Archive for the ‘Travel’ category

Akhirnya Punya Passport

June 16th, 2008

Jum’at 13 Juni kemarin saya resmi punya passport. Gaya ya, padahal hare
gene baru punya passport hehehe. Gak papah lah. Yang penting rasanya
dunia udah digenggaman tangan walau cuma genggam passport :p. Passport
belom ditangan saja saya sudah membayangkan keliling eropa via trans
siberian. Kebayang deh dari Beijing naek kereta api tutt tutt tutt
tidur dikompartemennya en tau tau sampe Rusia trus blusak blusuk ke
Schengen Treaty countries weleh
weleh! bangun-bangun siang siang kok tidur, ya bolong-bolong mimpinya.
Emang mau kemana sih bu? kalo ditanya gitupun saya juga bingung mau
jawab apa. Terus terang saja, yang ngomporin ya suami saya dan yang
memicu adalah tiket-tiket promo yang murah-murah sampai nol Rupiah itu
(tapi excluding tax loh, jangan seneng dulu) dan juga suami yang dapat
bonus millages dari nortwest buat pp ke seluruh asia-lah yang membuat
saya bikin passport juga. Tapi kapannya itu yang saya tidak tahu.
Semoga saja Allah memberikan rejeki yang cukup untuk traveling keliling
dunia :D , cukup saja sudah seneng kok gak perlu melimpah hehehe dan
memberikan kami sekeluarga umur panjang untuk mewujudkannya, aminn
aminn aminnn :) . Btw ya Allah, keliling Asia dulu juga gak papa kok,
Suer! :) genggamin mimpi kami ya Tuhanku :)

Bagi saya bikin passport sekarang atau nanti itu perlu, karena
berhubungan dengan rencana kehamilan kedua saya (malu ah). Soalnya ntar
ada kesempatan ke luar eh lagi hamil 8 bulan kan gak asyik. Makanya
Sofia juga sedang dalam proses bikin passport, hari selasa 17 Juni ini
giliran dia wawancara. Mumpung sedeng dia mampu dan mau jalan jauh lah
(ribet kalimatnya, jawir banget ;P).

Seluk Beluk Bikin Passport

Bagi yang baru mau bikin passport, ini mungkin bisa sedikit memberi
informasi. Berhubung sekarang sudah online, jadi anda bisa membuat
passport dimana saja. Nggak seperti jaman kakak saya dulu, bikin
passport harus pulang ke solo. Untuk biaya neh, catet ya,
mending jangan bikin passport mepet-mepet mo ke LN, karena kalo
buru-buru maunya sehari kelar ya mau gak mau lewat calo. Dulu kasus
suami saya juga begitu, karena hanya punya waktu satu minggu (gak
nyangka mo ke LN) jadi buru-buru bikin passport buat apply visa. Mata
calo kan awas tuh kalo orang lagi bingung, ya udah kena deh. Tapi kalo
gak pake calo emang at least butuh waktu 2 mingguan sih dari daftar,
wawancara sampai ngambilnya. Tapi lewat calo emang cuma 1 hari terima
beres. Dulu suami saya kena Rp 800.000,- wawancara en fotonya diruang
terpisah dari jalur yang normal lho. Kalo saya hari ini daftar, dua
hari kemudian wawancara trus dua hari kemudian disuruh balik ambil
passport (itu kalo disetujui), pas ngambil punya saya kemarin ternyata
belum jadi sehingga suruh balik lagi keesokan harinya, dan itu hanya
bayar Rp 200.000,- untuk passport 48 halaman ditambah SPLP WNI
perorangan Rp 40.000,- jadi Rp 240.000,-. Bisa juga sih kalo mau yang
24 halaman hanya bayar 50.000,- ditambah SPLP Rp 40.000,- jadi hanya Rp
90.000,-. Tapi karena pernah baca di surat pembaca Kompas ada yang
komplain waktu di singapore passportnya bermasalah di imigrasi sana
karena hanya 24 lembar, jadi kami memutuskan untuk ambil yang 48
halaman.

Syarat-syarar Bikin Passport Baru

Saya bersyukur punya suami yang tertib administrasi. Seperti KTP,
KK, SIM dll selalu valid dan sesuai domisili :D jadi gak keteteran kalo
perlu-perlu mendadak. Dan untuk bikin passport ini dokumen yang
dibutuhkan antara lain:

  1. Mengisi formulir permohonan secara lengkap dengan huruf cetak (dikantor imigrasi)
  2. Melampirkan asli dan 1 lembar foto copy bukti domisili yaitu KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku.
  3. Bukti identitas diri berupa:
     
  • Akte kelahiran – kemarin karena akte saya ada di solo kami ganti dengan ijazah terakhir yang dilegalisir ternyata boleh.
  • Ijazah
  • Surat Nikah/Surat Baptis


Bagi anak dibawah 17 tahun melampirkan:

  1. KTP Orang Tua (ayah dan ibu) – saya nggak tahu kalau singgle parent
  2. Surat Nikah Ortu
  3. Surat Pernyataan (Izin) Ortu (ditandatangani diatas materai 6000) – surat dan materainya sudah disediakan oleh pihak imigrasi
  4. Paspor Orang Tua.

Prosedur Bikin Passport

Hari Pertama:

  1. Isi formulir pendaftaran
  2. Ambil nomor antrian – Dimesin otomatis
  3. Serahkan semua berkas yang diminta ke loket dengan membawa dokumen asli setelah nomor antrian tampil dilayar monitor
  4. Pemohon akan mendapat tanda terima dan diminta datang 2 hari kemudian


Hari Ketiga :

  1. Pengambilan berkas di loket 4, kemudian
     
  2. Bayar dokumen di kasir, lalu
     
  3. Ambil nomor antrian di loket 6 untuk wawancara dan foto berbasis biometrik,
     


Hari Kelima:

  1. Mengambil Passpor di Loket 5 – itu kalo disetujui dan udah jadi lho.


So siapkan passport anda jauh jauh hari biar duitnya enggak dikasihin
ke calo melainkan buat tambahan bayar fiskal kan lumayan. :( cape
dehhh, fiskal…


NB:
Pas wawancara kemaren, pertama-tama kita serahin berkas ke meja
pertama setelah pintu masuk ruang pengambilan foto dan sidik jari,
setelah itu ngantri pengambilan foto sekalian sidik jari sepuluh jari
tangan kita. Habis itu berkas kita ambil lagi kita serahkan ke meja
petugas dekat pintu masuk ruang wawancara, setelah dikembalikan kekita,
ngantri lagi untuk wawancara.
Kemaren waktu ngantri giliran wawancara ada bapak-bapak didepan saya
yang mengeluh,"buat ginian aja ribet ya", katanya. Saya jawab,"ya
iyalah pak, namanya juga penting", sambil saya tersenyum tentunya.
Padahal dalam hati, belum tau ni bapak kalo cari visanya, apalagi visa ke AS banyak yang di tolak-tolak sampe mohon-mohon enggak digubris
heheheh. Begini neh budayanya orang Indonesia, untuk yang
penting-penting maunya cepet gampang murah jadinya ya calo betebaran.

RALAT

1. Untuk biaya pasport jalur normal 48 halaman Rp 270.000,-  meliputi:

  • SPRI   Rp. 200.000,-
  • Sidik Jari    Rp. 15.000,-
  • Foto terpadu SPRI Rp. 55.000,-

2. Untuk passport 24 halaman walau di brosur ada tapi kenyataan diloket sudah tidak disediakan lagi.


Related link:

Sofia Juga Punya Passport


Libur Tlah Tiba…. (The Joy of Bali)

April 24th, 2008

Tahun 2008 ini kami awali dengan liburan ke pulau Bali tanggal 22-25 januari kemarin, sengaja nggak lama-lama karena kami bawa sofi yang baru berumur 1 th 7 bulan, takut dianya kecapean. Mulanya karena ada promo dari Airasia, so kamipun tak melewatkannya. Karena ini liburan keluarga, kamipun menyiapkan segala sesuatunya sendiri, dari booking pesawat, hotel sampai sewa mobil kami cari sendiri lewat internet. Awal Desember saya dan suami memesan tiket secara online (2 adults + 1 infant only 1.200.000 PP) dan baru memesan penginapan pada pertengahaan Januari yg mendekati hari H kami menggunakan jasa indo.com yang lumayan lebih murah dibanding layanan online booking hotel lainnya. untuk sewa mobil kami telah memegang no. telp bli Komang sebagai jaga-jaga, karena kami belum pasti apakah mo sewa mobil ato gimana hehehe…

Liburan ini kami tak ingin terikat dengan jasa-jasa tour. kami ingin bebas fleksible kemanapun dan berapa lama mengunjungi tempat-tempat wisata disana. Peta Bali pun kami cari di internet dan di Gramedia (baru tahu ternyata di Balinya sana peta-peta gratis :D ).

Setelah pikiran terkuras untuk menegerjakan soal-soal ujian UAS, liburan akhir semesterpun akhirnya tiba…

Selasa tanggal 22 pukul 17.50 kami bertolak ke Bali dari Cengkareng, sampai disana pukul 21.00 waktu Bali (perbedaan waktu Jakarta-Bali 1 jam). Kami langsung menuju hotel Vilarisi dikawasan Kuta Melasti  dengan taksi (taksi bandara gak pake argo,
untuk kawasan Kuta rp.50.000). Sampai hotel setelah sedikit bebenah kami jalan-jalan ke pinggiran pantai kuta sambil cari makan. kami sempatkan mampir ke pantai. Malam ini tepat bulan purnama suasana pantai yang hening dimalam hari disertai gemuruh ombak membuat saya sedikit merinding, bahkan Sofia ketakutan, awalnya dia tidak mau turun dan terus mendekap saya tapi akhirnya dia mau duduk dikursi yg ada dipingir pantai. Acara foto-foto pun tak terlewatkan.

Tidak lama kami disana hanya sebagai pemanasan dulu mengenali suasana Bali, kamipun kembali ke hotel dan dijalan kita menemui masakan padang, suami yg masih sedikit laparpun membeli sebungkus nasi rendang hmmm…

Nonton Barong

Esok paginya 23 Januari kami bingung, sedikit bingung. ternyata hari ini hari pertama HARI RAYA GALUNGAN. yang artinya tempat sewa mobil ataupun motor semua tutup kecuali udah booking jauh-jauh hari kata pegawai hotel. Padahal acara kami pagi ini nonton tari barong jam 10 di Uma Dewi jl. WR Supratman Denpasar.

Kamipun berjalan kaki menyusuri jalan melasti lebak bene mengarah ke pantai kuta, dijalan kami bertanya pada bapak-bapak yang menunggui kiosnya, beliau bilang kalo mau sewa motor nanti datang lagi saja jam 11an siang, karena semua penyewa libur. kamipun memutuskan naik taksi untuk nonton barong.
Rupanya kami kurang beruntung dengan supir taksi ini, karena dia tidak tahu letak Uma Dewi yg saya dapet dari blognya mbak Renee, pak supir yg asli bali ini taunya yg di Batu Bulan yg artinya letaknya lebih jauh. Setelah memasuki jalan WR Supratman kamipun memutuskan untuk turun dan hendak mencarinya sendiri dengan jalan kaki, toh Sofi senang jalan-jalan diatas strollernya.

Panas, tapi kami tak patah arang, niat untuk berpetualang di Bali udah dibawa dari Jakarta. kalau nggak begini nggak bakalan kenal daerah Bali hehehe. pertama kami bertanya pada penjaga kios pakaian yg baru buka dan inti jawabannya adalah kurang tau dengan senyumnya yg ramah disusul ungkapan kalau jalan wr supratman masih jauuuh sekali batasnya.
kedua, kami bertanya beberapa pemuda-pemudi yg sedang menunggui kios bensin eceran+isi pulsa, jawabannya sama dan senyum ramahnya juga sama dan "jauuhh-nya" juga sama, apa karena sama-sama orang bali ya? heee.

Makin panas rasanya matahari. Ternyata benar nasehat-nasehat diinternet kalo orang Bali tuh gak ngerti daerahnya sendiri. Katanya, bisa diitung orang Denpasar yg tau Kuta semacam gitu deh, weleh weleh.. dan kami tetap belum patah semangat tetap berjalan menyusuri wr supratman.

Ketiga, didepan kami melihat pengendara vespa sedang isi bensin di kios eceran dan kamipun bertanya, dan jawabannya: beliau meminjam peta kami menunjuk jalan waribang, menyuruh kami naik angkot kuning, turun diperempatan dan jalan kekanan 200 meteran.
Alhamdulillah,,senang rasanya dapat petunjuk disaat saat yang diinginkan hehehe. Akhir kata, beliau ternyata dari bandung dan merantau kesini jualan korden. aduh pak.. nuhun sanget. moga2 jualannya laris manis tanjung kimpul.
Kamipun menunggu angkot atau taksi, mana yg duluan deh. 15 menit menunggu rasanya seharian, taksi tak pernah nongol di Denpasar ini tanpa dipesan ternyata dan angkot sempat kelewatan satu karena gak tau angkotnya gimana, soalnya jarang juga, dan angkot keduapun didapat tapi penuh! ayahnya Sofi malah sampai duduk didepan pintu sambil megangin stroller hehehe..

Gak sampe 10 menit akhirnya sampai juga di perempatan waribang dan waktu sudah menunjukkakn jam 10 kurang 2 menitan, dipojok perempatan ada tertera tulisan segede gaban: BARONG DANCE 200 M, KECAK/FIRE DANCE 500m.aduh orang Bali emang bener-bener cuek yah. Kami berjalan cepat-cepat, Sofi digendong ayahnya saya pontang-panting dorong stroller hihihi.
Suara gending terdengar dan hati rasanya mak nyess hehehe, barong telah dimulai, bayar 100 ribu berdua (batita gak keitung), kami masuk dan mencari tempat duduk. Syukurnya kami hanya telat 2 menitan. luarrr biasa..

Kami sengaja memilih obyek-obyek wisata yang dimata sofi menyenangkan, so tari barong is the one of them. Tarian ini berlangsung sekitar satu jam.

Pulangnya kami ditelfonin taksi ama pegawai disitu, nunggu 15 menitan lebih. Di taksi kali ini supirnya wong jowo jadi nyambung, pak supir gak percaya kalo supir taksinya yg tadi gak tau tempat barong tadi. ya sutralah pak… kalo gak gini kita gak tau bali:).

Sampai di hotel kami instirahat sejenak untuk sholat dan makan siang, saya dan Sofi turun dihotel, ayahnya Sofi langsung ke tempat sewa motor + cari makan.
Motor sudah didapat, hanya motor matic "nouvo" yang ada dengan sewa rp 40 ribu seharian sepuasnya dan masakan padang 3 bungkus kami habiskan.

Naik Motor ke GWK

Pukul setengah dua-an dengan peta Bali ditangan kami meluncur ke tujuan selanjutnya, kami putuskan ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) dimana patung wisnu setengah dada dan kepala burung garuda terpahat besar diatas bukit padas. Memang luar biasa landscape pegunungan padas yg belum terlalu selesai ditata ini.

Dalam perjalanan ke arah GWK kami sesekali melihat peta, rasanya menyenangkan, bak berpetualang beneran hihihi, kanan kiri jalan yg masih hijau seperti di pedesaan, udara yang sejuk, pemandangan yang hijau dan sesekali dapat melihat pantai disisi kanan/kiri saat di jalan menanjak, membuat sensasi berkendara kami luarrr biasa, coba kalo pake mobil, gak kerasa deh yang beginian hehehe.

GWK pun nyampek juga, tiket masuk berdua 30 ribu. Ambil foto sepuasnya, sayangnya awalnya Sofi takut dengan patung segede gedung ini tapi lama2 enggak (malah setelah ini nanya terus "patungnya mana ma? patungnya mana yah? patungnya mana yaa? paaatuuunggg,,,,?- dasarnya cerewet :D )

Wahh udah banyak neh, besok nyambung lagi dehh,,, soalnya setelah GWK kami masih akan ke Uluwatu untuk ke pantai Suluban yang cuantikkkkk luarrr biasa ough awesome! tak terkatakan deh dan nonton tari Kecak di pura Uluwatu dengan background sunset yg cantik. CU next posting!