Backpacking#1 Singapura

July 14th, 2009 by Yani Widianto 4 comments »

Wohoo!
Senangnya bisa langsung update blog dari Singapura. Soalnya, hostel tempat kami menginap menyediakan layanan gratis internet. Ada Wifi juga lagi. So iPod touch saya pun kepake juga :D .

Luar biasa!
Akhirnya wong ndeso ini keluar juga dari negerinya, bahaha! Ternyata untuk bisa ke negara tetangga tak harus mengeluarkan uang banyak. Toh kita bisa membayar lebih murah. Pengen tahu? Ikuti cerita saya berikut dan rinciannya.

Kami berangkat dari rumah (Ciputat) berempat ke Bandara Soekarno Hatta naik Taksi. Ongkosnya cuma Rp110.000,-. Karena kami lewat belakang (baca: Serpong), toh lebih dekat dari Ciputat. Kami adalah saya, Suami, kakak dan suaminya.

Sampai di bandara, kami menuju terminal 3. Terminal baru di Soekarno Hatta. Lumayan bagus sih. Dengan atap yang lebih terbuka, sehingga cahaya matahari bisa bebas masuk. Setelah chek in kami memutuskan membeli makan siang dahulu walaupun waktu baru menunjukkan pukul 10.00 AM. Lumayan ada beberapa pilihan makanan di sana. Dan kami pun memilih Bakmi GM.

Dengan jadwal keberangkatan pukul 11.30 AM, Air Asia menepati janjinya dengan terbang tepat waktu. Dan kami mencapai bandar udara Hang Nadim Batam pukul 13.00 PM. Ternyata Airasia sekarang pakai nomor tempat duduk yang diurutkan sesuai waktu chek in. Jadinya kita nggak keroyokan lagi masuk pesawat. Baguuusss.. ^ ^

Sesampainya di Batam kamipun segera mencari mushola. Sholat dhuhur + jamak ta’dhim sholat ashar :) . Habis itu suami membeli tiket fery tujuan Singapura. Kami memilih Penguin. Disini kami mendapatkan harga S$16. Beli tiket fery di sini lebih murah S$1 dibanding membelinya di Pelabuhan. Berarti dipelabuhan kita harus membayarnya S$17. Aneh ya?

Tapi lucunya di pelabuhan kami harus membayar pajak pelabuhan atau harbour tax sebesar S$7. Padahal di kertasnya tercantum jelas-jelas S$6. Kami tahunya setelah mengeceknya beberapa saat kemudian.

Untuk menyeberang ke Singapura, kami tidak kena fiskal. Karena suami sudah punya NPWP demikian juga suami kakak saya, Mas Deni. Sehingga kami hanya diminta menunjukkan passport dan menyerahkan foto kopi Kartu Keluarga, dan foto kopi NPWP suami. Setelah itu kami bisa chek in.

Waktu nunggu uang kembalian beli minuman di pelabuhan Batam, saya dikasih tahu seseorang yang tadi mendengar pembicaraan saya dengan suami tentang tuker uang ke money changer. Kata dia kalau mau tukar uang dari dolar ke rupiah mending di Batam saja. Karena kalau tukar di Singapura, mereka suka curang. Kami akan dikasih uang-uang lama yang disini udah gak laku. Tapi benar atau tidaknya sih saya tidak tahu.

Kami menunggu keberangkatan fery Penguin yang pukul 15.10PM. Jam Tiga kurang lima menit kami diminta boarding ke dalam fery. Beberapa saat kemudian kapal pun berangkat. Menyenangkan juga ya naik fery kecil seperti ini. Saya dulu pernah naik fery juga ke Bakahuni, Lampung. Tapi yang besar.

Sempat deg-degan waktu kapal mulai mendekati Singapura. Soalnya kapal kita sempat digiring oleh polisi laut Singapura. Mereka menunjuk-nunjuk ke arah kapal kami agar mengikuti arah yang mereka tunjuk. Yang bikin serem adalah senapan laras panjang yang dikongkang tepat ke arah kami. ^ ^ Tapi untungnya gak ada masalah. Dan kamipun mencapai pelabuhan Harbourfront pukul 05.00PM waktu Singapura. Karena waktu di sini lebih cepat satu jam dibandingkan dengan Batam dan Jakarta, berarti di Jakarta masih pukul 4 sore.

Photo photo?? Pastinya. Tak terlewatkan sejak kami mencapai pelabuhan Batam. Setelah photo lagi, kami mencari stasiun MRT. Tapi kami mau ke toilet dulu. Kebelet pipis hehehe… Saya melempar guyonan ke yang lain. “Wah masa sih aku akhirnya pipis di Singapura?!” Hahaha.. Saya juga posting di twitter kurang lebih begitu. Soalnya saya semacam kayak gak percaya, gitu. He he he.

Dan begitulah, akhirnya saya melangkahkan kaki di negara orang :) . Tak lupa saya berucap syukur Alhamdulillah, karena sesuatu yang dulu sepertinya mustahil ternyata sekarang terlaksana.

Heff.. Masih pengen nulis sih. Tapii pengen istirahat juga. Soalnya besok pagi-pagi saya mau mengeksplorasi Singapura lagi. Ceritanya lanjut besok-besok lagi yah.. Udah jam 12.31 malam waktu Singapura neh. Nite nite!!

PS: Foto-fotonya nyusul yah!

Asiknya Susur Jawa dengan Bis

July 10th, 2009 by Yani Widianto 4 comments »

Baru kali ini kami menempuh perjalanan dari Jakarta ke Jombang, Jawa Timur, dengan menggunakan bis. Dengan waktu tempuh 22 jam, kami sampai di rumah Eyangnya Sofi dengan selamat. Selain ke Jombang, kami mengunjungi rumah Embahnya Sofi yang di Sukoharjo Solo, Jawa Tengah, juga naik bus. Jaraknya lebih dekat dan waktunya adalah 5 jam dari Jombang ke Sukoharjo. Terakhir, saya dan Suami pulang ke Jakarta juga naik bis. Dari Sukoharjo sampai rumah Ciputat waktunya 16 jam.

Berdua di dalam Bis

Perjalanan Solo - Jakarta naik bis Gajah Mungkur big top.

Karena musim liburan anak sekolah, maka kami yang hendak menghadiri pernikahannya om Pipin jadi nggak kebagian tiket kereta. Mau naik pesawat, kok kemahalan. Masa kami bertiga habis kira-kira Rp1.500.000,-. Sayangkan?

Akhirnya saya sambil jalan ke Point Square berdua sama Sofi mampir ke terminal Lebak Bulus. Ya, naik bis adalah alternatif terakhir kami. Selain itu juga paling murah.

Di terminal, saya mencari loket penjualan tiket bis Lorena atau Rosalia Indah. Karena tujuan kami adalah Jawa Timur, tepatnya Jombang. Hanya dua agen bis inilah yang melayani rute ke Jawa Timur. Itu pun kami hanya sampai Nganjuk untuk menuju ke Jombang. Karena Lorena menuju Blitar tidak melewati Jombang, sedangkan Rosalia Indah menuju mana saya kurang tahu. Yang pasti juga tidak lewat Jombang.

Akhirnya, dua tiket bis Lorena AC excutive pun sudah di tangan. Satu tiket harganya Rp215.000,- untuk tujuan Nganjuk jadi berdua ya Rp430.000,-. Tertera disana, nomor tempat duduk 5 dan 6. Berangkat hari Kamis tanggal 2 Juli 2009 pukul 17.00 (5 sore) dari terminal Lebak Bulus.

Bandingkan dengan tiket pesawat diatas. Untuk tiket kereta, kemarin saya lihat di koran @Rp450.000,- per orang! Waduhh waduh, mentang mentang musim liburan harganya dikatrol.

Awalnya kami membayangkan kalau naik bis pasti melelahkan. Ternyata bukan naik bisnya yang melelahkan, tapi nungguin bisnya datang dan macet yang lumayan lama trus juga hiburan video di dalam bus Lorena juga nggak asik.

Menurut jadwal yang diberikan petugas loket. Bis akan berangkat pukul 5 sore. Kamipun memesan taksi untuk berangkat dari rumah pukul 4. Pukul setengah lima kami sudah diterminal. Adegan menanti bis pun dimulai. Pukul 5 lewat sedikit, saya tanya ke petugas Lorena, katanya biasanya jam 5.30 baru masuk terminal. Kamipun ikhlas menunggu. Jam 6 kurang dikit saya tanya lagi.

“Tunggu dulu aja mbak, kmaren aja jam 1/2 7 baru dateng.” Kata petugasnya lagi.

WoTT!! buset deh! knapa kita suruh dateng jam LIMA kalo bisnya dateng jam segitu?!

Kesel sih sudah pasti. Tapi tetep kami sabar-sabarkan hati ini. Yang bikin saya dan Suami jadi gak sabar juga karena sikap Sofia. Ya, dia berulang kali bilang,”Bisnya kok lama sih…?” Berrrr kali kali. Mungkin lima menit sekali. Kamipun sibuk menenangkan dia yang mulai bosan.

Akhirnya bisnya datang juga. Tapi jam sudah menunjuk angka 7 kurang 10 menit. Dan jam 7 an bis yang kami tumpangi meluncur dengan tujuan akhir Blitar.

Di jalanan setelah keluar tol Cikampek, perjalanan kami sempat tersendat oleh macet. Penyebabnya adalah penyempitan jalan. Ya, jalur Pantura sedang bersolek. Biasalah setiap mo lebaran ya begitu. Jadinya, jalan yang seharusnya dua arah, hanya satu jalur yang digunakan untuk dua arah.

Untuk menghibur penumpang, pak kernet memutar VCD. Video klip dan lagu-lagu dangdut dari Moneta Group dan RBS. Menyebalkan sekali. Lebih banyak gak sopannya video klipnya. Yang saya sesalkan, anak saya ikutan nonton dan mendengarkan lagu-lagunya yang jorok. Saya bilang ke Sofi, “Nduk, itu tantenya yang nyanyi bajunya jelek ya? masak nggak malu ya?”, jawaban Sofi,”Iya ya mah..”. Untuk lirik-lirik lagu dan goyangannya saya bilang ke Sofi,”Sofi gak boleh lo yaa ngikutin jogetannya ma lagunya itu! jelek tuh nak.” Sofi menjawab singkat lagi, “Iya ma.”

Tapii beberapa hari kemudian, saya dan Suami mendapati Sofia joget di depan kami dengan gerakan yang baru kali ini kami lihat. Suami memandangi saya. Dia bilang, jangan-jangan niru yang di Bis! Karena bocah kecil, jadinya ya lucu. Kami pun menanyai Sofi, yang ngajarin nari gitu sapa? “Sofia sendiri!” katanya. Saya bilang saja ke Sofi, Sofi gak boleh lo ya niru-niru yang nyanyi di bis kemaren! “enggak kok Ma.” Jawabnya. Duhhhh….

Karena sebel dengan isi video dan badan sudah capek serta mata minta merem. Jam 9 malam ayah menegor supir dan kernet bisnya. Ayah minta untuk dimatikan saja TVnya, waktunya istirahat. Setelah TV mati legaa rasanya.

Jam 6 pagi harinya kami sampai di alas Roban. Jam 9 sampai di Solo, yang tinggal 1/2 jam ke rumah Embahnya Sofi. Tapi kami enggak mampir. Bis terus melaju dan mampir sarapan pukul 10 di Sragen. Akhirnya jam 2 kami sampai di Nganjuk. Di sana, om Pipin dan ame Ayu yang menjemput kami sudah menunggu.

Kamipun sampai ditujuan akhir, rumah Eyang Sofi, 2 1/2 jam kemudian.

Ternyata enak juga naek bis. Walau baru kali ini kami menempuh perjalanan selama itu, tapi kami merasa senang senang saja di dalam bis. Pantat sih panas juga waktu memangku Sofia yang bobok. Tapi kalo dinilai, bis AC excutive Lorena yang kami tumpangi ini dapat angka C+. Yang bikin C adalah hiburannya tok! Untuk makannya yang prasmanan dan enak yang bisa bikin + juga gaya nyopir pak sopir yang ngebut itu juga yang saya suka hehe. Belom B, karena tempat duduknya belum nyaman untuk kaki ayah yang panjang hehe.

Untuk perjalanan Jombang – Solo dan Solo – Jakarta akan saya tulis di postingan lain biar nggak kepanjangan.

Persiapan Backpacking

July 2nd, 2009 by Yani Widianto 5 comments »

Persiapan. Saya langsung bingung apa yang harus dipersiapkan untuk keperluan backpacking kami. Maklum, baru pertama kali. Tapi untungnya ada buku Lonely Planet edisi Southeast Asia on a shoestring, situs seat61.com, dan situs travel independent yang sangat sekali membantu kami. Lewat mereka kami tau apa yang harus kami bawa dan apa yang tidak boleh.

Setidaknya berikut ini adalah hal-hal yang telah kami persiapkan yang mungkin ada sisi informatifnya untuk anda:

  1. Passport/visa
    Untuk hal yang satu ini, bisa dilihat dipostingan Akhirnya Punya Passport. Yang artinya kami sudah memilikinya. Jika anda melakukan perjalanan sebatas kenegara-negara anggota ASEAN, anda tidak memerlukan Visa. Seperti halnya kami ini.
  2. Tiket pesawat Jakarta-Batam dan Bangkok-Jakarta.
    Bicara soal tiket PP diatas, kami telah memesannya jauh-jauh hari. Tak tanggung-tanggung sudah satu tahun yang lalu :) . Yaa begitulah yang namanya tiket promo. Memaksa orang-orang yang pengen terbang dengan biaya murah untuk merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari. Dan kamilah korbannya.

    Sebagai info, kami menggunakan layanan jasa pesawat Air Asia. Hanya dengan Rp1.000.000,- kami sudah bisa menikmati pererbangan diatas. Kalau anda berminat, silahkan menjadi anggota Air Asia. Supaya anda mendapatkan pemberitahuan lebih awal apabila mereka akan melaunching promo. Biasanya mereka membuka layanan pemesanan online pada pukul 11.pm jadi siap-siap setengah begadang. Demii.

  3. Tiket kereta api Sing-MY.Melalui situs www.ktmb.com.my kami memesan tiket untuk perjalanan dari Singapura ke Kuala Lumpur, Malaysia. Situs ini cukup lengkap dan informatif. Anda bisa merencanakan perjalanan anda maksimal 65 hari dimuka. Berbagai kelas ditawarkan dan kami memesan kelas 2 untuk kali ini. Jadi untuk kelas dibawahnya dipastikan lebih murah. Dengan harga kira-kira Rp600.000,- (untuk 2 orang) kami bisa mencapai Kuala Lumpur, Malaysia dalam waktu kurang dari semalam. Ya kami memilih perjalanan malam sekalian menghemat ongkos penginapan (tidur di perjalanan-red).Sebagai tambahan informasi, harga tiket dalam bentuk Ringgit Malaysia. Kalau anda memesan tiket PP Sing-KL, ambilah terlebih dahulu tiket Sing-KL. Untuk perjalanan pulang, KL-Sing, silahkan diambil di Kuala Lumpur. Karena ada sesuatu yang aneh bin ajaib tapi nyata: seumpama harga tiket 25 RM, jika diambil di Singapura, anda akan membayarnya dlm dolar Singapura (Sing$ 25). Tapi kalo anda mengambilnya di Malaysia, anda akan membayar tetap mata uang Malaysia (25RM), bisa rugi kurs kan?Untuk perjalanan dari Malaysia ke Thailand, kami belum memesan tiket. Jadi segala kemungkinan bisa terjadi. Dan kemungkinan besar kami akan naik bis untuk mencapai Hat yai Thailand dari Kuala Lumpur kemudian lanjut ke Krabi. Dari Krabi, kami akan menuju Bangkok dan kemudian kembali ke Jakarta.Menurut seorang teman, beli tiket bus langsung ditempat lebih murah, tapi naek kereta pas di border lebih aman dan mudah. Berhubung kami enggak dapet keretanya ya kita mo nyoba bis.Rencananya kami terus ke Angkor Watt di Kamboja. Tapi setelah dihitung-hitung, 10 hari perjalanan ini tidak akan cukup sehingga kami menunda rute tersebut. Semoga lain kali terwujud, amieenn…
  4. Sebuah backpack untuk saya (model perempuan) ukuran 35lt.Namanya juga backpacking masak bawa koper?! hee..
    Saya nemu backpack ukuran 35 liter di counter Eager. Women series, sangat nyaman untuk perempuan terutama pengait yang ada didepan dada :) . Prodak Eager adalah favorit saya. Mulai dari sendal, celana panjang dan ikat pinggang (dan sekarang backpack) semuanya Eager :) tapi kalo sendal udah pindah kelain hati, Merrell. Sedangkan untuk celana cargo Eager, saya tidak direkomendasikan untuk backpacking karena terlalu tebal dan susah keringnya.
  5. Untuk tetek bengeknya seperti pakaian-pakaian kasual yang direkomendasikan dan lain-lainnya, silahkan klik www.travelindependent.info Soalnya buanyak printil-printilnya. Atau mungkin kalo sudah terkumpul semua bisa saya list di blog saya ini. Tapi insya Allah loh yaa.. :)

Sepertinya hal-hal vital tersebut diatas itu dulu yang perlu saya tulis. Selanjutnya saya harus bekerja keras mencari waktu untuk menuliskannya disini. Lagian sekarang sudah jam 1 malam lebih. Sampai jumpa!

Backpacking Pertama

July 2nd, 2009 by Yani Widianto No comments »

Backpacking, apa itu backpacking?

Yang saya tahu, backpacking adalah jalan keliling dunia (lain dengan turis) dengan biaya murah. Termasuk memakai alat transportasi murah, penginapan kelas bawah bahkan nginep di stasiun dan terminal, dan makan makanan rakyat. Mereka melakukan itu tak lain dan tak bukan adalah untuk menyatu dengan masyarakat tempat dimana kaki mereka menginjak.

Namun backpacking yang akan saya jalani ini sebatas jalan ke negara tetangga tanpa bantuan agen perjalanan dan atas biaya sendiri. Sehingga segala bentuk pesan memesan tiket transportasi sampai tempat penginapan kami sendiri yang mencari dan menentukannya. Untuk penginapan, kami belum sampai yang hanya tidur di stasiun atau terminal. Melainkan di penginapan bertarif agak rendah. Kan masih latihan? Tapi sapa tahu ada kenalan yang bersedia menampung kami, hal itu akan lebih ngirit lagi bahahaa (ngarep.com).

Transportasi juga. Kami tidak memesan pesawat ataupun kereta kelas satu (yang jelas gak ada duitnya). Pokoknya yang murahlah hehehe. Yang penting (saya) bisa menghirup oksigen diluar negara Indonesia dan merasakan atmosfir yang berbeda.

Kebebasan menentukan pilihan kemana kaki menjejak tanpa dibatasi “waktu” yang ditentukan adalah kenikmatan yang kami cari. Sebatas percobaan, kami telah mempraktekkan model perjalanan tersebut di Bali. Namun karena membawa Sofi yang belum genap berusia 2 tahun, hanya kenikmatan yang terbatas yang kami rasakan. Walau begitu model perjalanan seperti itu membuat saya dan suami ketagihan :) .

Backpacking bukan hal baru. Pun bagi saya. Tapi baru kali ini saya akan menjalaninya. Sehingga saya sangat antusias untuk menulisnya disini. Dan rencana rute perjalanan saya kali ini adalah jakarta-batam-singapura-malaysia-thailand.

Bagi saya, tidak ada alasan untuk melarang seorang ibu rumah tangga beranak satu, belum punya rumah, kendaraan cuma motor honda bebek dan sekolah belum kelar, untuk keliling (dunia) negara tetangga. Bisa dibilang, keinginan saya dan suami klop. Dan semua itu adalah sebuah pilihan. Punya rumah komplit dengan mobil dulu baru mikirin jalan-jalan atau memilih seperti kami :) . Kami memang keluarga suka-suka hehehe. Suka kemana-mana dan suka hidup dimana saja. Fleksibel. Apalagi bersuamikan seorang freelancer, sehingga kami harus rajin menabung dan pintar-pintar mengatur keuangan.

Saya ingin tulisan pengalaman kami ini bisa membantu teman-teman yang ingin mencoba berbackpacking juga. Untuk itu saya akan menuliskannya sedetil mungkin. Termasuk harga-harga. Bukan untuk pamer tapi untuk memberikan informasi yang nyata bagi anda. Dan saya senang jika ada yang berguna bagi anda. Apalagi sampai mempengaruhi anda untuk berbackpacking juga :) . Bukankah dalam Alquran ada yang disebutkan,”betebaranlah engkau dimuka bumi untuk mencari rahmatNya.” (kurang lebih begitu deh :D ) Karena dengan menyaksikan beragam ciptaan Tuhan (tak hanya pelangi) kadar keimanan kita juga bisa bertambah. Bukan begitu bukan? :)

Walaupun anda-anda bisa mencari informasi lewat buku-buku, situs-situs, pengalaman-pengalaman orang dan sumber-sumber lainnya yang lebih lengkap. Setidaknya saya sekalian menyimpan pengalaman itu disini. Dan Semoga saya bisa menjejakkan kaki saya ke lebih banyak tempat di muka bumi yang bulat ini (sedang bermimpi), amien Insya Allah.

Lanjut Nge-blog

June 18th, 2009 by Yani Widianto 4 comments »

Halo halo! Wew, akhirnya saya bisa ngeblog lagi. Terima kasih buat suamiku yang akhirnya sempat memindahkan blogku yang di Friendster (yang sudah jarang saya kunjungi :) ) ke halaman baru blog baruku ini. Senang rasanya, karena dengan WP saya bisa upload dan edit lewat aplikasi di iPod saya.

Setelah lama nggak mengupdate blog saya ini, kini saya semakin bergairah menjalani hidup yang penuh lika dan liku. Dengan kata kunci “legowo” saya merasa lebih dewasa dalam mengelola hati, pikiran, dan perasaan saya sehari-hari. Saya libur nulis karena banyaknya sekali kegiatan yang semakin menyita pikiran dan waktu saya, sehingga mempengaruhi juga mood untuk menulis.

Banyak sekali kejadian dalam rentang waktu kurang dari setengah tahun sejak saya terakhir ngeblog. Diantaranya:

1. Sofia kini sudah sekolah di TK Mini Pak Kasur Pasar Minggu, namun karena keluarga kecil kami pindah kontrakan ke komplek Alvita Ciputat, maka sekolahnyapun kami pindahkan ke Pamulang, cabang TK Mini juga.

2. Pindahan rumah, fiuh! sangat melelahkan ternyata pindahan rumah yang lumayan menjauh dari rumah lama. Kami harus bolak balik tiap minggu untuk hunting, transaksi, dan ngecek rumah yg sedang direnovasi sebelum kita tempati. Ya, pemilik memang meminta kami bayar dimuka separoh harganya sebelum kami menempatinya dua bulan kemudian. Tak lain dan tak bukan untuk membenahi rumah bekas disewa TK dan hampir setahun tak ditempati ini.

Tapi semua itu terbayar lunas dengan puass! Karena kami kini menempati rumah yang bagi kami sangat luas dibandingkan yang di Pejaten Timur. Rumah seluas 170an M2 ini memiliki ruang tamu dan ruang keluarga yang bagi kami seperti lapangan bola saking lapangnya :) . Dengan tiga kamar tidur yang luas, bisa mengakomodir kebutuhan kami, yaitu kamar tidur utama, kamar tidur Sofia, dan juga kamar kerja Suami (yang ini tak kalah pentingnya). Disamping itu, didalam lingkungan komplek perumahan menjadikan kami lebih percaya diri untuk lingkungan pergaulan Sofi. Ditambah lagi suasana yang masih asri dengan banyaknya pepohonan membuat hawa lebih adem. tak jarang jam 9 malam kabut (masih ada) turun. Bonusnya adalah masjid yang berada persis di depan kanan rumah kami. Dan tepat di depan kami adalah lapangan masjid seluas 1 hektar. Kamipun tanpa ragu langsung teken 2 tahun disini. Apalagi harganya juga lebih murah dibanding kontrakan yang lama.

Alhamdulillah, kami bisa diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup yang lebih sehat dan lebih damai disini, semoga barokah dan dirahmati olehNya.

3. Hari minggu kami pindah rumah, hari seninnya saya berulang tahun yang ke-26. Sepertinya rejeki ini menjadi kado istimewa buat saya :)

4.Yang tak kalah happeningnya adalah keberangkatan suami untuk ke-3 kalinya ke Vegas dan untuk ke-4 kalinya mengikuti final lomba di Top Coder di Amerika. Karena setiap kali dia berangkat, setiap kali itu juga pikiran saya tak pernah tenang. Jauhnya perjalananlah hal utama yang membuat saya dag dig dug. Soal menang atau kalah saya selalu enjoy aja. Yang penting berangkat dan pulang dalam keadaan sehat dan selamat itu sudah menjadikan saya sangat gembira :) . Apalagi wabah Swine Flu juga membuat saya cerewet soal masker dan hand sanitizer. Tapi alhamdulillah, suami pulang dengan selamat dan sehat wal afiat :) .

5. Berikutnya adalah soal kuliah saya yang mulai memasuki masa skripsi. Alhamdulillah kurang 1/4 jalan lagi. Sayangnya keinginan saya untuk selesai tahun ini tak bisa tercapai, karena saya masih ngutang 2 mata kuliah :( , tapi gak papa, semua pasti ada hikmahnya. Yang penting Skripsinya selesailah heee.

6. Akhir bulan Juni ini, tepatnya tanggal 21, saya akan menghadapi UAS. Tapi bukan UASnya yang bikin saya deg-degan melainkan rencana saya dan suami setelah UAS, yaitu backpacking!

7. Ya, kami memang telah melingkari 10 hari di bulan Juli nanti untuk berbackpacking ria. Tapi cuma ke sebagian Asia Tenggara. Hari-hari itu tinggal menghitung hari. Dan saya selalu deg-degan jika membayangkan Sofi yang kami tinggalkan selama itu. Memang dia di tangan Embahnya yang paling dekat dengannya, tapi putri kami tak pernah jauh dari kedua orang tuanya sampai selama itu. Kami berdua hanya berharap putri kami “yang bisa diajak ngomong ini” akan mengerti.

Semoga tulisan ini sebagai langkah awal untuk menjaga blog saya tetap bernyawa :) .

Sofi dan Tempat Tidur Susun Barunya

January 12th, 2009 by Yani Widianto 2 comments »

Setelah hunting lewat dunia maya dan dunia nyata, akhirnya saya mendapatkan juga tempat tidur susun yang kami inginkan. Malah dapet harga murah lagi. Pertama-tama saya datangi ACE Home Centre di Pasaraya Grande. Soalnya dulu waktu kesana saya pernah ngeliat tempat tidur susun sebiji disana. Waktu saya datangi lagi pas taon baru kemaren, ternyata sudah habis stoknya. Kata masnya harganya 2 juta kurang serebu (tanpa kasur). Menurut masnya lagi, yang ada di Index furniture Pondok Indah. Kamipun pulang.

Di rumah saya lihat di website index ada gambar tempat tidur susun. Saya telp yang di Depok, katanya ada tapi harganya 2 jutaan juga (tanpa kasur). Saya keep dulu info itu lalu saya browsing lagi “tempat tidur susun”. Atas saran seseorang di milis, diminta cek select.co.id disitu memang ada tapi pembeliannya harus online. Rasanya kurang puas kalo beli tanpa lihat dulu barang nyatanya. Akhirnya saya email admin select dan dalam waktu dua hari (karena libur tahun baru) saya mendapatkan jawaban di hari seninnya.

Select merekomendasikan saya untuk menengok gudangnya di Pulo Gadung dan Kalideres dengan menyertakan nomor telp masing-masing, jauhnya duhh! Setelah Pulo Gadung, saya telp yang Kalideres. Senangnya, karena mbaknya yang terima telpon memberikan alamat dan no telpon showroom mereka yang di Pasar Minggu. Langsung saya telpon untuk menanyakan lokasi mereka.

Ternyata e ternyata, tuh showrom cuma selemparan batu dari rumah kami. Mereka bilang di depan Robinson Ps Minggu. Selasa, pulang dari kampus jam enem kurang, saya mampir ke pasar minggu mencari toko mebel tersebut.

Setau saya hanya dua toko mebel di situ. Mereka sodaraan lagi, maksudnya pemiliknya sama. bedanya yang kiri khusus olimpic yang kanan macem-macem. Saya datangi yang olimpic, kata mbaknya untuk merek Hakari disebelah. Tancap!

Disana saya dilayani dengan baik. Secara dulu saya beli Sofa disini jadi saya sudah familiar. Benar juga. Ada tiga contoh yang sudah di display. Singkatnya kami langsng tawar menawar harga pas. Tapi saya gak mau okein dulu soalnya saya mau konsultasi dulu ke suami. Seperti biasa, mereka minta di DP in dulu walau sepuluh rebu rupiah buat ngiket harga diskonnya.

Sampai di rumah, suami langsung oke hehehe. Nggak nunggu besok-besok, menjelang isya saya balik kesana bersama suami dan anak untuk hitung jadi. Hargapun ditutup pada level 1.175.000,- jauhhhh dari harga di ACE maupun Index yang saya lihat barangnya hampir sama. Bahkan dari website select yang mengantar saya kesini juga jauh berbeda. Mereka membandrol harga satu juta setengah kurang serebu rupiah (1.499.000,-).

Persis sama ma punya Sofia.

Persis ma punya Sofia

Esoknya, seperti janji mbaknya yang ngelayani, jam satu siang mereka benar-benar datang mengantarkan barangnya dan langsung dipasang. Benar-benar pelayanan yang memuaskan. Setelah di kasih kasur dan dibungkus sprei, Sofia langsung bermain dan tidur di situ. Polah anak dapet sesuatu yang baru, membuat saya dan suami geli.

Alhamdulillah, akhirnya keinginan kami agar sofi tidur di tempatnya sendiri kesampaian. Bukan ngusir loh nak hehehe,,, Habisnya tempat tidur 180×200 sudah tak muat untuk menampung dua raksasa + satu anak yang tidurnya suka menguasai tempat hihihi.

Tempat tidur kami berdua jadi serasa lapangan bola :) legaa..

Sakit Diawal Tahun

January 4th, 2009 by Yani Widianto No comments »

Tentang kambing hitam ditulisan saya sebelumnya benar-benar bukan isapan jempol. Puncaknya sebenarnya minggu ini. Karena dalam dua minggu waktu UAS, jadwal saya semuanya diminggu pertama. Tapi kalo sedang ujuan saya malah tenang. Hebohnya malah kalau kuliah day-to-day-nya. Saya sampai kolaps. Tepatnya minggu kemaren. Dua hari setelah Ibu saya pulang ke kampong. Tiap kali datang menstruasi, dihari-hari pertama kondisi badan saya selalu drop. Bisa dipastikan tensi saya turun drastis bahkan sampai 70/90. Trus yang kemarenan juga begitu.

Sakit kepala sebelah sudah saya rasakan sejak menjelang sore. Bukan masuk angin tapi semacam migren. Dan juga badan saya biasa-biasa saja. Untuk mengantisipasi (biasanya manjur) saya minta suami membelikan sate kambing di gerobak mangkal langganan kami (sebelah Volvo Pasar Minggu). Makan malam dengan sate sudah amblass, sangobion sudah saya telan. Sayapun menemani Sofi nonton Disney sampai jam 9 malam. Tapi kepala saya sudah berdenyut-denyut hebat sejak jam delapan. Namun saya tahan-tahan. Karena tak tahan, saya panggil suami di kamar kerjanya yang sedang mengejar deadline jam satu dini hari.

Suami bingung. Antara mengejar deadline. Merawat saya. Atau meladeni Sofi yang minta temen main. Saking nggak kuatnya saya sampai menangis. Bayangkan, dengan posisi bagaimanapun kepala saya tak memberi jeda sedetikpun untuk tak sakit. Duduk sakit. Berbaring sakit. Merem sakit. Melek apalagi. Dan itu semua dibarengi rasa mual.

Saya pun pindah dari depan TV ke tempat tidur. Saya sudah tak peduli lagi dengan deadline suami. Sofiapun saya abaikan. Yang saya inginkan hanya tidur untuk melupakan sakit ini. Tapi apa yang terjadi. Saya tiba-tiba malah teringat teman sebangku saya waktu SMA, Mita Rosyana, yang telah meninggal dunia dua tahun lalu. Saya sedih karena setahun kemudian baru tahu kabar itu. Saya menangis sejadi-jadinya (tanpa suara dan bukan meraung-raung loh). Dan sakit itu juga makin menjadi-jadi. Saya merasa seperti mau mati. Tapi saya tak yakin apa begitu rasanya mau mati.

Tak menunggu lama setelah saya berbaring tiba-tiba…

Ya begitulah. Semua yang ada dilambung saya sudah pindah di atas tempat tidur. Sampai bersih kali karena dibilas berkali-kali. Untungnya perlak alas tidur Sofia yang masih suka ngompol sudah saya gelar. Jadi selamat deh. Nggak ngotorin tempat tidur hehehe…

Eh, enggak ketawa dulu deng. Awalnya saya berpikir. Kalau udah bisa “vomit” pasti kepala saya entengan. Tapi apa yang terjadi. Tetep saja ternyata. Teh hangat yang dibuatkan suami saya teguk setengah. Saya mau tidur! Harus tidur! Sofia yang dari awal melihat saya “vomit” tampak sekali salah tingkahnya. Dia lalu lalang sendiri. Kesana kemari serba salah. Saya tak mampu untuk sekedar mengomentari tingkah lakunya. Kasihan dia.

Saya coba tidur tapi Sofia yang ingin menunjukkan rasa sayangnya pada saya malah mengganggu saya. Dia ngusel-usel pengen minta dikelonin. Karena terbujuk rasa tak mau kehilangan kantuk yang mulai menyengat mata. Keinginan marahpun keluar juga. Tapi setelah saya minta “DIAM! Kalo mau mama kelonin!” diapun diam memeluk saya dan saya tak tahu lagi kapan dia benar-benar tidur karena saya sudah bersumpah untuk tidur dan akhirnya terlelap sampai esok harinya.

Paginya, rasa pening masih samar-samar terasa. Tak saya biarkan dia enak-enakan nongkrong dikepala saya. Saya tetap mengerjakan rutinitas pagi saya. Masak, beres-beres dan segala pernak-perniknya untuk melupakannya dan berhasil. Semoga ini tak terulang lagi. Jangan ya!

New Year, New Yearnings!

January 4th, 2009 by Yani Widianto No comments »

Long time no see guys!

Setahun sudah saya tak menulis di sini. Alasannya karena nggak sempet, kehabisan ide, dan yang terakhir mengambing hitamkan tugas-tugas kuliah yang seambreg bregh! Sampai-sampai saya datangkan bala bantuan dari kampung, Ibu saya, untuk mengasuh Sofi sementara saya mengerjakan tugas yang datang silih berganti dan bertubi-tubi. Pun Suami, sedang menghadapi deadline banyak sekali. Tapi Ibu hanya disini dua minggu. Karena suatu hal, beliau harus pulang dulu.Tepatnya habis Natalan kemaren lalu.

Sebelum berlanjut, saya ucapkan…

SELAMAT TAHUN BARU 2009 & 1430 H

Untuk semuanya. Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dibanding tahun-tahun kemarin untuk kita semua dan untuk semua hal, amin….

Tentunya banyak pengharapan yang kita inginkan terwujud ditahun kerbau ini. Begitupun dengan saya. Diantaranya:

1.Pengen pindah kontrakan yang berkamar tiga karena Sofi sudah waktunya punya kamar sendiri. Semoga dapat tempat yang lebih nyaman, tetap berakses mudah dan dekat kemana-mana (tetep dalam kota) dan harga tetap terjangkau. Kontrakan kami berakhir pada bulan Mei ini

2.Semoga rencana backpacking saya bersama suami ke Singapura-Malaysia-Thailand-Vietnam bulan Juli nanti yang tinggal menunggu waktu itu berjalan dengan lancar.

3.Semoga kuliah saya bisa kelar tahun ini karena saya sudah tak sabar ingin hengkang dari Jakarta. Bali?? Wait on me as yr new resident! :D

4.Semoga hikmah dari segala halangan,rintangan, cobaan, dan tempaan ditahun 2008 lalu menjadikan saya dan suami lebih solid sebagai partner dalam menghadapi masa depan kami yang cerah!! >:D

5.Terakhir, semoga ditahun 2009 dan tahun-tahun setelahnya, Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kesejahteraan, rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sekeluarga amin-amin-aminn..ya Rob!

Akhirnya, kakipun mulai menapaki jalan setapak 2009 dan waktupun telah mulai menghitung mundur mengukur kehidupan kita. Do the best guys!!

Perempuan Yang Sendiri – Curhat

October 11th, 2008 by Yani Widianto 2 comments »

Hari ini sepi
perempuan itu adalah aku
aku adalah isteri beranak satu
ditinggal dua malaikat yang selalu menyejukkan hatiku
mereka adalah anak dan suamiku
mereka pergi ke kampungku
aku akan menyusul dihari rabu
setelah kuselesaikan tugas-tugasku

bila kuhitung satu per satu
ada lima tugas menulis dari dosenku.

hari senin background untuk research of translation
selasa untung tak ada
rabo analisis main character and characterization of Mathilda
berikutnya tugas dari dosen reading for the specific purpose
kamis aku ikut dua kelas pak Oei
report writing membuat laporan ASEAN charter
writing II tugasnya  membuat opini dari sebuah artikel yang dibacanya

Semuanya menulis berdasarkan ideku
Semuanya selasa menjadi batas waktu
karena aku harus menitipkannya pada temanku
aku tak berdaya kala tak ada inspirasi mampir diotakku
apalagi pilek sedang menyerangku
pusing juga mampir dikepalaku

Ba’da Maghrib mereka meninggalkanku
rasanya tak kuasa melepas putri kecilku yg lucu
ah aku langsung rindu
juga pada bapakmu (psstt!)

My 1st Poem

September 25th, 2008 by Yani Widianto No comments »

This is my 1st poem in creative writing class this semester :P

Landlord’s Son

I heard my landlord whimper
knowing her son has lied to her
selling her wedding ring
buying marijuana from drug running

I told her to tell police officer
but she can’t lose someone that she loves forever
he is the only son
he is like her sun

One day I lost my gown
my friend’s shoes was gone
someone told us something to believe in
son stole our things when we aren’t in
I nearly dead when I heard that
but I tried to be patient in my heart

Long time no see
since I left there to get marry
yesterday my friend called me
son died of incurable malady

*the message of this poem is to much love will kill yr love :p bah!