<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yani Widianto</title>
	<atom:link href="http://yani.widianto.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yani.widianto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 16:38:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Meluruskan Vaksin/Imunisasi oleh Dokter Oei</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/12/15/meluruskan-vaksinimunisasi-oleh-dokter-oei/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/12/15/meluruskan-vaksinimunisasi-oleh-dokter-oei/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 16:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[autis]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[MMR]]></category>
		<category><![CDATA[Sufor]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, 15 Desember 2011, dapat ulasan yg sangat komprehensif tentang VAKSIN/IMUNISASI dari dokter Oei lewat akun twitternya @drOei. Saya sudah ijin untuk copy paste ke blog dan FB biar teman-teman yg lain bisa ikut membaca sebagai tambahan pengetahuan Ini sdh saya urutkan sesuai tweetnya dr. Oei tanpa saya tambah atau kurangi. Kalau ingin berdebat lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini, 15 Desember 2011, dapat ulasan yg sangat komprehensif tentang VAKSIN/IMUNISASI dari dokter Oei lewat akun twitternya @drOei. Saya sudah ijin untuk <em>copy paste</em> ke blog dan FB biar teman-teman yg lain bisa ikut membaca sebagai tambahan pengetahuan <img src='http://yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Ini sdh saya urutkan sesuai tweetnya dr. Oei tanpa saya tambah atau kurangi. Kalau ingin berdebat lebih lanjut, silahkan lewat twitter dengan dr. Oei (@drOei) langsung ya&#8230; <img src='http://yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Fyi: beliau muslim <img src='http://yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Makin bingung dg vaksin? Atasi &#8216;ketakutan&#8217; terhadap vaksin dengan cari tahu manfaat &amp; kandungan vaksin, buka wawasan &#8211; percuma berdebat tanpa dasar.</p>
<p>Ketakutan no.1: tidak yakin manfaat vaksin? Vaksin dirancang untuk menggugah respon imun tubuh terhadap penyakit yg potensial berbahaya</p>
<p>Karena sifatnya spesifik, tiap vaksin bekerja mencegah penyakit tertentu &#8211; untunglah beberapa jenis vaksin bisa dicombo sehingga lebih efisien</p>
<p>Sifat yg spesifik ini berbeda dengan suplai zat2 imunitas pasif dari ASI yg bersifat umum &#8211; bayi ASI terbukti lbh sigap merespon vaksin apapun</p>
<p>Perlindungan vaksin memang tidak 100%, tp sangat berguna mencegah terjadi komplikasi fatal jika tertular (naudzubillah) » ini hrs dipahami <img src='http://yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ketakutan no.2: tidak yakin dg kandungan vaksin? Dlm vaksin terdapat komponen aktif, pelarut, pengaman, dan zat tambahan yg masing2 ada fungsinya.</p>
<p>1) Komponen aktif dlm vaksin terdiri dari bakteri/virus yg dilemahkan/dimatikan, atau sebagian/produk dr bakteri/virus yg dpt merangsang respon imun.</p>
<p>Komponen aktif vaksin yg beredar sdh melalui uji preklinis &amp; uji klinis bertahun2, sehingga hanya buat tubuh bereaksi tanpa menjadi sakit</p>
<p>Karena itu hrs dipastikan, kondisi sebelum imunisasi hrs fit &#8211; agar tubuh bisa membuat perlawanan &amp; jadi kebal saat tertular (kelak)</p>
<p>2) Pelarut vaksin &#8211; umumnya cairan fisiologis steril, ditambahkan utk membuat vaksin berwujud cair, sehingga dapat disuntikkan/diteteskan</p>
<p>3) Pengaman berfungsi mencegah vaksin terkontaminasi jamur/kuman &#8211; juga utk menjaga stabilitas &amp; kinerja vaksin</p>
<p>Pengaman dlm vaksin sering dijadikan alasan menolak vaksin » vaksin mengandung merkuri? bisa bikin autis?</p>
<p>Faktanya, thimerosal (etil-merkuri) terbuang dari tubuh 7x lbh cepat dibanding metil-merkuri &amp; kadar kumulatif slm 6 bln &lt; ambang aman paparan</p>
<p>Sejak th 2001 thimerosal tdk digunakan lg dlm vaksin DTP, HepB &amp; Hib &#8211; sedangkan MMR, yg ramai diperbincangkan, tidak mengandung thimerosal !</p>
<p>Anggapan MMR memicu autis sudah diklarifikasi dengan berbagai penelitian, bahwa tdk ada hubungan sebab-akibat » autis terjadi bkn krn vaksin !</p>
<p>4) Zat tambahan bisa berupa pengikat agar vaksin lebih mudah dikenali sel imun, atau sisa2 bahan yg dipakai selama proses pembuatan vaksin</p>
<p>Zat tambahan yg dikhawatirkan » paparan aluminium? gelatin dari bahan haram? albumin telur bikin alergi? Bahas 1-1 yuk biar puas <img src='http://yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain dari vaksin, sejak lahir bayi terpapar garam aluminium dari lingkungan sekitar &#8211; udara, air, obat2an, makanan, bahkan ASI &amp; sufor !</p>
<p>Kandungan gram aluminium ASI ±40mcg/L, pd sufor ±225mcg/L, dlm vaksin DTaP ±625mcg/L » tp ingat, dosis vaksin hanya 0,5mL saja kan?</p>
<p>Apa itu gelatin? Gelatin = bahan kolagen (dr sel/jaringan sapi/babi) » berfungsi sebagai stabilizer supaya vaksin tdk mudah rusak saat disimpan</p>
<p>Tidak semua vaksin mengandung gelatin, beberapa yg bersinggungan dengan produk porcine (enzim babi) adalah vaksin meningitis, MMR, IPV, rotavirus</p>
<p>Tentang alergi vaksin krn mengandung telur, yg terdapat pd vaksin MMR &amp; influenza hanya residu (sisa) protein telur yg dipakai sbg media pembiakan</p>
<p>Ketakutan no.3: tidak yakin krn beda ideologi? Kita memang masih harus impor vaksin &#8211; tp apa iya barang impor sengaja ditujukan mencelakai anak2 kita?</p>
<p>Bagaimana dg vaksin produksi dlm negeri yg sudah diakui &amp; digunakan di &gt;100 negara &#8211; klo ini senjata bioteroris, artinya &#8216;ke-2 kubu&#8217; sdh impas kan? :p</p>
<p>Ada lg argumen vaksin haram krn memakai janin &#8211; yg dimaksud adalah embrio, yg selnya bersifat &#8216;imortal&#8217;/hidup abadi » contohnya sel punca</p>
<p>FYI, krn virus rubella hanya bisa hidup pd sel manusia &#8211; sehingga membiakkan vaksin tersebut hrs dg kultur jaringan manusia, tp tetap pakai etika <img src='http://yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Induk vaksin rubella diambil dr janin yg terinfeksi rubella (sdh abortus) di th 1965, sampai saat ini induk vaksin tersebut masih digunakan kok <img src='http://yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8216;Barang haram&#8217; dlm vaksin » babi, masih diperdebatkan &amp; terus disebut2, tanpa penjelasan bahwa tidak semua vaksin diproses dengan gelatin dari porcine</p>
<p>Pd kemasan vaksin yg beredar sdh ada peringatan &#8216;pd proses pembuatan bersinggungan dengan bhn bersumber babi&#8217; &#8211; pls cek dulu, jgn asal curiga <img src='http://yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kembali pd iman masing2, apakah transformasi sel hewan menjadi substansi tidak murni (gelatin), sudah melalui pencucian berkali2 &amp; tidak untuk dimakan = haram?</p>
<p>Rumor konspirasi, &#8216;pembantaian&#8217; janin, vaksin mengandung babi, dll perlu direnungkan lagi &#8211; tidak lantas ikut arus tanpa tau asal muasalnya</p>
<p>Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap otonomi ortu, imunisasi = hak anak. Tdk ada paksaan, cukup gunakan ilmu &amp; keyakinan untuk pilih yg terbaik <img src='http://yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/12/15/meluruskan-vaksinimunisasi-oleh-dokter-oei/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermain Akting</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/11/29/bermain-akting/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/11/29/bermain-akting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 16:10:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Sofia Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Sofia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Sofi makan di meja makan, saya nyupir di dapur. Tiba2 dia tutup pintu dapur sambil bilang: Mammaa, Sofia mau pergi mammaa, Sofia mau pergii&#8230; (sedih) Me: Sofffia, jangan tinggalkan mamma soffiaa.. Jangan tinggalkan mamma (menangis) Lalu kembali dia buka pintu dan bilang: kita tadi akting ya ma? (wajah lempeng) Me: iya (tak kalah lempeng) &#8230;hening. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sofi makan di meja makan, saya nyupir di dapur. Tiba2 dia tutup pintu dapur sambil bilang: Mammaa, Sofia mau pergi mammaa, Sofia mau pergii&#8230; (sedih)<br />
Me: Sofffia, jangan tinggalkan mamma soffiaa.. Jangan tinggalkan mamma (menangis)</p>
<p>Lalu kembali dia buka pintu dan bilang: kita tadi akting ya ma? (wajah lempeng)<br />
Me: iya (tak kalah lempeng)</p>
<p>&#8230;hening. Dia melanjutkan makan, saya tetap nyupir&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/11/29/bermain-akting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disiplin dengan Kasih Sayang (1)</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/11/29/disiplin-dengan-kasih-sayang-1/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/11/29/disiplin-dengan-kasih-sayang-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 16:09:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KSP (Kalau Saya Pikir)]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[aturan bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin dengan kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[EAP]]></category>
		<category><![CDATA[EPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Ini fav ortu yg susah ngatur anaknya: (bag 1) #parenting #ortu+anak bikin aturan bersama&#38;sepakati bersama. #tegas #tegar #konsisten Sofi sepakat dpt jatah nonton tv/maen iPad 2x dlm sehari: 30menit stlh maksi pulang sekolah &#38; 30-45menit stlh makan malam. Kami sdh lama memberlakukan aturan itu, jd kalo dia lg maen/nonton tiba2 alarm bunyi tanda waktu habis, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini fav ortu yg susah ngatur anaknya:<br />
(bag 1) #parenting #ortu+anak bikin aturan bersama&amp;sepakati bersama. #tegas #tegar #konsisten</p>
<p>Sofi sepakat dpt jatah nonton tv/maen iPad 2x dlm sehari: 30menit stlh maksi pulang sekolah &amp; 30-45menit stlh makan malam.</p>
<p>Kami sdh lama memberlakukan aturan itu, jd kalo dia lg maen/nonton tiba2 alarm bunyi tanda waktu habis, dia sendiri yg bakalan matiin tv/iPadnya. Ga pake protes.</p>
<p>Tp namanya juga bocah bin anak2, kadang klo lg pengeeen bgt liat pelm/video yg baru mulai n tiba2 alarm bunyi dia nangis gero2. Maunya nambah, gak peduli waktu habis.</p>
<p>Anak2 itu persis kayak anggota DPR kita, kalau sdh ada maunya sukanya memaksakan kehendak.</p>
<p>Bedanya, otak anak2 itu sistemnya EAP (Emosi-Aksi-Pikir), jd klo punya kebutuhan (nonton pilm/main ipad) ya itu yg diperjuangkan. Nggak pake mikir2. Wong memang begitu. JADI ORTU MUSTI MEMAHAMI HAL INI.</p>
<p>Tp klo anggota DPR itukan manusia dewasa (mustinya otaknya bersistim EPA) yg sudah bisa memikirkan dulu keinginan/kebutuhannya sebelum bertindak untuk minta lebih.</p>
<p>Makanya, kalo dlm kondisi anak spt ini (nangis/ngamuk/tantrum) minta nglanjutin nonton tv/main iPad, kami sbg ortu hrs tahan ngadepin reaksi berlebihnya itu. BIARIN SAJA. CUEKIN. Biasanya Sofi (anak) akan diem dng sendirinya lalu tiba2 ceria itu artinya dia sdh sadar kalau itu adl aturan bersama yg ga bisa diganggu gugat jd dia merasa percuma gw nangis. Mak gue ga bakalan kasih!</p>
<p>Beda jauh ma Anggota DPR ya? Kalo didiemin bukannya nyadar malah ngelunjak! Dasar pethuk! Itulah kenapa alm. Gus Dur bilang anggota DPR tuh kayak anak TK!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/11/29/disiplin-dengan-kasih-sayang-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia is Fatherless Country!</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/11/29/indonesia-is-fatherless-country/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/11/29/indonesia-is-fatherless-country/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 16:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KSP (Kalau Saya Pikir)]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[abah]]></category>
		<category><![CDATA[abi]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[country]]></category>
		<category><![CDATA[Fatherless]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[ortu]]></category>
		<category><![CDATA[papa]]></category>
		<category><![CDATA[papi]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung msh hangat, yg kemarin lihat Matanajwa dan ada pak Puspo Wardoyo sang penerima poligami award. Jadi pak Puspo ini sibuuuuk sekali ekspansi ayam bakar Wong Solonya, jadinya dia perlu istri unt mendampinginya kemana2 jdnya sekarang istrinya 4: 1 di Bandung, 1 di Jakarta, 2 di Medan. Saking sibuknya, pak Puspo sampe lupa. Katanya anaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung msh hangat, yg kemarin lihat Matanajwa dan ada pak Puspo Wardoyo sang penerima poligami award.</p>
<p>Jadi pak Puspo ini sibuuuuk sekali ekspansi ayam bakar Wong Solonya, jadinya dia perlu istri unt mendampinginya kemana2 jdnya sekarang istrinya 4: 1 di Bandung, 1 di Jakarta, 2 di Medan.<br />
Saking sibuknya, pak Puspo sampe lupa. Katanya anaknya 12, stlh dia sebut namanya satu2, akhirnya ketahuan kalo ternyata 13. Eeeeeh&#8230; Ujung2nya dia bilang: &#8220;soal anak urusan ibunya&#8221; *petir pun menyambar* Bahkan ketika Najwa bilang &#8220;Nabi saja tak rela anaknya dipoligami&#8221; pak Puspo tetep keukeuh mengajarkan anaknya tentang berpoligami bahkan sejak dini (TK).</p>
<p>Astagfirullah&#8230; Pak Puspo ini lupa, bahwa anak2 tak sekedar butuh materi, tp juga figur bapak bagi jiwa2 mereka. Saya kasihan dng beliau karena apa? Berat hishabnya di hadapan Allah dng tanggung jawab ke 12 atau 13 anaknya itu!<br />
Dia lebih mementingkan memperbanyak cabang wong solo (hartanya) drpd mengasuh jiwa anak2nya. Dia pikir yang penting dia sudah menafkahi, bahkan lebih. Dia kira kalau sudah bayar ustad, sudah sekolahin anaknya di sekolah islam yg mahal2, trus ngarepin doa Robighfirlli&#8230;dr ke 12 atau 13 anaknya dia akan masuk surga. Dia lupa tanggung jawabnya menjadi bapak bagi jiwa anak2nya.</p>
<p>Ibu Elly Risman mengingatkan kami para orang tua: Masa depan macam apa sih, yg orang tua harapkan pada anak2nya? Orang tua mana yg tahu anaknya kelak menjadi apa? Kita sibuk menekan anak kita dng apa yg kita bilang demi masa depanmu! Kita sibuk mencari uang unt membayar sekolah, kursus2 yg tak pernah mereka inginkan, yg tak sesuai dng minat dan bakatnya dng mengesampingkan kebutuhan jiwa mereka. Kita lupa. Lupa. Bahwa masa depan sesungguhnya anak2 kita yang pasti adalah menjadi orang tua juga seperti kita saat ini.</p>
<p>Cukup pak Puspo Wardoyo yg kita kasihani, jangan bapak2 anak2 kita, jangan suami kita kita para istri.</p>
<p>Wallahu A&#8217;lam bi-alShawab&#8230;</p>
<p>*Itulah kenapa NEGARA DENGAN PENDUDUK MUSLIM TERBESAR DI DUNIA ini dijuluki: FATHERLESS COUNTRY.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/11/29/indonesia-is-fatherless-country/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Tua, Sadarlah!</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/11/29/orang-tua-sadarlah/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/11/29/orang-tua-sadarlah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 16:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KSP (Kalau Saya Pikir)]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[ortu]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggung jawab orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Repost status FB mas Anton DHN Jika engkau ingin melihat kecemasan-kecemasan orang tua, lihatlah pada wajah anaknya. Kebanyakan anak lebih banyak hidup dalam kecemasan orang tua ketimbang ia didorong lewat harapan-harapan penuh percaya diri. Orang-orang tua adalah orang yang cemas dan sikap cemas ini kerap menjadi penjara bagi kaum muda. Komentar saya: Yani Widianto Benar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div data-ft="{&quot;type&quot;:11}"><strong>Repost status FB mas Anton DHN</strong></div>
<div>Jika engkau ingin melihat kecemasan-kecemasan orang tua, lihatlah pada wajah anaknya. Kebanyakan anak lebih banyak hidup dalam kecemasan orang tua ketimbang ia didorong lewat harapan-harapan penuh percaya diri. Orang-orang tua adalah orang yang cemas dan sikap cemas ini kerap menjadi penjara bagi kaum muda.</div>
<div>Komentar saya:</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/yani.widianto" data-ft="{&quot;type&quot;:35}" data-hovercardx="/ajax/hovercard/user.php?id=1436044840">Yani Widianto</a></p>
<div id="id_4ed501b26fc356281634631">Benar sekali, Mas. Orang tua harusnya menciptakan zero emotion pd jiwa anak. Tp nyatanya, ortulah yg kini membuat anak2nya tertekan. Banyak memendam emosi yg tak tersalurkan. Akibatnya: tawuran antar pelajar sdh jamak, pun tawuran antar warga! Mereka merasa puas karena pada akhirnya bisa melampiaskan emosi tanpa berpikir panjang. Ortu lah yg membuat anak2 generasi penerus bangsa ini berhenti berpikir! It&#8217;s all about SALAH ASUH &amp; SALAH MENGASUH.</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/yani.widianto" data-ft="{&quot;type&quot;:35}" data-hovercardx="/ajax/hovercard/user.php?id=1436044840">Yani Widianto</a> Jaman sdh berubah, dulu petani miskin bekerja bersama dng anak2nya yg banyak bisa sambil menanamkan nilai2 hidup pengisi jiwa. Tp kini, kedua ortu kerja diluar tanpa ada waktu berbagi nilai hidup dng &#8220;weekend children&#8221; mereka. Mereka menyerahkan pengasuhan pd pembantu &amp; suster dng membayar murah!! Sadarlah wahai para orang tua, jng hanya mengeluh negeri ini bobrok! Krn kalianlah penyebabnya!!</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/yani.widianto" data-ft="{&quot;type&quot;:35}" data-hovercardx="/ajax/hovercard/user.php?id=1436044840">Yani Widianto</a> Jangan hanya berkoar-koar menyuruh para pemuda pemudi Indonesia bangkit! It&#8217;s not FAIR!</p>
<p>Kita para orang tua yg tak lagi pemuda/pemudi jng merasa lepas tanggung jawab. Kita juga harus bangkit. Orang tua seperti kita-kita inilah yang melahirkan para pemuda pengecut atau pemuda yang bangkit tanpa disuruh-suruh!</p></div>
</div>
<div><span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"><span class="commentBody" data-jsid="text"><br />
</span></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/11/29/orang-tua-sadarlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mama Nggak Boleh Nakal</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/11/29/mama-nggak-boleh-nakal/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/11/29/mama-nggak-boleh-nakal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 15:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[He: brangkat dulu yaa.. Jng nakal di rumah ma anaknya. Me: *ngakak sampe jongkok* He: *ngguya ngguyu ketawa ketiwi* Loh iya dong. Kalo ma anaknya baru bilang: yg pinter yaa di rumah. &#8212;&#8211;sensor&#8212;-]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>He: brangkat dulu yaa.. Jng nakal di rumah ma anaknya.<br />
Me: *ngakak sampe jongkok*<br />
He: *ngguya ngguyu ketawa ketiwi* Loh iya dong. Kalo ma anaknya baru bilang: yg pinter yaa di rumah.</p>
<p>&#8212;&#8211;sensor&#8212;-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/11/29/mama-nggak-boleh-nakal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Hanya Pemuda, Orang Tua juga harus Bangkit!</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/11/29/tak-hanya-pemuda-orang-tua-juga-harus-bangkit/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/11/29/tak-hanya-pemuda-orang-tua-juga-harus-bangkit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 15:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KSP (Kalau Saya Pikir)]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[ortu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Jangan hanya koar2 nyuruh pemuda pemudi Indonesia bangkit. It&#8217;s not fair! Kita para orang tua yg sudah tak lagi pemuda&#38;pemudi juga harus bangkit, jangan lepas tanggung jawab. Kita musti sadar bahwa ortu seperti kita2 inilah yg bakalan melahirkan pemuda pemudi pengecut atau pemuda pemudi yang bangkit tanpa harus disuruh-suruh!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan hanya koar2 nyuruh pemuda pemudi Indonesia bangkit. It&#8217;s not fair!</p>
<p>Kita para orang tua yg sudah tak lagi pemuda&amp;pemudi juga harus bangkit, jangan lepas tanggung jawab. Kita musti sadar bahwa ortu seperti kita2 inilah yg bakalan melahirkan pemuda pemudi pengecut atau pemuda pemudi yang bangkit tanpa harus disuruh-suruh!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/11/29/tak-hanya-pemuda-orang-tua-juga-harus-bangkit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Cara Mengasuh Anak</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/11/29/dua-cara-mengasuh-anak/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/11/29/dua-cara-mengasuh-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 15:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KSP (Kalau Saya Pikir)]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Marah]]></category>
		<category><![CDATA[marah-marah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengasuh]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[ortu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Mengasuh anak dng penuh emosi, ngomel2, bentak2, marah2 dan ngasuh anak dng penuh usaha unt sabar, usaha unt tersenyum itu sama2 menguras energi dan melelahkan. Obatnya pun juga sama, yaitu wajah polos anak-anak kita. Bedanya yg satu tak menimbulkan penyesalan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengasuh anak dng penuh emosi, ngomel2, bentak2, marah2 dan ngasuh anak dng penuh usaha unt sabar, usaha unt tersenyum itu sama2 menguras energi dan melelahkan.</p>
<p>Obatnya pun juga sama, yaitu wajah polos anak-anak kita.</p>
<p>Bedanya yg satu tak menimbulkan penyesalan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/11/29/dua-cara-mengasuh-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu, Pembantu, Pembantu, Bapak</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/11/29/ibu-pembantu-pembantu-bapak/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/11/29/ibu-pembantu-pembantu-bapak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 15:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KSP (Kalau Saya Pikir)]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan ortu]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[ortu]]></category>
		<category><![CDATA[pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[pengasuh]]></category>
		<category><![CDATA[suster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Nabi Muhammad SAW masih hidup dan tinggal di Indonesia lalu melihat kekacauan bangsa ini, beliau pasti akan mengubah redaksi sabdanya dalam Hadist yg diriwayatkan oleh at-Tirmizi: &#8220;Daripada Muawiyah bin Haidatal Qusyairi katanya aku bertanya Rasulullah SAW, siapakah orang yang paling patut aku berbuat baik?, Rasulullah SAW menjawab : ibumu (krn dia telah hamil &#38; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Nabi Muhammad SAW masih hidup dan tinggal di Indonesia lalu melihat kekacauan bangsa ini, beliau pasti akan mengubah redaksi sabdanya dalam Hadist yg diriwayatkan oleh at-Tirmizi:</p>
<p>&#8220;Daripada Muawiyah bin Haidatal Qusyairi katanya aku bertanya Rasulullah SAW, siapakah orang yang paling patut aku berbuat baik?,<br />
Rasulullah SAW menjawab : ibumu (krn dia telah hamil &amp; melahirkanmu),<br />
kemudian aku bertanya lagi siapa?,<br />
Rasulullah menjawab : pembantumu/pengasuhmu/<wbr>sustermu (krn dia yg mengasuhmu dan merawatmu sehari-hari),<br />
kemudian aku bertanya lagi siapa?<br />
Rasulullah menjawab: pembantumu/pengasuhmu/<wbr>sustermu (krn dia yang sehari-hari kamu bentak &amp; kamu pancing emosinya),<br />
kemudian aku bertanya lagi siapa?<br />
Rasulullah menjawab : bapamu (krn dia hanya merasa sudah menafkahimu), kemudian orang yang paling hampir dekat denganmu dan seterusnya&#8221;.</wbr></wbr></p>
<p>Wallahu A&#8217;lam bi-alShawab&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/11/29/ibu-pembantu-pembantu-bapak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemegang Green Card</title>
		<link>http://yani.widianto.com/2011/11/29/pemegang-green-card/</link>
		<comments>http://yani.widianto.com/2011/11/29/pemegang-green-card/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 15:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yani Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KSP (Kalau Saya Pikir)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yani.widianto.com/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Saya capek memegang Green Card di negara sendiri. Punya kartu identitas resmi, rajin bayar pajak, tp gak pernah dpt hak pilih! Kami tu sdh pindah kontrakan 3 kali! Tiap pindah suami langsung ngurus surat2 kependudukan demi kenyamanan kami sendiri lalu ngasih potokopi KTP ke pak RT. Mana hak kami? Mannnaa?? *suek!suek!* Upsi. Pernah ikut pemilihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya capek memegang Green Card di negara sendiri. Punya kartu identitas resmi, rajin bayar pajak, tp gak pernah dpt hak pilih!<br />
Kami tu sdh pindah kontrakan 3 kali! Tiap pindah suami langsung ngurus surat2 kependudukan demi kenyamanan kami sendiri lalu ngasih potokopi KTP ke pak RT. Mana hak kami? Mannnaa?? *suek!suek!*</p>
<p>Upsi. Pernah ikut pemilihan gubernur DKI ding kemaren. Skali. Untung saya milih adang trus nggak kepilih. Kalo kepilih saya takkan henti2nya mengutuk diri sendiri pastinya. Rupanya Tuhan peduli dng saya. Alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Tapiii sejak disini, sdh 3x pemilu saya gak dpt hak pilllih! Awas kalo pilihan presiden besok saya gak dpt! Tak obrak abrik dunia persilatan! Kita buktikan siapa samuari sebenarnya. *efek ngantuk*</p>
<p>‎*sombong ya? pamer sdh pindah kontrakan 3 kali&#8230;*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yani.widianto.com/2011/11/29/pemegang-green-card/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

