukup saja sudah seneng kok gak perlu melimpah hehehe dan
memberikan kami sekeluarga umur panjang untuk mewujudkannya, aminn
aminn aminnn :). Btw ya Allah, keliling Asia dulu juga gak papa kok,
Suer! 🙂 genggamin mimpi kami ya Tuhanku 🙂

Bagi saya bikin passport sekarang atau nanti itu perlu, karena
berhubungan dengan rencana kehamilan kedua saya (malu ah). Soalnya ntar
ada kesempatan ke luar eh lagi hamil 8 bulan kan gak asyik. Makanya
Sofia juga sedang dalam proses bikin passport, hari selasa 17 Juni ini
giliran dia wawancara. Mumpung sedeng dia mampu dan mau jalan jauh lah
(ribet kalimatnya, jawir banget ;P).

Seluk Beluk Bikin Passport

Bagi yang baru mau bikin passport, ini mungkin bisa sedikit memberi
informasi. Berhubung sekarang sudah online, jadi anda bisa membuat
passport dimana saja. Nggak seperti jaman kakak saya dulu, bikin
passport harus pulang ke solo. Untuk biaya neh, catet ya,
mending jangan bikin passport mepet-mepet mo ke LN, karena kalo
buru-buru maunya sehari kelar ya mau gak mau lewat calo. Dulu kasus
suami saya juga begitu, karena hanya punya waktu satu minggu (gak
nyangka mo ke LN) jadi buru-buru bikin passport buat apply visa. Mata
calo kan awas tuh kalo orang lagi bingung, ya udah kena deh. Tapi kalo
gak pake calo emang at least butuh waktu 2 mingguan sih dari daftar,
wawancara sampai ngambilnya. Tapi lewat calo emang cuma 1 hari terima
beres. Dulu suami saya kena Rp 800.000,- wawancara en fotonya diruang
terpisah dari jalur yang normal lho. Kalo saya hari ini daftar, dua
hari kemudian wawancara trus dua hari kemudian disuruh balik ambil
passport (itu kalo disetujui), pas ngambil punya saya kemarin ternyata
belum jadi sehingga suruh balik lagi keesokan harinya, dan itu hanya
bayar Rp 200.000,- untuk passport 48 halaman ditambah SPLP WNI
perorangan Rp 40.000,- jadi Rp 240.000,-. Bisa juga sih kalo mau yang
24 halaman hanya bayar 50.000,- ditambah SPLP Rp 40.000,- jadi hanya Rp
90.000,-. Tapi karena pernah baca di surat pembaca Kompas ada yang
komplain waktu di singapore passportnya bermasalah di imigrasi sana
karena hanya 24 lembar, jadi kami memutuskan untuk ambil yang 48
halaman.

Syarat-syarar Bikin Passport Baru

Saya bersyukur punya suami yang tertib administrasi. Seperti KTP,
KK, SIM dll selalu valid dan sesuai domisili 😀 jadi gak keteteran kalo
perlu-perlu mendadak. Dan untuk bikin passport ini dokumen yang
dibutuhkan antara lain:

  1. Mengisi formulir permohonan secara lengkap dengan huruf cetak (dikantor imigrasi)
  2. Melampirkan asli dan 1 lembar foto copy bukti domisili yaitu KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku.
  3. Bukti identitas diri berupa:
     
  • Akte kelahiran – kemarin karena akte saya ada di solo kami ganti dengan ijazah terakhir yang dilegalisir ternyata boleh.
  • Ijazah
  • Surat Nikah/Surat Baptis


Bagi anak dibawah 17 tahun melampirkan:

  1. KTP Orang Tua (ayah dan ibu) – saya nggak tahu kalau singgle parent
  2. Surat Nikah Ortu
  3. Surat Pernyataan (Izin) Ortu (ditandatangani diatas materai 6000) – surat dan materainya sudah disediakan oleh pihak imigrasi
  4. Paspor Orang Tua.

Prosedur Bikin Passport

Hari Pertama:

  1. Isi formulir pendaftaran
  2. Ambil nomor antrian – Dimesin otomatis
  3. Serahkan semua berkas yang diminta ke loket dengan membawa dokumen asli setelah nomor antrian tampil dilayar monitor
  4. Pemohon akan mendapat tanda terima dan diminta datang 2 hari kemudian


Hari Ketiga :

  1. Pengambilan berkas di loket 4, kemudian
     
  2. Bayar dokumen di kasir, lalu
     
  3. Ambil nomor antrian di loket 6 untuk wawancara dan foto berbasis biometrik,
     


Hari Kelima:

  1. Mengambil Passpor di Loket 5 – itu kalo disetujui dan udah jadi lho.


So siapkan passport anda jauh jauh hari biar duitnya enggak dikasihin
ke calo melainkan buat tambahan bayar fiskal kan lumayan. 🙁 cape
dehhh, fiskal…


NB:
Pas wawancara kemaren, pertama-tama kita serahin berkas ke meja
pertama setelah pintu masuk ruang pengambilan foto dan sidik jari,
setelah itu ngantri pengambilan foto sekalian sidik jari sepuluh jari
tangan kita. Habis itu berkas kita ambil lagi kita serahkan ke meja
petugas dekat pintu masuk ruang wawancara, setelah dikembalikan kekita,
ngantri lagi untuk wawancara.
Kemaren waktu ngantri giliran wawancara ada bapak-bapak didepan saya
yang mengeluh,"buat ginian aja ribet ya", katanya. Saya jawab,"ya
iyalah pak, namanya juga penting", sambil saya tersenyum tentunya.
Padahal dalam hati, belum tau ni bapak kalo cari visanya, apalagi visa ke AS banyak yang di tolak-tolak sampe mohon-mohon enggak digubris
heheheh. Begini neh budayanya orang Indonesia, untuk yang
penting-penting maunya cepet gampang murah jadinya ya calo betebaran.

RALAT

1. Untuk biaya pasport jalur normal 48 halaman Rp 270.000,-  meliputi:

  • SPRI   Rp. 200.000,-
  • Sidik Jari    Rp. 15.000,-
  • Foto terpadu SPRI Rp. 55.000,-

2. Untuk passport 24 halaman walau di brosur ada tapi kenyataan diloket sudah tidak disediakan lagi.


Related link:

Sofia Juga Punya Passport


Happy Birthday Anakku!!

Alhamdulillah wa syukurillah. Hari ini tanggal 9 Juni 2008 putri kami Sofia genap berusia 2 tahun. Semua doa yang baik-baik menurut kami, kami persembahkan untuknya. Saya jadi teringat 2 tahun yang lalu waktu berjuang melahirkannya. 9 Juni 2006 bertepatan dengan pembukaan piala dunia. -sekarang Sofi kalo liat pertandingan sepak bola di TV selalu berseru "Macaowoh!" (Masyaallah)- Sofia lahir normal dibantu dengan induksi karena sudah seminggu bukaan satu terus :D. Sofi juga lahir seminggu setelah kakek buyutnya meninggal. Dan Sofi pun akhirnya merasakan udara ber AC di dunia ibunya setelah di vakum dan saya dibantu bernafas dengan oksigen (hahh.. seperti melayang rasanya). Sakit, sudah pasti apalagi selama diinduksi dari pukul 7 pagi sampai 1/2 1 siang tapi sekarang sudah lupa bagaimana rasa sakit itu :D. Akan tetapi semuanya dibayar lunas bahkan lebih oleh Allah SWT dengan lahirnya seorang bayi putih dan bersih. Saya, suami juga, sempat kaget waktu diangkat anakku kok bersih banget dan putih nggak ada merah-merahnya kayak jabang bayi yang selama ini saya lihat. Dan kini bayi dengan panjang 51cm berat 3.3kg ini telah berusia 2 tahun.

Hut

Dengan segala keajaibannya dia tumbuh dan berkembang bersama kami. Begitu banyak hal-hal yang menakjubkan yang dia tunjukkan kepada kami selama ini.  Dari semua itu, tak ada kata lain  selain syukur dan syukur kepada Allah SWT. Kami telah dikaruniai  putri yang  indah, lucu, dan pintar. Kenakalan-kenakalan yang ada hanyalah timbul karena keegoisan kami. Seperti kaset kosong yang sedang merekam, begitu pula anakku. Dia melihat, mendengar dan merasakan apa yang ada didepan matanya dan disekitarnya dan mungkin juga banyak yang belum dia mengerti, dia pun memahami sebatas kemampuannya. Karena kebelumtahuannya itulah yang membuat kami -seyogyanya tidak- kesal. Dan kami sebagai orang tua baru, akan selalu dan selalu belajar bahkan berusaha sepenuh hati untuk mendidik, membimbing dan menuntun anak kami dengan benar dan di ridhai Allah SWT. Selamat ulang tahun yang kedua putriku, semoga selalu dalam lindungan Allah ta’ala, sehat selalu, pintar dan banyak ilmu yang bermanfaat bagi semua makhluk didunia. Amin ya robbal alamin.. mama love you.

NB: Dihari ulang tahun ke-2 ini, Sofia mendapat kado dari ayah sebuah blog sofia.widianto.com yang akan berisi foto, video dan tulisan tentang Sofi. Diantara kesibukannya ayah berjanji untuk meluncurkannya tgl 9 Juni ini jadi kalo ada hal-hal yang masih kurang mohon dimaklumi karena ayah mendesain sendiri blog ini. Silahkan berkunjung ya om, tante,, dan semua 😀 karena sudah bisa dibuka. 

Sofia Paska Disapih

1
Dua minggu setelah sofia disapih, ada beberapa perubahan extreme
padanya. Saya jadi berpikir ini adalah pengaruh psikologis karena tidak
lagi nenen mamanya. Dia menjadi lebih berani dan percaya diri. Mungkin
itulah mengapa didalam Alquran pun mengisyaratkan agar anak disusui
sampai usia dua tahun.


Sore itu seperti biasa Sofia harus mandi. Tapi kali ini dia ingin
dimandiin ayahnya. Tak dinyana dia yang sudah pasti menangis
menjerit-jerit kalo mandi pake air dingin (harus air hangat) tiba-tiba
mau nyebur ke bak mandinya sambil beramain-main dengan senangnya tanpa
dosa. Saya dan suami terheran-heran, kok bisa ya?. Belum hilang rasa
heran kami, kami dibuat bengong Sofi lagi. Belum selesai berpakaian,
dia mendengar suara odong-odong dengan lagu-lagu anaknya yang khas.
Sepontan dia berteriak, "Ma odong-odong!". "Sofi mau liat?" tanya saya
dan suami, "mauu, Sofi mau odong-odong!" jawabnya tak sabaran.
Teriakannya itu tak membuat kami heran karena dia memang senang melihat
teman-temannya naik odong-odong. Hanya melihat sambil menikmati
lagu-lagu yang diputar dan keceriaan teman-temannya karena dia tak mau
naik. Kalau kami suruh naik, pegangannya akan semakin kencang dan tak
mau lepas dari gendongan kami. Anehnya, setelah selesai berpakaian,
bersama ayahnya Sofi lihat odong-odong. Saya kaget waktu ayahnya pulang
tergopoh-gopoh ambil uang ribuan. "Sofi mau naek mah! gak mau turun,
ini yang kedua kalinya!". "Hah?! dia mau naek?!". Kamipun tertawa
bersama.

2

Keesokan harinya Sofi kami ajak berbelanja di mall Kalibata. Karena
waktu sudah menunjukkan jam makan siang, maka kami putuskan mampir di
KFC nya. Seperti biasa, disana Sofi langsung bermain diarena bermain
KFC yg dilengkapi dengan seluncuran besar dan lumayan tinggi. Ada yang
lurus juga ada yang berliku. Biasanya dia hanya berlari-lari disekitar
situ. Selalu menolak bila kami suruh mencoba dengan mengangkatnya di
seluncuran. "Sofi takut mah/yah!" sambil meronta. Tapi anehnya, kali
ini dia mencoba meniti tangga lebar dan lurus yang tangannya belum
sampai untuk berpegangan pada kanan dan kirinya. Kami selalu sengaja
membiarkan Sofi berbuat apa saja semaunya kecuali yang membahayakan
dirinya. Karena gagal dan juga tak mau saya pegangin akhirnya dia
berpindah  keseluncuran yang lurus. Awalnya dia bermain dimulut
seluncuran, tapi lama kelamaan dia mencoba naik keatas lewat
seluncurannya dan berhasil. Merasa bisa, dia semakin agresif bermain.
Berkali-kali dia naik dan berseluncur. Diapun mulai penasaran dengan
seluncuran yang lebih tinggi dan berliku. Dia naik dari seluncuran
lurus lalu dengan agak takut dia merangkak naik ke tempat yang lebih
tinggi hingga mencapai mulut seluncuran berliku. Diapun jadi senang
bisa meluncur disana. Karena sudah mencoba, diapun bermain semaunya
sendiri bahkan naik lewat seluncuran yang berliku sambil dada dada pada
kami dan bernyanyi nyanyi, duhh anakkuu… Kami hanya bisa tersenyum
padanya dan menyemangatinya,"Keep going Sofia!"

3

Hal lain yang Sofi lakukan paska saya sapih adalah, dia kini memanggil
dirinya sandiri dengan kata ganti "AKU" bukan lagi "APIA (Sofia)". Ini
semakin hari semakin sering kami dengar. Saya dan suami enggak tahu
dari mana dia belajar. Padahal kalau ditanya, aku itu siapa, dia tidak
bisa menjawab dan ngomong yang lain. Contohnya, waktu saya menawarkan
teh, "siapa mau teh?", Sofi langsung jawab, "Aku mauu!! mah, aku mau
teh". Kalau dia kaget dengan sesuatu dia langsung berseru. "Kaget aku!
mah aku kaget". Kalau disuruh tidur, "aku nggak mau tidur..!", dan
masih banyak yang lainnya. Kami belum tahu apakah anak seusia dia
memang sudah menggunakan kata ganti aku untuk menyebut dirinya.

Tentang Yani

Seorang ibu rumah tangga, mengasuh anak belajar di rumah (homeschooling).

Langganan via Email

Bergabung dengan 58 pelanggan lain

%d blogger menyukai ini: